Genius Bride Duda Depresi

Genius Bride Duda Depresi
BAB 52 | Menghitung Detik


__ADS_3

Andro dan Divo berjalan menuju ruangan akses file perusahaan Tuan Adsense, berbekal kartu Akses yang diberikan Apel dikala dia merebutnya dari Tuan Adsense tadi mereka akhirnya bisa mengakses ruangan tersebut.


"Kalian siapa?" tanya seorang penjaga yang membuat Andro dan Divo tersentak. "Ini kawasan larang masuk."


Andro dan Divo saling melempar tatapan, rupanya ruangan tersebut dijaga oleh beberapa penjaga, namun untungnya mereka memiliki akses melalui kartu tersebut.


"Kami orang suruhan Tuan Adsense, ingin mengecek ulang data perusahaan," jawab Andro yang membuat penjaga tersebut menatap curiga. "Kalau anda tidak percaya, kami bisa membuktikannya."


"Baiklah,"


Andro dan Divo kemudian berjalan menuju pintu ruangan tersebut, ditatap oleh empat orang penjaga, dengan gugup dan yakin, Andro mulai memakai kartu akses tersebut untuk membuka ruangan tersebut dan benar saja ruangan itu berhasil terbuka.


"Bagaimana? Apakah kalian sudah percaya?" tanya Andro yang membuat penjaga tersebut mengangguk.


"Maaf Tuan, silakan masuk," jawab penjaga tadi yang membuat Andro dan Divo tersenyum.


Andro dan Divo kemudian masuk kedalam ruangan tersebut, ruangan yang lumayan besar dengan banyak berkas file berisi rahasia perusahaan, tetapi target mereka adalah file perusahaan yang berisi rahasia teknik dan konsep ide baru dari AdsCorp yang akan rilis bulan depan.


Tidak susah bagi Andro dan Divo mendapatkan berkas tersebut, mereka berdua kemudian membuka sebuah berangkas mainfile yang berisi file konsep AdsCorp.

__ADS_1


"Apakah ini Ndro?" tanya Divo yang membuat Andro mengambil berkas dari tangan Divo.


Andro kemudian membaca isi berkas tersebut dan tersenyum sumrigah saat mengetahui bahwa itulah file yang mereka cari-cari sedari tadi.


"Benar sekali, cepat rapihkan semua, aku akan mengabari Baby Boss," jawab Andro mengambil ponsel dari sakunya selagi Divo merapihkan bekas berantakan mereka.


"Halo Baby Boss? File sudah ditangan, kita akan bertemu di mobil sekarang," ujar Andro.


"Baiklah," jawab Apel mematikan telepon tersebut sepihak kemudian meninggalkan ruangan Tuan Adsense tanpa menunggu Tuan Adsense kembali.


Apel memilih berjalan dan kembali ke mobil mengikuti segala rencana yang diatur Andro, sedangkan Divo yang sudah selesai segera memberikan koe jempol kepada Andro.


"Huft! Seragam ini sangat panas," ujar Divo melepas seragam bodyguard tersebut.


"Sudahlah kau mengeluh terus, ambil. File ini, dana sudah di transfer ke rekeningmu, kabarkan divisi kita bahwa besok akan ada peluncuran usaha ritel dari W-Corp dan gunakan konsep yang sama, dan sisanya kita hanya perlu menikmati alur," ujar Andro menyerahkan file itu kepada Divo.


"Baiklah," Divo membuka ponselnya untuk melihat aplikasi online money miliknya.


Divo sedikit mengerutkan keningnya dan terkejut saat mengetahui nominal yang diberikan Andro. "Delapan Milyar untuk sebuah Ritel? Kau Gila! Ini kan cuma kedok,"

__ADS_1


"Tanya saja pada Baby Boss," jawab Andro melipat kedua tangannya.


"Ikuti saja rencananya Vo, lakukan yang terbaik dan besok pagi sudah harus launching, banner dan poster sudah mulai disebar kan?" ujar Apel yang membuat Divo mengangguk.


"Saya akan mengubungi Divisi pemasaran sekarang, Baby Boss," jawab Divo.


"Bagus, sekarang ayo kita pulang,"


Divo mengangguk kemudian menyetir mobil tersebut meninggalkan area kantor Tuan Adsense, mungkin Tuan Adsense akan bingung kenapa Baby Boss tiba-tiba menghilang.


Namun permainan baru dimulai, dan besok Tuan Adsense sendiri yang akan datang kepada Apel, memang terdengar gila, Apel menghabiskan banyak dana demi sebuah usaha ritel yang hanya bahan dari rencana balas dendam mereka.





TBC

__ADS_1


__ADS_2