Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 11 | Pengantin Sang Baby Boss


__ADS_3

Andro yang dibopong paksa keluar dari mobil kini hanya bisa pasrah dan menutup wajahnya saat Bodyguard yang membawanya melewati aula pernikahan yang dipenuhi rekan kerja dari Baby Boss Apel, bagaimana tidak, hancur sudah harga diri beserta imagenya sebagai pengacara yang genius di kota paris hanya karena seorang bocah berpangkat Dosen yang ternyata seorang Boss Besar.


"Baby Boss! Mau dibawa kemana Tuan Andro?" tanya Bodyguard tersebut pada Apel yang sudah berpakaian pengantin dengan gaun merah menantang.


"Wow! Kau cantik Bu Bos!" teriak Andro saat melihat penampilan Baby Boss. "Tapi tetap saja Gunung Kembarmu datar!"


"Tidak sopan! Untuk kau calon suamiku! Bawa dia ke ruang ganti, suruh tata busana memakaikannya couple-an dari gaun pengantin ku," perintah Baby Boss yang membuat Andro menggetok kepala Bodyguard yang membawanya.


"Tunggu dulu! Kau bilang kita akan menikah malam ini? Kenapa mendadak begini?" tanya Andro yang membuat Apel mendekat ke arahnya.


"Mundur sedikit, kau bau parfum denmark, aku tidak suka baunya," ujar Andro menahan Apel untuk tidak mendekat kepadanya.


Apel membuang napas panjang kemudian menangkup wajah Andro paksa sehingga membuat kedua manik mata hitam pekat milik Andro bersitemu dengan manik mata coklat Apel.


"Dengarkan aku Tuan Andro, jika aku tidak memajukan pernikahan kita, mungkin sekarang kau sudah kabur," bisik Apel yang membuat Andro membuka matanya lebar.


Bagaimana bisa Apel mengetahui apa yang dia rencanakan, padahal Andro sudah bergerak cepat karena dikejar waktu, namun Apel masih bisa menebak isi pikirannya.


"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Andro kesal.


"Apa yang Baby Boss tidak pernah tahu, aku bahkan tahu bahwa calon suamiku ini memiliki koleksi pakaian dalam bermotif doraemon dan karakter Marvel." jawab Apel memperlihatkan tab monitor yang menampilkan rekaman kamar unit apartemen Andro.


"B-Bagaimana bisa?" tanya Andro kaget.


"Hm? Mungkin karena tiga puluh menit lalu aku sudah membeli unit apartemen itu?" jawab Apel tersenyum lebar.


Benar-benar diluar dugaan Andro, se-Crazy Rich apakah wanita yang memaksanya menjadi suami ini? Dia tidak peduli dengan harta namun menikah dengan Baby Boss ibarat neraka jahannam.


"Benar-benar pelanggaran privasi!" kesal Andro yang membuat Apel mengangkat alisnya.

__ADS_1


"Apakah aku peduli? Bawa dia ke ruang ganti sekarang!" perintah Baby Boss.


Bodyguard tersebut mengangguk kemudian kembali membawa Andro yang ada dalam bopongannya menuju ruang ganti untuk mempersiapkan acara pernikahan dadakan itu.





Sebuah janji suci terikat, kini Andro dan Apel sudah sah sebagai pasangan suami istri, mereka berdua berdiri dialtar pernikahan dengan baju couple bernuansa merah, Andro melepas kacamata anti radiasinya kesal, saat Apel dengan paksa menggandengnya menemui beberapa tamu undangan.


Sedangkan Divo, dia dengan laknat dan santainya lebih memilih memakan hidangan yang tersedia, karena membantu membatalkan pernikahan pun sudah tidak mungkin.


"Selamat menempuh hidup baru!" ujar Divo memeluk Andro. "Aku menang Ndro! Akhirnya ada wanita yang bisa menjebakmu dalam belenggu pernikahan,"


"Oh jadi kalian terikat sumpah serapah? Benar yah, roda kehidupan berputar, semuanya dapat berubah dalam satu malam, bahkan takdir Tuan Genius Pengacara ini berubah kurang dari semalam," ujar Apel menekan kata Genius.


Andro menyengir atas pangkat baru yang dia dapatkan, Daddy Boss hanya karena dia menjadi suami dari sang Baby Boss.


"Panggilan yang bagus, mulai sekarang panggil dia dikantor dengan sebutan Daddy Boss, kalau diluar jam kerja, kau bisa memanggilnya Ndro atau semacamnya," ujar Baby Boss yang membuat Andro sangat frustrasi dalam setiap cengirannya.


Divo mengangguk meledek pada Andro yang membuat Andro ingin menghantam wajah sahabatnya itu saat ini juga, Andro berpikir sejenak, dia sudah terjebak dan bagaimana caranya dia keluar sampai sebuah ide yang bagus tercetus di kepalanya.


"Kalau dia ingin bermain dalam ikatan pernikahan, akan kuperlihatkan apa itu arti belenggu yang sebenarnya," batin Andro tersenyum menyeringai pada Apel.



__ADS_1



Setelah acara pernikahan yang berlangsung panjang, kini jam arloji Andro sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Andro kini tengah berjalan berdampingan dengan Apel yang berstatus sebagai istrinya, semua tamu undangan sudah pulang sehingga hanya sisa Andro dan Apel diaula itu.


"Ayo ke mobil, kita pulang ke rumahku, Tuan Suami," ajak Baby Boss yang membuat Andro berdiri tidak bergeming.


"Gendong!" jawab Andro yang membuat Apel membalikkan badan menatapnya.


"Kau bilang apa!?" tanya Apel menautkan kedua alisnya.


Andro memilih mendudukkan dirinya dilantai dan merengek manja kepada istrinya. "Aku minta digendong,"


"Oh! Jadi si sialan ini ingin bermain-main? Baiklah," batin Apel yang sudah mengetahui semua rencana Andro.


"Kau berat bagaimana kalau ku seret saja?"


"Apa? T-Tidak usah!" protes Andro hendak berdiri.


Namun belum sempat Andro berdiri, Apel sudah menarik kakinya dengan kuat sehingga membuat dia terseret dilantai dengan pasrah.


"Kau benar-benar istri biadab!"


"Jangan mendramatisir Tuan! Kau sedang tidak memainkan drama," jawab Apel tidak peduli.




__ADS_1


TBC


__ADS_2