
Setelah berbincang sebentar dengan calon ayah mertua, Rama berpamitan untuk mengajak Cat pergi bersamanya untuk pergi ke butik tempat sang ibu membeli pakaian khas keluarga Dimas yang elegan dan mewah.
Sang ayah memberikan izin, dia sangat bangga memiliki calon menantu yang selalu pasang badan untuknya dan keluarganya, terutama Catlyn.
"Berhati-hatilah," pinta ayah Cat.
"Baik ayah mertua," jawab sang pria tampan.
Kedua pasangan serasi itu keluar dari rumah, perlahan menuju mobil mewah yang terparkir sempurna di depan rumah Catlyn.
"Aku ingin pergi ke toko buku sebentar, nanti aku tunggu di butik," cakap Rama yang lebih dulu memberitahu apa yang akan dia kerjakan saat Cat memilih gaun pernikahan.
"Oke, tidak masalah. Tumben kau ingin membaca buku?" tanya Cat heran.
Biasanya sang pria tidak menyukai buku dan hal lain mengenai tulisan di atas lembaran kertas itu.
Akan tetapi, ini adalah suatu hal yang luar biasa.
"Memangnya aku tidak boleh membaca?" ujar Rama sambil mencubit pipi sang kekasih.
"Bukan begitu Rama, aku rasa kau banyak berubah setelah pulang ke kota ini," tukas sang gadis memberikan pendapatnya.
"Iya, kau dan Thomas, membuatku berubah, kau ada hubungan kan dengannya?" tanya sang calon suami penuh arti.
Cat mencoba mencerna kata-kata Rama.
"Maksudmu?"
__ADS_1
"Aku bertanya, apa kau ada hubungan dengannya?"
Raut wajah sang kekasih tetap sama, hanya saja kata-kata yang ia lontarkan sedikit aneh.
"Aku dan dia? hanya teman saja, lebih tepatnya musuh yang mendadak akur," jawab Cat apa adanya.
"Oh, bagus. Jangan sampai aku harus bertarung untuk mendapatkan dirimu," pungkas sang kekasih lirih.
Cat merasa aneh dengan si Rama, dia menjadi pria berbeda.
"Kak Rama? apa kau sakit?" tanya Cat khawatir.
"Sakit jika kau tidak mau menikah denganku," tandasnya.
Jawaban sang pria terdengar kejam dan tidak berperasaan.
Rama menghentikan mobil yang sedari tadi melaju.
Sang pria mendekati wajah cantik Cat, " Cium aku, berikan yang terbaik," bisik Rama.
Cat langsung menarik tengkuk sang kekasih, dia membenamkan bibir Rama masuk ke dalam harmoni cinta kasih, kedua bibir saling bertaut, bertukar nafas yang sama sekali tanpa nafsu.
Cat menunjukkan kasih sayangnya yang tulus, sedangkan Rama merasakan ketulusan itu.
"Love u baby," ucap Rama. Dia memeluk tubuh sang kekasih erat.
"Love u too, kau masih ragu?" tanya Cat sambil mendongak ke atas, dia menatap wajah Rama yang semakin tampan dan maskulin.
__ADS_1
"Tidak."
"Bagus, jangan memikirkan hal lain. Aku dan Kak Rama tidak akan berpisah."
Kata-kata Cat merasuk ke dalam sanubarinya, rasanya sangat bahagia.
Sang pria akan menghentikan penyelidikan tentang Cat dan Thomas.
Dia ingin hidup tenang bersama Cat.
"Baby, aku ingin memiliki 5 anak," cetus Rama sambil mengemudikan mobilnya kembali.
"Boleh, tapi kau harus membantuku merawatnya," jelas sang gadis yang kini lebih ceria.
"Oke, aku akan merawat anak dan ibunya," pungkas Rama.
"Kau baik Kak Rama, terimakasih."
"Bukan masalah besar, aku sangat mencintaimu."
Cat menjadi gadis paling bahagia di dunia ini, pria yang menjadi cinta pertamanya sangat baik dan pengertian.
Begitu pun sebaliknya dengan Rama, dia mencoba percaya dengan Cat.
"Aku percaya padamu baby."
*****
__ADS_1