Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Masih belum terbiasa


__ADS_3

Catlyn sangat terkejut dengan kenyataan ini, antara terkejut dan senang, karena mampu bertemu dengan seseorang yang sangat ingin ia temui selama ini.


"Ya syukur, jika kalian ada hubungan," jelasnya.


Si Cat tidak mau ambil pusing, toh dia dan Thomas tidak ada masalah apapun.


Jika pria itu menjadi kakak iparnya bukan masalah besar.


"Thomas dimana? aku ingin bertemu dengannya," pinta si Cat penasaran.


"Aku tidak tahu, sedang bermain dengan anak kami mungkin," cakap Grace penuh kesombongan.


"Oh, oke," ungkap Cat sambil menggandeng Rama.


Pria tampan yang menjadi calon suaminya kelak.


Rama dan Catlyn lebih memilih untuk menyapa Nyonya Dimas, daripada meladeni si Grace yang akan membuat emosi meletup-letup.


Grace yang merasa menjadi calon Nona Muda di keluarga Thomas, sangatlah berlagak.


Nyonya Dimas kemudian meminta Rama dan Catlyn masuk kembali ke dalam rumah karena belum berkenalan dengan kakak tiri Rama.


Rama yang selama ini tidak pernah bertemu dengan kakak tirinya mengiyakan meskipun dia masih banyak pekerjaan di kantornya.


Kedua calon pasangan pengantin itu kemudian masuk ke dalam rumah.


Terlihat dengan jelas, Thomas yang sedang bermain bersama Defril.


"Ibu, apa itu anaknya Thomas?" tanya Rama.


"Bukan, itu calon anaknya dari wanita yang akan ibu jodohkan dengan Thomas, dia bilang teman satu kampus nya," cakap sang ibu memberikan penjelasan.


"Oh," jawab Rama.

__ADS_1


Rama adalah anak dari wanita malam yang sangat dibenci oleh Thomas, meskipun begitu Nyonya Dimas sangat menyayanginya.


Sikap Rama yang santun dan tidak pernah melakukan keburukan membuatnya mendapatkan tempat dihati ibu sambungnya, karena setelah sang ibu kandung meninggal dunia akibat penyakit jantung koroner, dia harus tinggal bersama bibinya di Slovakia.


Rama dan sang bibi sangatlah dekat hingga keduanya seperti kakak dan adik karena, sang bibi di usia yang cukup muda.


Rama sangat penasaran dengan sosok sang kakak kiri, dia berjalan mendekati Thomas.


"Kak Thomas?" sapa Rama.


"Oh, oke. Aku Thomas, kapan kau kembali?" tanya Thomas.


Dia seakan tak mau bertatap muka dengan adik tirinya, kejadian beberapa tahun lalu masih membekas di hatinya.


Ibu dari Rama benar-benar membuat dirinya trauma akan kisah perselingkuhan yang ada di dalam rumah tangga kedua orang tuanya.


"Boleh aku bermain dengan anak kecil ini?" sahut Rama.


"Oke, boleh saja, tapi aku tidak janji dia mau ikut bersamamu," ketus Thomas.


Rama merasa tersinggung dengan sikap sang kakak tiri namun dia masih mau bersikap hormat.


"Ayo adik kecil, kita main bersama," pinta Rama sambil melentangkan kedua tangannya dan menggodanya agar mau bermain.


Tanpa terduga, Defril mau ikut bersama Rama.


Akan tetapi, kejadian setelahnya di luar dugaan.


Defril berada di dalam dekapan Rama kemudian kencing di celana, ini membuat Thomas tertawa.


"Haha ... kau ini sebagai pelampiasan rasa kebelet nya, bagaimana bisa kena pipis? haha...." Sang pria merasa bahwa Thomas memang sengaja melakukan hal ini untuk membuatnya malu.


Cat yang mengetahui sifat Thomas langsung menghampiri calon suaminya.

__ADS_1


Thomas melirik ke arah gadis pujaannya yang ini ini berada dekat dengan sang adik tiri.


"Tidak masalah baby, aku akan membantu membersihkan bekas pipis di bajumu, ayo masuk kedalam kamar mandi," pinta Cat.


Akhirnya kedua orang itu masuk ke dalam kamar mandi pribadi milik Rama.


Di sana keduanya sedang berbincang sambil membersihkan sisa pipis di mantel Rama.


"Baby, bagaimana bisa kau terkena pipis?" ucap Cat.


"Aku juga tidak tahu," jawab Rama datar.


Cat kemudian meminta ramah untuk melepas mantel miliknya karena dia akan mencucinya di rumah.


Setelah itu, dia merapikan kemeja milik sang kekasih.


"Kau cantik sekali," cakap Rama sambil menarik pinggang sang kekasih.


Wajah keduanya kini sangat dekat.


"Kau mau apa?" tanya Cat dengan senyum termanisnya.


"Aku mau kiss," pinta Rama nakal.


"Nanti saja, kalau ada orang yang melihat kan aku tidak enak," jelas Cat.


Akan tetapi Rama memaksa.


Cup!


Bibir keduanya saling bertaut, keduanya menikmati kecupan manis tanpa hasrat.


Namun hal lain yang tak keduanya sadari adalah pintu kamar mandi tidak tetutup sempurna, ada seseorang yang mengawasi dengan rasa cemburu di sana.

__ADS_1


******


__ADS_2