Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Rama meragu


__ADS_3

Saat pria itu masuk ke dalam cafe, ia langsung menelisik ke segala arah. Dia mencari detektif andalannya.


"Tuan!" pekik seseorang dari arah belakang.


Sontak Rama langsung menoleh, dia tersenyum mendapati sang detektif ada di kursi belakang, jaraknya lumayan jauh jadi si detektif langsung memanggil si Tuan Muda Rama.


Tap ... tap ... tap ....


Langkahnya kini sudah berada di depan meja detektif.


Sang pria kemudian menarik kursi dan duduk di samping sang detektif.


"Tuan, lama tidak berjumpa. Apa kabar?" tanya sang detektif.


"Aku baik, kau sendiri? setelah beberapa bulan di LA, kau menjadi lebih subur Bram," ungkap Rama.


Bram adalah seorang kenalan bisnis yang sangat dekat dengan Rama, dia juga bergabung di lingkaran detektif handal di LA, jadi tidak salah jika Rama mempercayakan hal ini kepada Bram.

__ADS_1


"Haha ... aku sudah menikah, anakku ada 5. Banyak sekali bukan? kita harus beranak pinak jika memiliki istri cantik," cakap sang detektif membuat sang pria tertawa.


"Hahaha ... kau bisa saja, ya nanti aku juga akan mengikuti langkahmu, membuat istri ku repot dengan banyak anak, tapi kita tidak boleh pergi ke bar kemudian bersenang-senang, itu namanya tidak gentle," bisik Rama.


Dia mengetahui kelemahan Bram, dia adalah suami takut istri. Sang istri sangat galak, ini disebabkan oleh Bram sendiri yang suka main ke Bar saat masih pengantin baru.


Sejak ketahuan minum di Bar, sang pria langsung mendapatkan bogem mentah dari sang mertua.


Semua aset dibekukan, Bram menjadi pria miskin.


Saat dia menyadari kesalahannya, dia meminta pengampunan, tapi dengan satu syarat, harus tetap setia. Itu yang selalu Bram ingat, kata-kata sang istri yang super galak itu.


Bram memang sangat ngeri dengan sang mertua yang mantan jagal yang sudah tobat. Bisa kena cincang jika banyak tingkah.


"Oh ya, kita lanjutkan pembahasan tentang penyelidikan calon istrimu, ceritakan apa masalahmu," pinta sang detektif.


Rama yang sedari tersenyum sumringah, kini berganti dengan wajah penuh keseriusan.

__ADS_1


"Ehm ... calon istriku sepertinya ada hubungan dengan kakak tiriku, namanya Thomas. Dia anak mantan wali kota, dia sangat membenci ibuku. Besar kemungkinan akan merusak kebahagiaanku," ungkap Rama berspekulasi.


"Oke, aku coba cari informasi tentang pria itu. Sebenarnya aku ada beberapa file tentang si Thomas itu, namun belum kongkrit, aku harus mencari hal lain yang bisa menyakinkan jika kakak tirimu akan menjadi masalah besar dalam kehidupanmu," pungkas sang dekektif.


"Oke, cari saja secara lengkap. Aku akan menunggu, dua ratus juta cukup?" jelas Rama sambil mengeluarkan check dari balik kemejanya.


"Lebih dari cukup, oh ya. Maaf jika aku menyingung perasaanmu, kalau tidak salah Catlyn kan calon istrimu? bukannya dia teman kuliah Thomas? mereka ada hubungan, kau tahu ini?" cakap sang detektif.


Rama mengingat tentang Catlyn pernah salah menyebut nama, waktu itu Cat menyebut Rama dengan sebutan tembok.


"Apa mereka akrab sekali?" tanya sang pria menelisik.


"Musuh, keduanya bermusuhan Tuan. Ini kata seorang alumni yang aku hubungi. Dia cukup dekat dengan Thomas," jelas Bram.


Rama semakin curiga, dia tidak bisa mempercayai Cat sepenuhnya.


'Jika aku berani mengkhianatiku! tunggu saja pembalasanku, aku mungkin akan menikahimu, tapi bukan pernikahan impian seperti yang kau harapkan!'' batin Rama.

__ADS_1


Dia dalam mode cemburu akut, semuanya terlihat samar dan hanya emosi yang eksis di otak dan hatinya.


....


__ADS_2