
"Kalian berdua resmi bercerai!"
Suara ketukan palu di pagi itu membuat Apel dan Andro menerobos napas panjang yang tidak melegakan namun tidak menyesakkan, dihadapan hakim kini mereka berdua berpisah, tergolong singkat karena memang pernikahan mereka juga singkat.
Pagi itu menjadi hari penuh dilema dan pertengkaran batin, Apel berdiri disusul Andro. Andro tersenyum pada Apel dan menjabat tangan Apel.
"Maaf sudah merepotkanmu, kau bisa kembali ke kehidupan pengacaramu bahkan casanovamu, terima kasih sudah menjadi Daddy Boss," ujar Apel yang membuat Andro tersenyum.
Andro menatap Apel dengan senyum tulus, sebuah senyuman setelah perpisahan yang bernada tidak rela namun terpaksa, dibalas oleh Apel dengan senyuman yang sama namun kali ini bernada sesak dan penataan.
"Sepertinya aku akan meninggalkan dunia Casanovaku," jawab Andro yang membuat Apel mengangkat alisnya.
"Kenapa?" tanya Apel pada Andro.
"Bu Boss kan tahu, aku sudah kepala empat hari ini, hahaha, jadi sudah harus menata diri menjadi pria yang baik, beda dengan Bu Boss yang masih muda semoga mendapatkan pria yang lebih baik diluar sana," jawab Andro menggaruk tengkuknya.
"Kamu yang terbaik," batin Apel.
"Jangan panggil Bu Boss, kan kita sudah tidak terikat apa-apa, jadi ini hari ulang tahun Tuan Andro? Maaf aku tidak tahu, selamat ulang tahun, semoga Tuan Andro mendapatkan wanita yang baik kedepannya," ujar Apel tersenyum manis.
"Andaikan kamu tahu, kalau aku ingin kamu, pasti kamu gak akan percaya, Bu Boss," batin Andro.
Andro hanya tersenyum mendengar ucapan dari Apel, hari ini adalah hari ulang tahun Andro, dan dia mendapatkan hadiah terburuk dari segala ucapan selamat, dia rasa dia tidak butuh ucapan selamat, pasalnya di hari ini dia dihadiahi gelar duda kembali dan perceraian.
__ADS_1
Hadiah terburuk yang pernah Andro dapatkan, namun dia hanya berusaha bersikap tegar dari dalam dirinya, bahwa semuanya akan baik-baik saja, tidak akan ada lagi depresi setelah perpisahan, dan kini Andro dan Apel akan menatap hidup baru lagi.
"Terima kasih Bu Boss, pesawat Bu Boss ke indonesua berangkat jam berapa?" tanya Andro yang membuat Apel melirik jam ditangannya.
"Sekarang, sepertinya aku harus segera berangkat nanti aku ketinggalan pesawat," jawab Apel dengan sedikit panik, karena dia memesan tiket yang terlalu pagi.
"Aku ikut mengantarmu ke bandara, Bu Boss," ujar Andro yang membuat Apel menatapnya serius.
"Kalau tidak merepotkan, boleh saja," jawab Apel berjalan menuju taksi yang dia pesan.
Andro berjalan menyusul Apel menuju taksi tersebut, mereka berdua kemudian masuk sebelum taksi itu berjalan meninggalkan area gedung tempat perceraian mereka.
Kring!
"Halo Vo? Ada apa?" tanya Andro mengangkat telepon tersebut.
"Ndro? Kantor tutup?" tanya Divo yang membuat Andro terkekeh.
"Aku sudah bukan Daddy Boss lagi dan kau sudah bukan Asisten Daddy Boss, gajimu sudah di transfer, lebih baik kau membantuku, ambil pakaianku dirumah Baby Boss dan bawa ke apartemen lamaku," jawab Andro yang membuat Apel tersenyum disampingnya.
"Emang ada apa?"
"Nanti aku jelaskan, aku ada urusan penting Vo," jawab Andro mematikan telepon tersebut sepihak.
__ADS_1
Akhirnya hening kembali terjadi diantara mereka sampai tak lama kemudian taksi yang mereka tumpangi sudah tiba di bandara.
Andro dan Apel segera turun karena pesawat Apel akan segera berangkat, Andro mendampingi Apel untuk melepas keberangkatan mantan istrinya itu.
"Aku pergi, sampai berjumpa lagi, Tuan, terima kasih untuk semuanya," ujar Apel yang membuat Andro tersenyum.
"Aku yang berterima kasih," jawab Andro memeluk Apel, sebuah pelukan pertama dan terakhir Andro untuk Apel. "Karena Bu Boss, aku akhirnya menjadi orang yang lebih baik,"
"Jangan nakal yah, karena tidak ada yang menegurmu lagi," ujar Apel meninju pelan dada Andro saat pelukan mereka terlepas.
"Dan jangan rindu yah, tidak ada lagi aku yang bisa kau kekang," jawab Andro mengusap rambut Apel.
"Kalau begitu aku permisi, sampai jumpa." ujar Apel berjalan meninggalkan Andro dan naik ke pesawat.
Andro hanya bisa tersenyum tegar melepas kepergian Apel dari hidupnya, sungguh pengalaman yang berharga dan tidak akan pernah Andro lupakan.
•
•
•
TBC
__ADS_1