Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Amarah yang terpendam


__ADS_3

Sang pria merasakan sesak yang mendalam, bagaimana bisa frame foto itu menampilkan gambaran sang kakak tiri bersama Cat. Ini sangat menyebalkan baginya.


Rama mengambil foto itu dan menyimpannya di balik baju, sedangkan frame itu ia buang ke tempat sampah kering yang ada di pojok ruangan.


"Dia akan membayar semua pengkhianatan ini, penyelidikanku sudah bisa memberikan jawaban yang valid, dia harus menjadi orang yang paling menderita di dunia ini karena telah berbuat curang," tandas sang pria.


Sang pria malas di dalam kamar sang gadis, dia keluar dengan tatapan mata membunuhnya.


Sedangkan, Cat masih berada di dalam kamar mandi, menyelesaikan sesi pembersihan diri sebelum pergi bersama calon suaminya.


"Aku dan tembok, sudah lama sekali tidak saling menyapa, aku akan meminta calon suamiku untuk mampir ke rumahnya sekedar untuk berbincang dengan keluarganya," ucap sang gadis sedang menikmati gemericik air shower, rasanya tenang dan damai.


Dua puluh menit sudah gadis itu berada ada di dalam kamar mandi, tiba-tiba dia teringat akan sang kekasih yang masih ada di dalam kamarnya.


"Astaga, pasti dia akan kesal padaku karena menunggu terlalu lama!" Sang gadis kemudian meraih handuk dan melilitkan di dadanya.


Dia sangat terburu-buru, dia khawatir, kekasihnya akan benar-benar marah.


Saat Cat membuka pintu kamar mandi, nampak raga gagah sang kekasih yang harusnya berada di kamar itu.


"Pergi kemana dia?" tanya Cat pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Selanjutnya, dia tidak menggubris keberadaan sang kekasih, pada intinya Cat harus segera berganti pakaian lalu menghampiri sang kekasih yang mungkin saja sedang berada di ruang tamu.


Beberapa menit kemudian ...


Sang gadis telah mengenakan pakaiannya dengan tas selempang khas anak muda.


Dandannya tidak terlalu berlebihan, Cat itu cantik tanpa polesan apapun di kulit wajahnya.


"Dah lah, ini cukup," ucapnya sambil melenggang pergi dari cermin yang sedari tadi ia pandangi untuk memaksimalkan pesonanya.


....


Baru beberapa menit berspekulasi, sang pria tampan memang ada di ruang tamu bersama dengan ayah Cat.


"Baby, kau lama sekali?" tandas pria itu sambil beranjak dari tempat duduknya.


Rama memeluk tubuh sang gadis cantik, penuh rasa sayang.


"Kalian pasangan yang serasi, segeralah menikah, ayah pasti akan merestuinya," pungkas Tuan Dimas.


Dia merasakan kebahagiaan itu juga, tanpa mengetahui misi dari Rama yang sesungguhnya.

__ADS_1


Pria tampan yang sebentar lagi menjadi seorang suami, sudah menyiapkan rencana hebatnya untuk menghancurkan hidup calon istrinya karena telah bermain di belakangnya bersama Thomas.


Walaupun belum terbukti bahwa sang istri berkhianat, rasa ketakutan dan khawatir menyelimuti sanubari terdalam sang pria.


Rasanya sangat tidak nyaman sama sekali, dia berharap sang kekasih mau mengatakan hal yang jujur kepadanya sehingga rasa sakit itu tidak terlalu membebani hidupnya.


"Tentu saja ayah, aku tidak akan meninggalkannya sampai kapanpun," tukas sang pria dengan tatapan penuh kelembutan.


Perasaan Cat merasa aneh, tidak biasanya Rama bersikap manis.


Dia sepertinya waspada, rasa takut juga menyelimuti batinnya, pasalnya sang kekasih baru pertama kali terlihat menyayanginya. Dr ad


Pada intinya, dia merasa kurang nyaman dengan tingkah calon suaminya itu.


"Kau sangat bahagia baby?" tanya sang kekasih.


"Tentu saja, tapi jangan terlalu dekat, ada ayah. Aku malu Rama," bisik Catlyn.


Rama sedang mengklamuflase sikapnya, dia tidak ingin terlalu kentara jika cintanya sudah mulai memudar.


********

__ADS_1


__ADS_2