
Thomas mengejar Defril yang berlari ke arah kamar Rama, dia langsung mengendong bocah itu dan membawanya pergi dari kamar tersebut, namun ada yang aneh dari pandangan matanya. Ada sesuatu yang menyebalkan terlihat oleh kedua mata itu.
“Sial!” umpatnya.
Bocah yang ada di dalam gendongan Thomas menatap pria itu dengan tatapan bingung, dia tidak memahami apa yang ayah Thomas katakan.
“Ayah, apa yang ayah katakan?” tanya si bocil.
“Tidak ada, ayo kita bermain di ruang keluarga saja, di sini banyak tikus,” jawab Thomas sambil mendekap tubuh bocah berusia lima tahun itu erat.
Netranya masih menatap dua orang yang seakan tidak perduli akan kehadirannya dan Defril.
‘Cih, pertunjukan luar biasa seperti ini, mengapa aku harus melihatnya? sial sekali nasibku,’ batinnya.
Thomas memilih untuk berdamai dengan keadaan, Cat bukan musuh atau temannya lagi, mereka berdua akan menjadi anggota keluarga beberapa hari lagi.
....
BRUAK!
Thomas sengaja membanting pintu kamar Rama, seketika itu juga kedua orang yang sedang bercumbu kemudian menghentikan aksinya.
“Kau lupa menutup pintu baby,” cakap Cat.
Dia terlihat malu, meskipun hanya ciuman, ini sangat memabukkan baginya.
__ADS_1
“Iya, mungkin ada yang melihat kita, aku malu sekali. Ini semua karena kau yang memaksaku,” imbuh Cat sambil melipatkan tangan di dada dengan bibir yang mengerucut.
“Bibirmu sangat manis baby, ini ciuman pertama kita dan sangat sakral tetapi mengapa harus di kamar mandi?” ledek si tampan Rama.
Calon mempelai pria terlihat mendekati calon istrinya dan memeluknya dari belakang.
“Baby, aku bahagia akhirnya kau mau mencium bibirku, aku mengira dirimu hanya menyukai fisikku saja, seperti gadis lain,” ungkap Rama merasa jika Cat adalah gadis yang berbeda, oleh karena itu, dia memilihnya menjadi calon ibu untuk anak-anaknya kelak.
Rama memang sangat populer. Apalagi di negara asalnya, kedua orang itu cukup dikenal karena prestasi dalam cabang lari marathon. Seperti diketahui sebelumnya bahwa Cat adalah pelari yang selalu mampu mengalahkan Thomas saat berkuliah dulu.
Sedangkan Rama adalah idola Cat yang memiliki hobi yang sama dengannya.
Sejak kepergiannya ke Slovakia, membuat Rama dan Cat semakin dekat. Apalagi ayah Cat juga sudah menikah lagi dengan janda cantik yang memiliki satu anak perempuan yang seumuran dengan Cat.
Meskipun kadang tidak akur, tapi tidak menutup kemungkinan keduanya tetap menjadi saudara tiri yang memiliki hubungan yang baik.
Cat dan Rama perlahan keluar dari kamar mandi dengan mantel hitam berada di kantong baju kotor milik Rama.
“Baby, setelah ini aku pulang ke rumah ya?” pinta Cat.
“Oke, tapi kau temui ibu dan kakakku terlebih dahulu,” jelasnya.
“Ya,” jawab Cat singkat.
Rama meminta Cat keluar terlebih dahulu karena dirinya ingin mengganti baju.
__ADS_1
Cat mengiyakan permintaan sang kekasih.
Di dalam hatinya terbesit ingin bertemu dengan Thomas.
Dia segera menuju ruang keluarga, tempat ia melihat Thomas tadi.
Baru beberapa langkah, menjauh dari kamar Rama.
Seseorang mencekal tangannya dan menyeret tubuh itu masuk ke sebuah ruangan yang ada di deretan kamar Rama.
Orang itu mengunci pintu.
Sang pria menghempaskan tubuh Cat di atas ranjang.
"Thomas? apa yang kau lakukan?" tanya Cat terkejut.
"Iya ini aku, katakan padaku kenapa bisa Rama Sadega menjadi cinta pertamamu! ini aneh Cat!" ungkap Thomas sangat cemburu.
Rasanya sesak saat mengetahui keduanya bercumbu mesra tadi.
"Aku sudah bilang kepadamu, cinta pertamaku Rama Sadega, aku juga tidak paham dia adalah adik tirimu," jelas Cat.
Thomas mendekat ke arah tubuh Cat, posisi tubuhnya terlentang, Thomas bertumpu dengan dua tangannya sedangkan Cat berada dalam kendalinya.
"Thomas? kau mau apa?"
__ADS_1
"Memakanmu!"
*******