Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Menghempas pengkhianat


__ADS_3

Setelah membereskan urusannya di kamar mandi, Thomas segera mengenakan handuk kimono dan meninggalkan boxer basahnya di dalam.


Dia membiarkan sang gadis di lantai kamar mandi sedangkan dirinya segera keluar dari kamar mandi dan menghubungi Bi Tina.


Thomas menggunakan telepon rumah untuk memberitahu kepada ART-nya, agar mengurus Grace.


Sang ART memahami tugasnya dan langsung mengiyakan permintaan majikannya.


Beberapa menit kemudian, Bi Tina langsung masuk ke dalam kamar majikannya kemudian melakukan tugasnya.


"Bi, kau urus gadis kurang ajar ini, aku akan ganti baju dan pergi sebentar," pinta sang pria.


"Baik Tuan," pungkasnya.


Sang pria sedang menelisik ke segala arah, dia menerka tentang kemunculan tiba-tiba gadis tersebut.


Dia melihat jendela kamarnya telah dicongkel paksa.


"Oh ini," ucap sang pria saat mendekati jendela miliknya.


"Aku pria ceroboh, hampir saja seorang gadis merebut keperjakaanku," imbuh Thomas.


Dia dengan kenyataan yang ada di depannya.


Biasanya, para pria yang akan mempermainkan para wanita tetapi ini berbeda.


Grace terlalu mengerikan untuk menjadi seorang gadis. Dia sudah memahami sifat sang kekasih sejak lama, bahkan saat dia tertidur sangkadi selalu mempermainkan miliknya hingga on.

__ADS_1


Thomas selalu menepisnya dan pergi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.


Akan tetapi, untuk saat ini sang gadis sangatlah nekat.


Dia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Grace.


.....


Di ruang tamu ...


Sang kakak sudah pergi dari ruang tamu, dia berpikir pantas saja jika sang gadis bisa masuk.


Dia juga mengecek kode pos satpam, si penjaga masih ada di sana dan siap siaga.


Ternyata, Grace memang diam-diam masuk ke dalam kamarnya tanpa seorang pun yang tahu.


Sang pria perjalanan menuju garasi, masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas menuju rumah sang rival.


Dia malas di rumah karena ada Grace.


Sepanjang perjalanan, Thomas mengingat kenangan bersama Grace, vadis itu sebenarnya sangat manis.


Akan tetapi, has ratnya yang terlalu membara. Thomas tidak menyalahkan siapapun tentang hal ini.


Setiap orang memiliki has rat yang berbeda-beda.


Termasuk gadis yang pernah mengisi hatinya itu.

__ADS_1


"Andai saja kau tidak mendua pasti aku akan segera menikahimu, kau bisa melampiaskan segalanya kepadaku. Namun, kau tidak bisa sabar, kau terlalu terburu-buru dalam memutuskan melepas keperawanan untukku," ujar Thomas merasa dirinya gagal mendidik Grace.


Dia sudah berjanji kepada kedua orang tua Grace akan merubah gadis yang suka keluar masuk klub malam itu, agar menjadi gadis yang lebih terhormat tapi itu semua tidak bisa ia lakukan karena ulah gadis itu sendiri.


"Tuan Zan, aku tidak bisa mendidik putrimu dengan baik, maafkan aku. Mulai saat dia meninggalkanku, semuanya telah berakhir," ucap sang pria mempercepat laju mobilnya agar segera sampai di rumah sang rival.


Beberapa kemudian ...


Mobilnya setelah terparkir di depan rumah Catlyn, ia segera turun.


Saat Thomas keluar dari mobilnya, pria itu menatap seorang gadis yang sedang membuang sampah di tong sampah depan rumah. Dia terlihat memakai headset dan menyanyi seperti orang yang sedang menikmati dunia untuk dirinya sendiri.


Thomas berjalan mendekatinya kemudian mengagetkan sang gadis.


"Cat!" Sang pria berteriak tepat di telinganya dan membuat sang gadis terperanjat.


"Woy! apa masalahmu!"


Sang gadis terkejut saat mendapati Thomas ada di sampingnya.


"Thom? apa yang kau lakukan disini? bukannya sudah pulang?" tanya sang gadis heran. Dia menyimpan headset disaku bajunya.


"Di rumah ada biawak betina, dia hampir saja memangsa ku," tukas sang pria membuat gadis di depannya tertawa.


"Haha, biawak mana yang berani memangsa singa jantan?" sahut sang gadis.


"Grace, mantan kekasih ku."

__ADS_1


.....


__ADS_2