
"Thomas, dokter Berta memiliki seorang anak gadis, namanya Yusita, dia anaknya sangat ramah dan humble. Dia anak gadis satu-satunya dari dokter Berta," ungkap sang ibu.
Sang ibu ingin anaknya segera menikah dengan wanita yang terhormat, namun Thomas menyadari keadaannya yang tidak sempurna. Sang putra menolak penawaran sang ibu dengan alasan masih ingin bekerja mencari uang yang banyak agar calon istrinya bahagia saat bersamanya.
Dengan keadaannya yang seperti ini, dia tidak ingin diremehkan, biarpun berada di kursi roda dia tetap ingin menjadi pria yang mampu bertanggung jawab kepada keluarganya kelak.
Sang ibu sepertinya mampu memahami kesulitan yang sedang dialami oleh sang putra, pada akhirnya Nyonya Dimas menyerahkan keputusan akhir kepada Thomas.
"Ibu hanya ingin kau bahagia, setelah ayahmu dan wanita itu berpisah kemudian adik tirimu juga berada di luar negeri, aku merasa keluarga kita menjadi utuh kembali. Kau dan kakak mau tinggal di rumah kemudian, hidup kakakmu juga lebih baik, dia menjadi ayah yang luar biasa untuk 2 putra semata wayangnya yang kembar itu,"pungkasnya.
"Aku masih ingin bermain dengan keponakanku, dua jagoan itu emang masih bayi tetapi sangat mengerti keadaanku, usia mereka masih 1 tahun Namun mampu menghibur dikala aku sedang penat, mereka berdua mengajarkanku arti sebuah kebahagiaan yang sederhana. Astaga, kita menjadi sangat melow hari ini bu," ucap sang putra.
Thomas memeluk tubuh Sang Ibu kemudian mengusap air mata sang ibu yang sudah turun ke pipi.
Selama beberapa bulan ini ini, sang Ibu terlalu gencar memperkenalkan beberapa wanita kepada sang putra, padahal Thomas sudah mengatakannya berulang kali bahwa dirinya pasti akan menikah tetapi masih belum bisa ditentukan waktunya.
Jika dia akan menikah pasti semuanya akan terlaksana dengan mudah, untuk saat ini, dia memang belum ingin membuat ikatan pernikahan apalagi mengetahui bahwa wanita yang sangat iya cintai adalah seseorang yang akan menjadi adik iparnya.
Permainan takdir yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
.....
Sesampainya di tempat praktek dokter Berta ...
Nyonya Dimas mengatakan kepada sang sopir bawa mobilnya harus berhenti tepat di depan tempat praktek, karena beberapa hari yang lalu, sang sopir sempat teledor dan menghilangkan mobilnya.
Sang ibu tidak marah karena mobil itu juga termasuk hasil dari menjual beberapa aset untuk membeli mobil operasional untuk keperluan wedding organizer, aku tapi nasib buruk masih berada di keluarga Thomas.
Lagi-lagi, akibat perbuatan sang ayah, Thomas harus menanggung dosa besar yang entah kapan akan berhenti merongrong dirinya dan sang ibu.
Satu hal yang paling berat harus Thomas alami adalah dia kehilangan Cat. Wanita yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya.
Bukan apa-apa, selama Thomas mengalami kecelakaan, hanya wanita itu yang selalu berada di mimpi Thomas dan menyemangati dirinya.
Dia menjadi pria yang semakin kuat dan tidak rapuh.
"Nyonya, sudah sampai," ujar sang sopir, melapor.
"Ok, kau tunggu di sini dulu, aku mau masuk ke dalam bersama Thomas," pinta Nyonya Dimas.
__ADS_1
"Baik Nyonya," pungkasnya.
Sang ibu turun lebih dulu dari mobilnya, kemudian mengambil kursi roda yang ada di dalam bagasi. Setelahnya, membantu sang putra untuk duduk di kursi roda itu.
"Terima kasih ibu," ucap Thomas.
Sang ibu mengangguk.
Dia menutup pintu mobil, selanjutnya mendorong kursi roda itu menuju pintu utama ruang praktek dokter Berta.
.....
Saat masuk ke dalam area tempat praktek, Thomas tidak sengaja melihat seorang gadis yang pernah dia kenal sebelumnya.
Sang gadis yang juga mengenal Thomas, langsung menghampiri pria itu.
"Grace? apa yang kau lakukan disini?" tanya Thomas.
Dia tidak menyangka akan bertemu dengan mantan kekasih di tempat dokter Berta.
"Iya, ini adalah rumah sepupuku, aku kemari untuk mengambil anakku, astaga kenapa kakimu?" tanya Grace yang iba dengan yang terjadi dengan Thomas.
Saat Thomas dan Grace sedang berbincang, terdengar suara imut dari pria mungil yang berlari ke arah Grace.
"Ibu ...!!!" pekik si bocah gemoy sambil memeluk kaki sang ibu.
"Ibu, paman ini seperti orang yang ada di ponsel ibu?" celoteh sang putra.
Grace yang kini menjadi single parent merasa malu.
"Huss! jangan mengatakan sesuatu yang tidak kamu mengerti," cakep Grace.
Dia salah tingkah dengan apa yang diungkapkan oleh putranya.
"Biarkan saja Grace, bukannya kita berdua dahulu memang seorang teman?" ungkap Thomas menghibur si bocah kecil agar tidak merasa dimarahi oleh ibunya.
Grace masih merasa kikuk karena masih menyimpan rasa kepada Thomas.
"Oh, paman dan ibu dahulu adalah teman? jadi ayah itu pergi meninggalkan kita karena ...." Belum sempat bocah enam tahun mengatakan banyak hal, Grace langsung menggendong dan memberinya coklat agar sang putra tidak terlalu mengatakan banyak hal itu.
__ADS_1
Thomas memahami apa yang dialami oleh mantan kekasihnya, karena suami Grace memang playboy cap kadal buntung.
Grace meninggalkan dirinya dan mendapatkan seorang pria yang lebih buruk sehingga dia harus hamil diluar nikah, hidupnya sama menderitanya dengan Thomas, hanya saja dengan masalah yang berbeda.
Sang ibu yang sedari tadi memperhatikan putra Grace, merasa ingin menggendongnya.
"Thomas, Ibu ingin sekali menggendong putra temanmu," bisik sang ibu.
Nyonya Dimas memang sangat menyukai anak kecil, apalagi putra Grace, seorang anak laki-laki. Nyonya Dimas akan teringat saat sang putra kecil dulu.
"Ibu jangan mempermalukanku, kita keluar dari sini untuk mengecek kondisi ku. Bukan menggendong anaknya," bisik Thomas pula.
Grace samar-samar mendengar permintaan ibu Thomas, langsung memberikan putranya kepada Nyonya Dimas.
"Defril, ikut oma ya?" pinta Grace, membuat Thomas dan sang Ibu terkejut.
"Tapi Def, dan tidak mengenal oma ini. Nanti kalau Defril diculik, bagaimana?" tanya sang putra dengan tatapan waspada.
"Tidak, oma ini adalah orang baik. Coba saja," bisik Grace.
Sang putra awalnya ragu, namun saat ibu Thomas berjanji akan menceritakan sebuah dongeng, Defril setuju untuk bersama Nyonya Dimas.
Nyonya Dimas mengajak Defril duduk di sebuah ayunan menceritakan banyak dongeng.
Sedangkan, Thomas dan sang mantan kekasih kembali berbincang.
"Suamimu selingkuh?" tanya Thomas langsung kepada inti pembicaraan.
Raut kesal langsung menyelimuti wajah mantan kekasihnya. Terlihat jelas emosi yang menggebu di sana.
"Kau baik-baik saja?" imbuhnya saat melihat reaksi Grace.
"Dia berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri kemudian meninggalkanku tanpa memberikan apapun pada selama ini ayahku selalu membantunya dalam menjalankan bisnis WO nya, aku malas mau bahas dia," pungkasnya.
Grace kemudian bersimpuh di depan Thomas.
"Maafkan aku, ini adalah balasan yang pantas untukku, harusnya aku tidak meninggalkanmu tetapi justru aku berkhianat kepadamu! maaf Thomas!" ujar Grace sambil berurai air mata.
******
__ADS_1