Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 33 | Bunuh Saja Aku


__ADS_3

Apel yang menangis didekapan Andro segera melepaskan dirinya, dia melangkah menjauh dari Andro yang membuat Andro menatapnya iba.


"Kenapa? Kenapa kau menyiksa dirimu sendiri? Ada aku disini, aku selalu ada untukmu," ujar Andro melangkahkan kaki ke arah Apel.


"Menjauh dariku Tuan, aku tidak mencintaimu aku membencimu!" teriak Apel menahan Andro.


"LANTAS! AKU HARUS APA KALAU KAU MEMBENCIKU? APAKAH ITU ADALAH ALASANMU UNTUK MENINGGALKANKU LAGI? SETELAH AKU MENEMUKANMU?" tanya Andro dengan suara lantang.


"Biarkan aku berusaha, setidaknya berikan aku peluang, pernikahan kita akan baik-baik saja nantinya, apakah kau tidak memikirkan nasib anak kita nanti?" lanjut Andro yang membuat Apel terdiam.


"Kau tidak mengerti!" jawab Apel menangis tersedu.


"Yah aku tidak mengerti! Karena yang pahami hanya satu, bahwa aku mencintaimu BABY BOSS! Wake up! Buka matamu lebar-lebar, ada aku disini sayang. Aku siap menjadi tempatmu berkeluh kesah, kau tidak harus menanggung beban depresi ini sendirian," ujar Andro mencoba kembali berjalan ke arah Apel namun kembali ditolak oleh Apel.


Apel berjalan menjauh dari Andro, dia menatap keluar jendela membelakangi Andro, dia enggan menatap wajah pria itu, sementara wajah pria itu kini hanya menatap dirinya linglung.

__ADS_1


"Kau tidak mengerti apa yang aku hadapi, bagaimana dilema batinku, dan kembali bersama tentu bukanlah sebuah pilihan," jelas Apel.


"Bukan pilihan tapi ini keharusan! Jika bukan karena aku setidaknya demi anak kita," jawab Andro.


"Sampai kapanpun kau tidak akan mengerti, Tuan! Lebih baik kau pergi, kejarlah semua impianmu dan tujuanmu tidak usah memikirkan keadaanku dan anak ini. Semuanya akan baik-baik saja, aku bukan wanita lemah," Apel menahan air matanya yang menetes.


"Bagaimana aku bisa mengejar tujuanku, jika tujuanku adalah dirimu, coba jelaskan padaku apa yang membuat tidak nyaman dengan hubungan kita?"


Deg!


Apel terdiam mendengar pertanyaan itu, tidak mungkin dirinya menjelaskan bahwa dirinya dan Bryan menyimpan dendam pada Ayah Andro. Andro berdiri menanti jawaban dari Apel yang masih terdiam bingung.


"Kau yang terbaik, kau yang aku sayangi, kau yang aku cintai, kau yang paling pantas, jangan membuatku depresi lagi karena kehilangan seseorang yang aku cintai untuk kedua kalinya," jelas Andro dengan air mata yang turun dari pipinya.


Kini keduanya sama-sama rapuh, Andro yang memperjuangkan cintanya sedangkan Apel yang mempertahankan egonya. Bahwa jika bersama Andro dia takut akan teringat masa lalu kelam yang dilakukan Ayah Andro pada Ibunya.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak mau mengerti juga bahwa ada aku mencintaimu," lanjut Andro.


Apel terdiam, dia merasa bahwa semua ini tidak sepenuhnya benar, seperti sebuah kapal, kini Apel merasa semua nya sudah karam sedangkan mereka semua berawal dari keterpaksaan.


"Kau pria brengsek! Aku membencimu, kau menghancurkan hidupku, namun kau terlalu baik untuk bersama denganku, ada wanita lain yang lebih baik dariku, kedepannya nanti aku tidak akan pernah melarangmu untuk bertemu dengan anak ini, pergilah Tuan," jelas Apel masih bersikeras dengan egonyam


Plop!


Apel merasakan sebuah dekapan yang mendekapnya dari belakang sedang sebuah wajah tampak membenamkan wajah nya di punggung Apel yang membuat Apel terdiam.


"Kau bunuh saja aku, jika itu maumu,"



__ADS_1



TBC


__ADS_2