Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Kenangan sebelum berpisah


__ADS_3

Sang gadis bengong, dia tidak mengerti maksud dari hampir dimangsa biawak, apalagi biawaknya adalah seorang gadis yang sangat Thomas cintai.


"Kau perlu masuk ke dalam untuk minum teh bersamaku Thom, kita bicarakan tentang biawak betina," pinta sang gadis.


"Haha ... apakah kau tertarik dengan pembahasan aneh ini?" tanya Thomas.


Sang pria ragu jika Catlyn mau mendengarkan alasan yang tidak masuk akal.


Namun, sang gadis terus saja mendesak Thomas, membuat sang pria memilih untuk mengikuti langkah Cat termasuk ke dalam rumah bersama sang gadis.


Kedua orang yang menjadi rival itu berjalan beriringan. Mereka berdua tidak nampak seperti dua orang yang bermusuhan seperti biasanya.


Permusuhan sepertinya telah hilang dari kehidupan Thomas dan Catlyn.


Kini mereka lebih memilih pertemanan daripada menjadi rival. Dibuktikan saat minum teh, sang gadis bahkan mempersilahkan Thomas duduk di sofa ruang tamu, sedangkan dirinya menyiapkan secangkir teh.


Suasana menjadi sangat akrab hari ini. Thomas tidak menyesal karena menemui Cat, karena di rumah ada biawak betina, dia khawatir si biawak akan kembali berulah.


Dua puluh menit kebersamaan Cat dan Thom membahas biawak betina, membuat kedua orang itu tertawa bersama, membagi pengalaman percintaan masing-masing yang aneh.


Sesekali keduanya juga meraih secangkir teh dan menyeruputnya.


Teh buatan Cat memang tiada duanya, ini adalah resep turun-temurun dari keluarga ibunya.


"Aku baru tahu jika kau mampu memendam perasaan terhadap orang lain dengan waktu yang cukup lama," ujar Thomas.


Sang pria kagum dengan kesetiaan dan dijunjung tinggi oleh Cat.

__ADS_1


"Iya, aku hanya menyukaimu sampai akhir. Apalagi aku akan pindah ke Slovakia, harapanku adalah mampu bertemu dengan Kak Rama. Bisa dikatakan aku gadis yang beruntung karena kemarin cinta pertamaku menelpon dan memberikan kabar bahwa dia telah mendaftarkan ku di universitas ternama di Slovakia. Kak Rama bilang, jika sewaktu ibuku masih hidup, ibuku menghubungi Kak Rama tanpa sepengetahuan siapapun dan menitipkan aku dengannya. Kebetulan ayahku juga suka dengan Slovakia, jadi tinggal di sana bukan masalah besar," tandasnya.


Sang gadis sangat ceria saat mengatakan bahwa akan bersekolah di negara yang membuat Thomas sakit hati.


Negara penuh noda bagi ibunya yang sampai saat ini harus menderita akibat bayangan perselingkuhan.


Pria itu sendiri juga merasakan kepedihan yang dirasakan oleh sang ibu.


Thomas hanya bisa berpura-pura bahagia untuk sang rival.


"Wah keren, kau bisa kirimkan aku foto saat berada di sana. Aku dengar ada tempat menarik yang sayang jika tidak kita singgahi," pungkasnya.


Si pria mencoba melakukan sebisanya. Berusaha membuat orang yang bahagia disampingnya semakin bahagia.


"Apa kau pernah datang ke negara itu?" tanya sang gadis.


Sang pria yang pandai menyembunyikan segalanya, mampu menepis segala kecurigaan yang terpancar dari sorot mata Catlyn.


"Belum Cat, aku tidak punya uang untuk pergi ke berbagai negera," jelas Thomas.


Sang pria segera menghabiskan secangkir teh, setelah cangkir itu kosong, Thomas berpamitan ingin pergi ke suatu tempat.


Namun, sang gadis mencegahnya, dia masih penasaran dengan apa yang di katakan oleh Thomas.


Jika pernah ke Slovakia, mengapa harus menghindar?


Pertanyaan itu menggelayutinya, dia masih memaksa Thomas, hingga sang pria harus mengatakan suatu kebohongan agar sang gadis tidak terlalu banyak bicara.

__ADS_1


"Kakakku pernah kesana, dia dulu seorang mahasiswa di salah satu universitas di Slovakia. Kau puas?" tandasnya.


Thomas tetap berdiri di depan sang gadis yang menghentikan langkahnya saat ingin pulang.


"Benarkah? apa kau tidak berbohong?" tanya sang gadis masih dengan argumen yang sama..


Thomas merasa aneh saat kedua tangan Cat memegang lengan kanan dan kiri miliknya.


Dia belum puas dengan jawaban sang rival.


"Astaga orang ini," sahut sang pria tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak dan hati Catlyn.


Catlyn melepas genggamannya, kemudian mengatakan sesuatu yang akan membuat Thomas jantungan.


"Jika kau pernah kesana, aku ingin kau menemaniku, itu saja. Soalnya ayah akan sibuk, dia tidak ada waktu untukku, ini adalah hal yang biasa, namun sangatlah sesak untukku," tutur sang gadis dengan senyum manisnya.


Thomas tidak memahami rasa apa yang ada di hatinya, namun pada intinya, dia masih merasa lelah untuk kembali membuka hati, apalagi untuk sang musuh, meski tidak ia pungkiri, sang musuh adalah kriterianya dalam mencari belahan jiwa.


Rasa sakit yang diakibatkan oleh pengkhianatan Grace, masih terasa di hati terdalamnya.


Dia belum mampu untuk bangkit, rasanya masih ingin berdiri ditempat, menikmati rasa itu sampai hilang tak tersisa.


'Jika kau memahami, harusnya kau tak boleh sedekat ini dengan musuh bebuyutanmu,'


batin sang pria yang merasa semua ini kesalahan dan harus segera diakhiri.


*********

__ADS_1


__ADS_2