Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Selesai, saatnya pulang


__ADS_3

Hari yang menyebalkan sudah usai, dia berhasil membersihkan semua yang telah disepakati di kertas berisi list perjanjian kedua orang itu. Waktu sudah semakin malam, kedua orang tua sang gadis menelpon.


"Dimana? teman-temanmu bilang, kau tidak ke kampus! kau kabur ya?! sudah tidak ingin mendapatkan uang jajan?" teriak sang ayah di balik sambungan telepon.


"Tidak ayah, aku ada urusan sebentar. Tidak, aku kabur ayah, nanti aku akan membayar tugas yang sudah aku tinggalkan, aku tidak akan membuat nilai ku turun, semua akan baik-baik saja. Ayah dan ibu jangan cemas," jelas si Cat, dia mencoba meyakinkan sang ayah tidak terlalu memikirkan dirinya sedang tersiksa itu.


"Berhubung kau anak yang selalu patuh dan tidak pernah melawan, okelah! ayah akan memberikan kesempatan kedua, tetapi jika hal ini terjadi lagi! tidak ada uang jajan, tidak ada jalan-jalan ke Eropa!"


Tut ... tut ... tut ...


Panggilan itu tiba-tiba terputus dan membuatnya kesal," Ini semua gara-gara pria tembok itu! bagaimana bisa aku kehilangan fasilitas yang biasanya aku dapatkan? benar aku menjadi babu, tapi semua yang aku lakukan adalah gratis! aku sudah menghabiskan waktuku terlalu banyak di sini, aku harus datang kemari untuk menggenapi hukuman! tidak seharusnya aku dapatkan karena aku menjadi pahlawan untuk pak sopir bis, pria tembok memang menyebalkan! aku harus membalasnya dengan segera," ucap si gadis yang memiliki dendam membara terhadap si pria tembok yang sangat hobi membuatnya terkunci dalam keadaan yang tidak nyaman sama sekali.


*********


Si gadis duduk memasukkan ponselnya kembali ke saku celananya, dia duduk sebentar di atas sofa.


Berapa menit kemudian, sang gadis terlihat mengantuk dan membayangkan nyamannya tidur di atas sofa itu, dalam hitungan detik, angan-angannya sudah terbang menuju alam mimpi yang sangat indah.

__ADS_1


Dia bahkan melupakan sedang dimana dia, apa yang sedang ia lakukan, segalanya telah luntur saat dirinya merasakan kantuk yang teramat sangat.


Bibi Tina sedang mencari Cat, dia sudah berkeliling rumah itu, tetapi dia tidak menemukan si gadis.


Saat dirinya mencari di ruang tamu ternyata sang gadis ada di tempat itu dan sedang tidur pulas di atas sofa.


"Astaga! nona itu kelelahan, kasihan juga! aku akan membangunkannya karena hari sudah malam," ucap Bi Tina sembari mendekati sang gadis tetapi langkahnya dicegat oleh pria tembok.


"Bi, biarkan dia di sana, aku ingin memotretnya saat wajahnya mengeluarkan cairan lewat sudut bibirnya, ini adalah pertunjukan yang luar biasa. Imagenya akan semakin jelek, sejelek wajahnya," ucap si pria tembok memotret wajah di depannya, mengambil dari beberapa sudut, rencananya dia akan menyebarkannya di mading kampus, sebagai balasan karena Cat pernah mempermalukannya juga.


Dulu, waktu pertama kali masuk kampus, keduanya sudah permusuhan karena Cat mengerjai si pria tembok dengan menempelkan lem di kursi sang pria tembok saat mengikuti kelas Bu Irma. Alhasil saat pria itu berdiri, celananya sobek hingga sesuatu yang harusnya tidak terlihat, kini terpampang nyata didepan semua teman-teman yang di kelas, seketika kegaduhan menjadi nyata, tawa mengejek mengiringi rasa malu yang ia rasakan waktu itu.


Sang ART yang sedari tadi mengawasi Tuan Mudanya, hanya mampu melihat tanpa bisa menegur, dia tidak ingin mendapatkan masalah.


Bi Tina selalu menuruti apa yang dikatakan oleh sang majikan baik ataupun tidak baik, dia sudah berulang kali menasehati tetapi tidak didengarkan juga. Rasanya lelah, dia membiarkannya selagi masih dalam batas wajar.


"Hoam! jam berapa ini?" tanya Cat menggeliat dan mengucek kedua matanya.

__ADS_1


Si pria tembok langsung kabur dari ruang tamu dan kembali kedalam kamarnya, dia berakting seakan-akan baru keluar dari kamarnya.


"Hm ... enak ya? enak tidur di sofa empuk?" Si tembok memang sangat pandai memperlakukannya dengan buruk, menghinanya bahkan mengatakan kata-kata yang menyesakkan dada, tapi kali ini dia menurunkan kadar julidnya. Ini terlihat sangat aneh menurut gadis itu.


"Tentu saja, enak sekali tidur di sini tetapi saat melihatmu pertama kali menjadikanku mual dan pusing, pekerjaanku sudah selesai, aku mau pulang! hukumannya besok akan aku lanjutkan, aku kemari naik taksi, tapi sore saja ya? aku ada les melukis bersama ayah dari siang sampai sore."


"Ya."


"Kau sudah waras? aneh sekali, mengapa banyak diam? bukannya kau pria tembok cerewet?" ucap Cat saat melewati tubuh pria tembok.


"Mengerjaimu salah, tidak banyak bicara juga salah, cerewet apalagi!" Si Thomas seperti pria yang serba salah.


"Terserah kau saja, pada intinya aku aku mau pulang ke rumah dan tidur! bye!"


"Oke, bye!" jawab si pria tembok saat gadis itu keluar dari rumah mewahnya, sang gadis menoleh ke arah pria itu dan menatap dengan mengeryitkan dahinya.


Pasti ada sesuatu yang telah Ia rencanakan, aku harus mencari tahu.

__ADS_1


*******"


__ADS_2