Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 59 | Satu Langkah Lebih Cerdas


__ADS_3

Setelah kepergian Andro ke kantor, Apel hanya berdiam diri di ruang tamu, sebelum ia mengingat janji bertemu dengan Vanish.


Apel mengambil ponsel miliknya yang berada diatas nakas kemudian mencari riwayat panggilan dari Vanish, setelah mendapatkan nomornya, Apel segera menghubungi Vanish guna menanyakan kelangsungan rencana mereka.


"Halo? Kita bertemu sekarang di Cafe XXX," ujar Apel saat sambungan telepon mereka terhubung.


"Baiklah, kau bisa share location alamatnya aku akan segera datang kesana," jawab Vanish dari sebrang panggilan.


"Okey,"


Apel mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak kemudian segera memberikan lokasi tempat mereka berdua akan bertemu.


Setelah selesai, Apel berjalan masuk kedalam kamarnya untuk berganti baju, Apel mengganti bajunya dengan baju yang lebih casual kemudian mengambil tasnya dan berjalan keluar dari kamar.


Apel mengambil kunci mobilnya dan berjalan keluar dari rumah, Apel memang tidak memiliki seorang sopir pribadi karena dia terbiasa mengendarai sendiri kendaraannya, Apel sedikit kelu karena dia belum meminta izin kepada Andro untuk keluar rumah, namun Apel berpikir bahwa ini tidak mengapa lagipula Apel hanya pergi sebentar.


Apel berjalan keluar dari dalam rumah, masuk ke garasi untuk mengambil satu mobil lagi yang akan dia pakai.

__ADS_1


Cit!


Suara pintu garasi yang dibuka lebar oleh Apel terdengar nyaring, membuat Apel segera berjalan ke dalam kemudian masuk kedalam mobil, suara deru mesin mobil yang halus menjadi pertanda Apel sudah menyalakan mobil tersebut.


Setelah berhasil membawa mobil tersebut keluar Apel turun dari mobil dan kembali berjalan menuju bagasi untuk menutup pintu garasinya. Setelahnya Apel kembali masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan area rumahnya.


Didalam perjalanan Apel tidak begitu mengalami kendala, karena jalan yang senggang serta jarak yang tidak terlalu jauh membuat Apel tidak membutuhkan waktu lama agar mobilnya bisa terparkir di depan sebuah cafe tempat ia dan Vanish akan bertemu.


"Huft!"


Apel menghela napas panjang kemudian memakai kacamata hitamnya saat turun dari mobil, ia berjalan masuk kedalam cafe dimana sudah ada Vanish yang menunggunya.


Vanish kaget, karena Apel langsung memeluknya, namun Vanish tidak ingin berpikir panjang dan segera menjelaskan rencana-nya kepada Apel.


"Kita harus ke rumah Nyonya Soffel sekarang, kita mungkin bisa mencari bukti di sana," ujar Vanish yang membuat Apel menatapnya dalam.


"Bagaimana kau bisa yakin kalau ada bukti disana?" tanya Apel yang membuat Vanish sedikit tersentak.

__ADS_1


"Kalau kita tidak mencobanya kita tidak akan tahu," jawab Vanish yang membuat Apel mengangguk.


"Perkataanmu ada benarnya, baiklah aku ikut, tapi aku harus ke toilet terlebih dahulu," Apel berdiri dan berjalan menuju toilet meninggalkan Vanish di meja itu.


Selepas kepergian Apel, Vanish segera membuka ponselnya dan tampak menelepon seseorang.


"Halo, Nyonya Soffel, Apel sudah berhasil aku bujuk, sekarang hanya tinggal menunggu dirinya masuk kedalam perangkap kita, segera siapkan semuanya," ujar Vanish yang ternyata bersekongkol dengan Nyonya Soffel.


Apel yang ada di kamar mandi tersenyum lebih licik dari Vanish dan Nyonya Soffel yang mereka pikir rencana mereka berdua sudah berhasil.


Sewaktu Apel meminta ponsel Vanish semalam, Apel sudah memasang sebuah Malware yang membolehkan Apel mengakses segala pesan dan panggilan Vanish.


Jika dia tidak melakukan itu semalam, mungkin Apel tidak akan memasang microchip perekam di badan Vanish tadi, dan sekarang hanya tinggal bermain-main sejenak.



__ADS_1



TBC


__ADS_2