Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Telepon dari ibu


__ADS_3

Daripada nanti kena mental dengan jurus tipu daya sang kakak, Thomas lebih memilih untuk segera masuk ke dalam kamar. Toh setelah ini, dia mau pergi lagi.


"Dia itu mirip ayah, penjahat wanita," ucapnya sambil berlalu dari ruang tamu.


Thomas melangkahkan kakinya menuju kamarnya, saat dia akan membuka pintu, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering.


Thomas segera meraih ponsel yang ada di saku celananya.


"Halo, siapa ini?" tanya Thomas yang melihat nomor ponsel baru sedang menghubunginya.


"Ini Ibu Thomas," jawab sang pemilik nomor baru.


Dia merasa sesak saat mendengar suara ibunya.


"Maaf ibu, aku baru pulang dari kampus, jadi aku tidak tahu kalau ibu menelpon," tandas Thomas yang merasa bersalah, membiarkan panggilan itu berlalu beberapa waktu yang lalu.


"Iya, ibu paham. Kabar kuliahmu bagaimana?" tanya sang ibu.


Wanita paruh baya itu memang sangat perhatian dengannya dan sang kakak. Semua hal ia perhatikan, dari hal sekecil apapun.


"Lancar Bu, oh iya, aku putus dengan Grace," jelas sang anak curhat kepada sang ibu.


"Bagus, saat kau mengenalkan gadis itu kepada ibu, ibu sudah tidak suka. Akan tetapi karena kau sangat mencintainya, ibu hanya bisa berdoa kalian berjodoh," ungkap Nyonya Dimas.


"Maaf kan aku ibu," timpal sang putra.


"No problem sayang, intinya anak ibu jangan terlalu terbebani masalah jodoh, nanti kau akan mendapatkan yang lebih baik," imbuh sang ibu yang selalu mendoakannya.


"Bu, kalau aku kuliah di Slovakia bagaimana?" tanya Thomas, dia sepertinya ingin menyusul rivalnya.


"Slovakia? kau mau pindah kuliah?" tanya sang ibu terkejut.

__ADS_1


"Tidak, hanya bertanya saja," tandasnya.


"Di sana ada masa lalu kelam ibu, awal mula ayahmu berkenalan dengan wanita malam itu kan di negeri sana, adikmu juga di sana. Kau bilang tidak mau bertemu dengannya, mengapa berpikir untuk pergi ke sana?" ujar sang ibu semakin heran yang apa yang di sampaikan oleh sang putra.


Thomas memutar memori ini, dia hampir melupakan sosok adik tirinya yang super menyebalkan itu. Dia yang merenggut kebahagiaan ibunya.


"Aku lupa, ya sudahlah! aku tidak akan bertanya tentang Slovakia lagi," tegasnya.


Thomas berhenti membahas Slovakia, dia beralih topik.


"Bagaimana keadaan ibu?" tanya sang putra.


"Baik, baru saja ibu minum obat. Oh ya, ayahmu sudah banyak berubah, dia semakin perhatian dengan ibu. Ayahmu sudah berjanji tidak akan mengkhianati ibu lagi," tutur sang ibu yang sangat polos itu.


"Cih, dia pengkhianat! mana mungkin bisa berubah secepat itu? kalau bukan walikota, sudah ku buat rempeyek," protes sang putra memicu tawa sang ibu.


"Haha, rempeyek kacang enak Thom," jawab sang ibu yang membalas candaan Thomas.


"Bentar bu, aku mau mandi dulu, soalnya setelah ini aku mau mengerjakan tugas di perpustakaan kota," pamit sang putra.


"Oke."


Panggilan telepon itu pun berakhir, kini saatnya waktu pembersihan diri.


Dia telah berada di dalam kamar mandi.


Dia berendam di bathtub sambil video call dengan Catlyn.


"Astaga Thomas, kau sedang berendam dan menelponku?" ucap sang gadis yang sedang, di atas ranjang sambil membaca buku.


"Aku bosan sendirian, jadi aku meneleponmu saja," jelasnya.

__ADS_1


Kedua orang itu terlibat perbincangan yang hangat, mereka membahas tentang tugas kuliah, tetapi sang gadis masih malas. Dia mengantuk katanya.


Saat perbincangan seru itu terjadi, tiba-tiba saja ada seseorang membuka pintu kamar mandinya.


"Thomas? kau sangat tampan saat berendam," cakap seorang gadis yang sangat ia kenal.


"Grace?" tandasnya.


Sang pria terkejut dengan penampakan sang mantan kekasih yang memakai baju seksi, terlihat belahan pegunungan yang membahana mendekat ke arahnya.


"Kau belum coba ini kan?" tanya Grace sambil pamer dua pengunungan di depan mata sang mantan, bahkan daging kenyal itu ia pamerkan kan full di depan Thomas.


"Cih, kau semakin murah ya? aku tidak berminat dengan gadis seperti mu!" ungkap Thomas, namun sang gadis terus saja merayu.


Cat yang risih mendengar suara tak biasa dari Grace yang bermain dengan miliknya sendiri di depan Thomas, langsung memutuskan video call.


"Kau gila ya!!!" Thomas mendorong tubuh itu, dan beranjak dari bathup. Untung dia masih mengenakan celana boxernya jadi saat sang gadis macam-macam, bird-nya masih terlindungi.


Sang gadis masih saja beraksi hingga dia melihat bagian bawah sang mantan kekasih yang sedikit menonjol.


"Punyamu lebih panjang sepertinya Thomas, ayo kita coba, satu gaya saja," pungkas Grace. Dia bahkan ingin merasakan hantaman roket sang mantan. Padahal Thomas bukan pria seperti itu.


Thomas semakin risih dengan Grace, rasa hormatnya telah pudar terhadap gadis itu.


'Grace, aku sangat memahami dan menghargai sifatmu yang aneh ini, tapi aku lebih menyayangi ibuku. Hubungan ini akan menyakiti ibuku,' gumam sang pria.


"Maaf, aku harus melakukan ini," imbuh sang pria.


Bruk!


Thomas memukul tengkuk Grace hingga dia terjatuh. Setelah itu, Thomas meraih handuk kimono dan mengenakannya.

__ADS_1


"Biar Bi Tina yang bereskan," cakap sang pria sambil meraih ponsel miliknya yang terjatuh di lantai. Dia segera menelepon Bibi Tina.


*******


__ADS_2