Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Thomas dan Yusita


__ADS_3

Thomas telah selesai melakukan kontrol kesehatan, Dokter Berta merasa senang dengan perkembangan yang ditunjukan oleh pria itu.


Seperti yang diketahui, kehidupan Thomas tidaklah mudah.


Dia mengalami kecelakaan dengan tersangka palsu, kejadian dua tahun lalu itu adalah sesuatu yang aneh baginya. Adanya kesengajaan dalam hari nahas itu mulai tercium sejak awal. Thomas belum mampu melakukan apapun karena dia masih dalam proses memulihkan kakinya yang lumpuh tidak permanen itu.


Besar kemungkinan dia akan sembuh dengan cepat.


“Carilah gadis itu Thom,” pinta Dokter Berta yang mengetahui permasalahan Thomas.


“Dia akan menikah dengan adik tiriku,” cakap Thomas santai.


Thomas tidak ingin terlalu mempermasalahkan hal ini, pada intinya dia sudah mengikhlaskan kepergian Cat dan menerimanya kembali sebagai adik iparnya.


“Thom? kau baik-baik saja?” tanya sang dokter yang mengkhawatirkan keadaannya.


“Berbohong jika aku mengatakan bahwa diriku baik-baik saja. Namun, perasaan cinta memang tidak bisa dipaksakan dok, biarkan saja semua ini menjadi derita ku dan akan mememui kebahagiaan setelah ini,” ungkap Thomas yang tetap tegar meskipun marah.


Logikanya tidak mampu menerima, secara hati mungkin terluka.


Dia tetap inginkan Cat, menunggu sampai dia janda pun Thomas akan melakukannya. Asalkan dia tidak berpisah dengan Cat dalam waktu yang lama. Rasanya tersiksa lahir dan batin kala mengetahui Cat dan menjadi bagian dari keluarganya. Akan tetapi bukan sebagai pendamping hidupnya, melainkan menjadi kakak ipar gadis yang berada di hatinya dua tahun terakhir ini.


“Kau pria terbaik yang pernah aku temui, kau menjadi ayahnya Defril saja,” tandas sang dokter.

__ADS_1


“Grace itu mantan kekasihku dulu, dia membuat Defril tepat di depan mataku, jadi aku tidak akan mungkin menjadi calon ayah Defril.


Jika Defril nyaman denganku, bukan berarti aku akan menjadi ayahnya bukan? aku sudah memaafkan Grace atas hubungan terlarang yang nyata itu. Dia bahkan mendesaah didepanku dan bermain gila dengan mantan suaminya itu saat kami masih menjalin kasih, kau paham maksudku kan dok?” beber Thomas.


Pria itu mengatakan hal yang sebenarnya tanpa rasa malu sedikit pun karena dia dan sang dokter sudah sangat dekat lebih dari saudara.


“Aku pernah mendengar jika Grace masih mencintai dirimu yang tidak pernah menghiraukannya lagi. Oh, ternyata ini alasannya. Grace sudah terlalu menyakiti hatimu dan kau tetap tenang tanpa melakukan pembalasan? kau memang pria luar biasa Thomas! Aku yakin Cat akan menyesal telah memperlakukanmu seperti ini,” pungkas Dokter Berta yang menyayangkan gadis bernama Cat tidak memperdulikan perasaan Thomas.


“Cat tidak mengetahui jika aku menyukainya, aku tidak sempat mengatakannya kepada Cat,” cakap Thomas.


Persaingan antara dua orang itu memang tidak bisa dielakkan lagi, namun kala keduanya mendapatkan takdir masing-masing, tidak ada yang mengetahui bahwa seorang pria juga bisa terluka kala dia mendapatkan keburukan akibat perasaan yang tidak terbalas.


Mereka berdua sedang melakukan perbicangan yang lumayan panjang, bukan permasalaahan mengenai kelumpuhan Thomas, melainkan perasaan Thomas dalam menanggapi kehidupan yang sudah hancur sejak kepergian Cat.


“Dengan anakku saja, Yusita, dia adalah gadis yang baik. Kau tidak perlu menakutkan apapun, dia melakukan segala tugas seorang wanita dalam biduk rumah tangga,” jelas si dokter.


Thomas hanya mencintai Catlyn tidak ada yang lain.


.......


Tok ... tok ... tok ....


Terdengar suara pintu diketuk, sang dokter kemudian meminta orang yang mengetuk pintu itu untuk segera masuk ke dalam.

__ADS_1


Klek!


Pintu terbuka, Thomas dan sang dokter menoleh ke arah sosok cantik dengan rambut panjang tergerai.


“Yus, temani Thomas sebentar, ibu akan keluar sebentar,” cakap sang dokter yang sudah mempersiapkan segalanya.


“Oke bu,” jawab Yusita yang memiliki ketertarikan dengan Thomas.


Pria itu tidak memiliki perasaan apapun dengan sang gadis, namun tetap memperlakukan sang gadis dengan baik, dia bukan pria kasar.


Yusita duduk di sofa yang lumayan jauh dari Thomas berada.


“Thomas, apa kabar?” tanya Yusi.


Sang gadis melirik ke arah pria itu, saat Thomas mengetahui jika dia mendapatkan lirikan mata, Thomas memutar kursi rodanya dan menghampiri Yusita.


“Kau tidak perlu malu-malu, kita sudah seperti saudara bukan?” ungkap Thomas sambil mengusap kepalanya pelan.


Raut kemerahan terlihat di pipi sang gadis, tanpa Yusi sadari, ada yang tidak menyukai tindakan manis Thomas.


Dia adalah Grace.


Wanita itu sedang mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit.

__ADS_1


‘Apa aku harus kehilangan Thomas lagi? tidak akan pernah! dia adalah milikku, selamanya akan begitu,’ gumam sang wanita dengan mulut yang mengerucut.


********


__ADS_2