
Di tempat lain, sang psikolog sudah mendapatkan jalan untuk menuju bar.
Dia memutus panggilan telepon itu dan langsung pergi menuju bar yang dimaksud.
Untuk sampai di bar tersebut, sang dokter harus perjalanan selama 2 jam.
Sedangkan sang wanita itu sekitar 3 jam yang lalu.
Sang dokter berharap jika Cat masih berada di sana.
Sesampainya di bar ...
Mobil sang dokter telah terparkir sempurna di depan bar.
Dia langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam bak tersebut. Matanya menelisik ke segala arah untuk mencari sang wanita.
Saat dia menemukan wanita yang ia cari, sesegera mungkin dia menghampirinya.
Sang dokter berada di samping wanita itu dan langsung memapahnya pergi dari bar.
"Thomas, mengapa dia pergi bersama wanita lain di saat dia mencintaiku? mengapa aku harus menikah dengan Rama sedangkan ada orang lain yang lebih mencintaiku daripadanya, mengapa hidupku selalu seperti ini? sepanjang hari dan selalu menelan pil pahit dalam sebuah cinta yang tak pernah aku ketahui rahasianya. Mengapa? semuanya pergi meninggalkanku disaat semuanya tidak ada yang baik, aku merasa sangat buruk."
Cat meracau tidak karuan, sang wanita setelah terpengaruh minuman beralkohol sangat banyak.
__ADS_1
Sang wanita terlihat menghabiskan banyak botol untuk meredakan rasa kecewa yang mendalam.
Setelah sampai di tempat parkir, sang dokter langsung masukkan tubuh Cat ke dalam mobil di posisi jok belakang.
Setelah itu dia tancap menuju rumahnya yang merupakan hasil dari kerja kerasnya bekerja sebagai psikolog selama tiga tahun ini.
Perumahan elit yang minim interaksi sosial.
Sang dokter hanya tinggal sendiri. Tugasnya sebagai tenaga kesehatan tidak bisa melakukan sesuatu yang sesuai dengan keseharian orang-orang disekitarnya.
Kadang dia juga tidak tidur di rumahnya karena pekerjaan dokter yang sangat padat jadwalnya.
Setelah sampai di perumahan elit tersebut, dia memarkirkan mobilnya di dalam garasi.
Dia turun dari mobilnya, kemudian memapah tubuh Cat yang terlihat masih lemas dan tidak berdaya.
"Kau ada di rumahku, tidak perlu mengkhawatirkan hal lain."
Sang dokter merebahkan tubuh itu di atas ranjang miliknya.
Dia segera melakukan tindakan terhadap wanita malang di depannya.
"Dok! bunuh aku! aku tidak pantas untuk hidup!"
__ADS_1
Sang wanita tidak mampu melakukan apapun, dia sudah pasrah.
"Jangan, aku akan menolongmu. Kau ingin bertemu Thomas? nanti akan aku sampaikan kepadanya."
Sang dokter memberikan pencerahan kepada pasiennya agar tidak galau ataupun merasa sendiri karena dia telah diamanati oleh Thomas untuk menjaga Cat.
"Tapi Thomas sudah bersama dengan Grace."
"Tidak masalah, dia masih sangat mencintaimu tapi belum mampu mengatakannya secara langsung. Kau harus lebih bersabar karena Thomas bersama wanita itu memiliki alasan yang sangat krusial. Jangan terlalu memikirkan hal lain, kau hanya perlu sembuh."
"Aku ingin mati."
Sang wanita berusaha bangkit dan melakukan segalanya dengan sekuat tenaga agar bisa melukai dirinya sendiri.
"Jangan, kau harus hidup. Kau harus menemani Thomas agar dia mampu melawati segalanya dengan baik tanpa harus merasa bersalah kepadamu."
"Hiks ...."
Cat merasakan kesedihan yang mendalam.
Dia tidak mampu memberikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Apa yang dia anggap masa depan yang akan membawanya menuju satu tujuan akhir, kebahagiaan abadi.
__ADS_1
Akan tetapi nyatanya wanita itu tak mendapatkan apa yang menjadi harapannya.
*******