
Cat merasakan sesak didadanya, dia menyesal tidak mau menghubungi Thomas, hanya karena dia takut dengan perasaannya.
Catlyn menafsirkan mimpi yang selama ini ia alami, dia juga jatuh cinta dengan Thomas.
Rasanya tidak ingin jauh darinya tetapi dia selalu mengatakan bahwa hanya Rama yang ada di hatinya.
Dia selalu menepis apapun yang ada di dalam dadanya, perasaannya itu tidak akan pernah ia akui karena selama ini Rama telah membantunya.
Tidak akan mungkin untuk sang gadis menghianati pria yang selama ini bersamanya, membantunya, mengarungi hari selama 2 tahun ini bersama.
Rama juga adalah cinta sejati yang selalu ia rindukan kehadirannya.
Namun, perasaan untuk Thomas juga sama saja, apakah ini yang disebut hasrat terlarang musuh?
Dia telah menghempaskan permusuhan itu dan mendapatkan perasaan cinta dari Thomas.
"Aku tidak perduli Ver. Dia hanyalah musuh saat aku menjadi mahasiswa, kami tidak akan pernah bisa menyatu, dia sangat membenciku karena aku lebih segalanya dari dirinya."
Catlyn mencoba mengatakan yang ada di dalam hati, meskipun ia merasa sedih tetapi jika tidak ia curahkan kepada Verdin, akan tumbuh spekulasi yang lain.
Sang gadis hanya akan dicap sebagai gadis murahan yang mau dengan pria manapun meskipun sudah memiliki calon suami.
__ADS_1
"Sudahlah, kau akui saja. Ini juga belum terlambat," tandas Verdin.
"Kau datanglah ke pernikahan ya?"
Cat malas membahas masa lalu, dia mementingkan masa depan yang sedang ia jalani.
Thomas hanya masa lalu, tidak ada tempat di hatinya untuk Thomas.
Semuanya akan berlalu dengan pernikahannya bersama Rama.
Dia akan bahagia bersama Rama, setidaknya itu yang ia yakini suami ini
....
Sesampainya di dalam gedung, dia menatap pria tampan yang sedang bersama pria lain di atas kursi roda.
Dia malas untuk menghampiri, tapi pada kenyataannya, dia harus bersikap dewasa saat mengetahui fakta sebenarnya tentang perasaan Thomas kepadanya.
Tap ... tap ... tap ....
Derap langkahnya sangat yakin, dia ingin menutupi segalanya demi kebaikan kakak beradik itu.
__ADS_1
"Hay sayang? bagaimana? kau suka?" tanya Rama saat Cat datang.
Kedua mata Thomas dan Cat saling beradu pandang, namun hanya sekilas.
"Suka."
Sang gadis terlihat lemas karena proses yang mengetahui bahwa sang musuh memiliki perasaan yang lain untuknya.
Rasanya aneh, awalnya mungkin dia penasaran tetapi setelah mengetahui kenyataannya justru dirinya pusing sendiri.
Thomas merasa menjadi obat nyamuk kemudian dia pergi dari hadapan orang yang setelah pernikahan usai, menjadi adiknya itu.
"Tunggu, kakak jangan pergi dulu. Kau harus menemani kami melihat semua dekorasi yang ada di sini, aku rasa idemu cukup bagus, tapi mungkin ada sesuatu yang Catlyn inginkan," cakap Rama.
Rama yang tidak mengetahui apapun tentang fakta yang ada, seperti orang bodoh yang menawarkan diri untuk memberikan istri tercintanya kepada pria lain.
"Kau harus mengatakan banyak hal kepada Thomas, kau perlu apa katakan saja," imbuh Rama.
Rama hanya mengatakan itu kemudian pergi dari hadapan dua orang yang masih canggung tersebut, Rama pergi dengan alasan atau sesuatu yang harus kita kerjakan, pada bagian dekorasi aneh, dia ingin membahasnya kepada salah satu staf yang bertugas di sana.
Thomas dan Cat kembali beradu pandang.
__ADS_1
"Mengapa kau menyukaiku? jika akhirnya aku yang menyebabkan rasa sakit di kedua kakimu?"
******