
Thomas menghubungi nomor ponsel Tuan Fabio, namun tidak ada jawaban.
Saat dia menghubungi nomor Nyonya Fabio, ternyata sama saja.
Pada akhirnya, Thomas hanya bisa memberikan saran.
"Cat, kau sekarang sudah menjadi wanita dewasa, jika ada masalah, bicara baik-baik dengan pasanganmu, selama ini aku tidak pernah menghubungimu karena takut terjadi kesalahpahaman."
Pria itu mencoba menengahi, rasanya aneh jika dia ikut masuk ke dalam masalah Cat.
"Maaf Thom, tapi dia sudah berani main tangan denganku, saat berhubungan di ranjang, dia juga semakin kasar. Aku lelah saat dia menuduhku berselingkuh, padahal aku hanya bertemu Verdin untuk urusan pekerjaan, itu juga sudah bilang padanya dan dia mengizinkan."
Cat mengatakan keluh kesahnya.
Dia merasa diperlakukan tidak adil, semua yang telah ia berikan seperti tidak ada gunanya.
Thomas memahami perasaan Cat, namun dia tidak bisa langsung bertindak.
"Kau bicarakan lagi dengan suamimu, katakan bahwa kau memiliki bukti kesalahan pahaman ini."
Thomas memberikan saran yang paling aman, dia tidak ingin rumah tangga adik tirinya semakin hancur.
__ADS_1
Saat Cat benar-benar menangis, tiba-tiba ...
BRUAK!
Pintu rumah Thomas di buka paksa oleh seorang pria yang sangat ia kenal.
"Rama?" ucap Thomas sambil beranjak dari tempat duduknya, Cat bersembunyi di balik tubuh kekar Thomas.
"Oh, jadi kau benar bersama dia selama ini? foto yang tiga bulan lalu aku simpan, serta bukti dari detektif memang menjurus kepada perselingkuhan antara kau dan pria licik ini!"
Rama terlihat sangat marah, dia terkendali.
Defril yang melihat orang asing masuk rumah Thomas, langsung meneriaki Rama.
Sang pria hanya tersenyum sinis," Ini yang kau ajarkan kepada anakmu? kau adalah ayah yang baik, tapi kau tidak pandai merawat anakmu!"
Rama mendekat ke arah si bocah, dia menggendongnya.
"Thomas, jika aku bawa anakmu, apa kau akan memberikan istriku? apa kau masih ingin sisa dari ku?"
Rama terlihat sangat kotor, dia lusuh, seperti orang mabuk yang banyak bicara.
__ADS_1
"Lepaskan aku paman! paman jahat!"
Sang bocah memberontak, dia memukul dada Rama. Namun Rama tidak melakukan apapun, dia masih saja menggendong bocah itu.
"Cih, apa kau masih memiliki keberanian untuk bertemu ibumu yang j*a*l*a*n*g itu? jika berani kasar pada istrimu?" tukas Thomas, dia semakin memeluk erat tubuh Cat.
Wanita itu terkejut dan menatap wajah Thomas yang sangat tampan dengan rambut tipis yang mulai tumbuh di pipi dan dagunya.
"Sialan kau!" umpat Rama sambil meletakkan begitu saja si bocah di atas sofa.
Bocah itu menangis.
Thomas naik pitam.
"Cat, bawa Defril masuk ke kamar," cakap Thomas, dia menatap wajah Cat lekat.
"Tapi, bocah itu terlalu dekat dengan Rama, aku takut Thom," bisik Cat.
"Aku akan mendorong Rama menjauh, kau bawa Defril, anak itu tidak boleh melihatku marah, dia trauma dengan ayah kandungnya yang selalu kasar dengan Grace, dia akan histeris dan ini tidak bagus untuk mentalnya," tutur Thomas.
Deg!
__ADS_1
Cat menyadari tentang fakta bahwa Thomas masih single dan tidak ada pernikahan antara dirinya dan Grace.
*****