Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 19 | Pertengkaran Klasik


__ADS_3

"Kenapa kaget?" tanya Andro saat semua wartawan itu menatap kaget ke arahnya.


Semua wartawan itu saling melempar pandangan, pasalnya semua fakta yang diberikan Andro sangat menjatuhkan mental sang Baby Boss, Andro tersenyum puas saat Apel memadamkan wajahnya, seperti Dejavu saat Andro mengucapkan rentetan kalimat itu kepadanya, membuat dirinya sedikit kesal bukan main.


"Aku ingin menjawab lagi 'walaupun begitu, aku mencintainya' namun sudah sangat klasik, bahkan pembaca sudah menebaknya, semalam," batin Andro yang bingung harus menjawab apa lagi.


"Apakah, Bu Apel adalah istri yang baik?" tanya wartawan tersebut yang membuat Apel mencubit pinggang Andro.


"Gak!" jawab Andro lantang yang membuat suaminya kembali tersentak bahkan Apel memilih menepuk jidat kesal karena perbuatan Andro. "Tapi dia istri yang pengertian."


"B-Bagaimana?" tanya wartawan tersebut bahkan Apel ikut menautkan kedua alisnya.


Andro tersenyum lebar. "Saya kan gak pernah bilang kalau istri saya jahat, dia gak baik bukan berarti pengertian dan idaman."


Semuanya menatap kagum kepada Andro, bahkan dia bisa menepis rasa bingung wartawan tersebut dalam waktu hitungan detik, setelah dirasa cukup puas, Apel lebih memilih menarik tangan Andro meninggalkan area kerumunan orang tersebut.


"T-Terima kasih," ujar Apel enggan mengucapkan kalimat tersebut namun Andro sudah menyelamatkan image-nya.


"Hah? Apakah aku membantumu? Tidak Bu Bos," jawab Androbmelemparkan kunci mobil kepada Apel. "Kau yang menyetir yah, aku sedikit, bahkan sangat lelah untuk saat ini,"


Apel menatap tajam Andro, ia merasa menyesal mengucapkan kalimat itu kepada suaminya, sehingga dia hanya mengertakkan gigi kesal atas perlakuan suaminya itu, disaat Andro ingin membuka pintu, Apel segera berjalan ke arah Android kemudian membuka pintu mobil dan menahan leher Andro.

__ADS_1


"Kau suami yang tidak tahu terima kasih," ujar Apel mendorong leher Andro masuk ke dalam mobil.


Seketika Andro langsung terjungkal masuk seperti hari kemarin, kepalanya mendarah sempurna di jok mobil sedang kedua kakinya harus terlipat paksa saat Apel menutup pintu mobil.


Dug!


Suara tutupan pintu mobil saat Apel masuk ke kursi pengemudi membuat Andro langsung bangkit dan memperbaiki duduknya, ia menatap Apel kesal karena ketidaksopanan kepada suaminya.


"Kau tidak bisa sopan sedikit pada suamimu?" tanya Andro menoyor kepala Apel sehingga membuat Apelbmenatapnya tajam.


"Untuk apa? Aku tidak perlu pria, aku bisa melakukannya sendiri tanpa seorang pria," jawab Apel mengibaskan rambutnya.


"Wajahmu, imut, cantik, manis tapi tingkah lakumu, benar-benar menyebalkan, kita baru dua hari menikah, entah apa yang akan terjadi dalam pernikahan kita ini." Androbmelipat kedepan dan menatap lurus.


"Mudah bagimu berbicara seperti itu! Aku butuh waktu lima tahun untuk melupakan semua masa lalu ku," jelas Androbyang membuat Apel terdiam.


"Dan aku berencana membuatmubDepresi lebih parah lagi," batin Apel.


Apel l kemudian menghentikan laju kendaraannya, ia menatap wajah pria yang sangat dewasa itu bahkan sudah terdapat kerutan diwajahnya namun tidak menghilangkan karisma tampan nya, dengan sekali gerakan Apel langsung menarik leher Andro kemudian menekan lehernya sehingga kini mereka berdua dalam keadaan berciuman.


Andro membulatkan mata sempurna saat Apel memberikan ciuman kepadanya, membiarkan bibirnya beradu dengan bibir Appel dan dengan kesempatan ini Andro langsung memainkan lidahnya di mulut Apel.

__ADS_1


"Ah! Kenapa kau gigit?" tanya Andro melepas ciumannya saat Apel mengigit lidahnya.


"Lidahmu terlalu bermain menjangkau didalam mulutku," jawab Apel memilih merapihkan dirinya dan bersiap melanjutkan perjalanan mereka menuju pulang ke rumah.


"Bukankah itu French Kiss yang kau inginkan," tanya Andro ikut memperbaiki posisnya.


Apel tidak menjawab, dia bingung dengan dirinya, kenapa dalam melakukan ciuman tadi, hatinya seolah menolak untuk menghentikannya sedang raga nya harus berpikir bahwa pernikahan ini hanya sebatas balas dendam belaka.


"Hm? Parah mulutmu bau petai," protes Andro menyemprotkan cairan penyegar mulut ke mulutnya.


"Enak saja!" jawab Apel menggebrak setir dan menatap Andro tajam.


Apel yang kesal dengan Andro segera memberikan pukulan maut nya di kepala Andro, sedangkan dia tidak sadar bahwa setir yang sedang dia kendalikan kini tak tentu arah.


"Kamu kasar sama suami! Bisa kena kasus KDRT pasal berlapis kamu!" protes Andro. "Aku ini pengacara loh Bu Boss."


Apel tidak peduli dia masih sibuk memukuli Andro sampai suara tubrukan keras saat mobil yang dikendarai Apel menabrak pohon membuat Andro dan Apel terjungkal kebelakang.


Apel terjatuh ke belakang menindih tubuh Andro sehingga kini kedua manik mata mereka saling bertatapan disaat mereka kecelakaan, dan dengan cepat hening terjadi diantara mereka sebelum Andro menarik kepala Apel dan kembali melanjutkan ciuman.


__ADS_1



TBC


__ADS_2