Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Panggilan Defril


__ADS_3

Cat meraih ponsel miliknya yang ada di saku celana, setelah itu menatap layar ponsel tersebut.


Di sana terlihat nomor ponsel ibu Thomas.


Sang istri langsung menjawab panggilan tersebut.


"Iya ibu, ada apa kau menelponku?" tanya Cat merasa bahwa sang ibu mengalami kesulitan.


"Defril, dia demam."


Deg!


Jantung Cat seketika akan copot saat mendengar pesan putra sakit demam.


Dia langsung menutup panggilan itu dan meminta Thomas untuk segera pulang ke rumah. Cat tidak ingin jadi sesuatu terhadap putra yang sangat ia cintai.


Meskipun hanya seorang anak tiri tetapi dia sangat mencintai Defril lebih dari apapun, apalagi dirinya dan Thomas belum memiliki momongan.


Defril menjadi pusat perhatian keduanya mencurahkan kasih sayang.


Sang putra juga sangat akrab dengan Cat, yang notabene ibu sambungnya.


.....


Perjalanan menuju rumah ibu Thomas, membutuhkan waktu beberapa jam.


Hingga perjalanan yang ditempuh dengan cukup singkat itu, mampu membuat keduanya merasa lega.


"Setengah jam baby, aku seperti pembalap," ungkap Thomas yang ngos-ngosan.


"Haha ... kau kan memang pembalap? apakah lupa dulu pernah menceritakan kepadaku jika dirimu sering mengikuti balap mobil? yang pasti balap mobilnya itu adalah tidak legal," celetuk sang istri.


"Sudahlah jangan membicarakan masa lalu, itu kan waktu aku masih muda sekarang aku sudah memiliki anak dan istri, malu rasanya mengingat kejadian masa lalu. Aku sangat bengal waktu itu," tandas Thomas.


Cat hanya tersenyum mendengar alasan dari sang suami yang kini sudah dewasa itu.


Keduanya menghentikan pembicaraan mengenai masa lalu kemudian turun dari mobil dan segera masuk ke rumah untuk melihat keadaan sang putra yang katanya demam.


Cat dan Thomas berjalan menuju kamar si kecil. Keduanya dibuat terkejut saat melihat sang putra tidak sakit sama sekali, demam juga tidak.

__ADS_1


"Astaga! apa ini sayang? ibu mertua juga melakukan kebohongan ini? bersekongkol!" tandas Cat sambil mendekati sang putra dan menggelitiki pinggangnya.


Defril itu sangat bahagia mampu membohongi kedua orang tuanya sehingga bisa datang untuk menjauhinya karena beberapa hari ke depan tidak ada waktu untuknya.


Sang ibu mertua yang merupakan nenek Defril, mengatakan bahwa kedua orang tuanya sedang berusaha untuk memunculkan adik bayi untuk Defril.


Sang putra menjadi marah, memiliki ide yang sangat lucu ini.


"Ayah dan Ibu, kalian berdua sama sekali tidak menyayangiku, kalau ingin memunculkan adik bayi kan bisa di rumah! tidak perlu sampai ke puncak!" ungkap sang memiliki rasa iri yang berlebih terhadap bayi yang belum sampai di perut sang Ibu itu.


"Sayang, maafkan ayah dan ibu, kami akan pulang dan menemanimu setelah ini," jelas Cat ketika melihat sang putra merengek.


Sedangkan ibu mertuanya yang sedari tadi mendengar percakapan itu tidak mengizinkannya.


Dia ingin cucu kembar, bagaimana bisa cucu kembar tidak berusaha dengan keras, itu yang ada di benak Nyonya Dimas.


"Haha ... kalian berdua itu sangat lucu ya? Aku sama sekali tidak mengizinkan kalian untuk pulang sebelum satu minggu, yang pasti sebelum ada bayi di perut mu jangan pulang dulu!" ujar si ibu mertua yang sangat posesif itu.


Defril cemberut, dia tidak rela jika kedua orang tuanya pergi meninggalkannya terlalu lama karena dia juga butuh kasih sayang Cat dan Thomas.


....


"Nenek, sangat jahat mengusir ayah dan ibu dari rumah!" teriak Thomas.


Pria kecil itu beranjak dari ranjang kemudian duduk di sofa kamarnya, dengan wajah cemberut dan menunduk.


"Dia seperti waktu masih kecil Thomas?" ujar sang ibu sambil menunjuk sang cucu yang sama sekali belum berpindah posisi dan ekspresi.


"Haha ... apakah Thomas selucu itu?" pungkas Cat yang baru menyadari bahwa sang suami itu sangat lucu saat kecil.


"Haha ... iya, dia memang comel, seperti boneka yang ingin selalu dicubit oleh banyak orang. Thomas yang dulu sangatlah gemuk. Dia terlalu banyak makan, aku tidak akan membiarkan anakku kelaparan jadi apapun yang dia inginkan pasti akan aku penuhi."


Sang ibu mertua memang sangat senang anaknya gemuk, tidak mengapa daripada busung lapar. Itu yang ada dipikirannya.


Sang suami yang tidak terlalu memikirkan sang putra, membuatnya ingin menunjukkan bahwa dirinya juga bisa memberikan kebahagiaan meskipun hanya dengan makanan yang mengandung banyak lemak dan daging.


Humberger, adalah masakan cepat saji yang sangat Thomas sukai.


Hingga saat kuliah, dia berhenti makan-makan instan.

__ADS_1


Dia lebih senang berolah raga dan makan makanan yang bergizi.


"Itu dulu, aku yang sekarang lebih bahagia dengan perut sispack dan badan yang aduhai," puji Thomas sendiri yang memang sangat perfect dalam penampilan.


Tak ayal membuat mantan istri dan sang istri sangat mengidolakan dirinya, tubuhnya yang sangat seksi dan menggoda itu.


"Hm ... ya, aku mengakui jika tubuhmu sangat bagus," cetus sang istri yang memang tidak memungkiri hal tersebut.


"Aku akan menyenangkan mu malam nanti sayang?" celetuk Thomas yang merasa dirinya harus memberikan service terbaik kepada sang istri nanti malam.


Sang istri merasa malu, apalagi ada putra tercintanya yang malas mendengar percakapan keduanya dan langsung pergi dari kamar.


Thomas menyusul Defril.


Sang bocah duduk di ruang tamu sambil menonton televisi, Thomas memberikan rayuan mautnya.


"Nonton bioskop besok, mau?" tanya Thomas kepada si kecil fokus dengan tontonan yang ada di depannya.


"Mau, tapi ayah harus berada di sisiku sepanjang hari, aku tidak suka ayah dan ibu bersama dan melupakanku!" ungkap Defril yang merasa diabaikan oleh kedua orang tuanya.


Saat Thomas masih membujuk sang putra, kini giliran yang datang, kemudian meminta Thomas untuk meninggalkan dirinya dan sang putra.


Setelah Thomas pergi, Cat duduk di samping sang putra.


"Wah, anak ibu sangatlah pandai dalam berbicara, ibu dengar Defril sangat ingin pergi ke taman hiburan? pergi bersama ibu ya?" ujar Cat menawarkan diri karena dia dan putra sudah lama tidak pergi bersama


"Ayah dan ibu sama saja tidak sayang kepadaku," jelas Defril.


Sang ibu memeluk tubuh Defril dan memberikan kecupan mesra di pojok kepala sang putra.


"Dengarkan ibu, ayah dan ibu, sama sekali tidak meninggalkan mu, kamu sangat sayang kepadamu tetapi memang ada suatu hal yang harus kami berdua saja, tapi Def jangan bilang-bilang ya? ibu akan tidur bersama Def di sini. Ibu kan pura-pura sakit juga dan menemanimu membaca buku cerita, paginya kita pergi ke taman hiburan. Okey?"


Tawaran menggiurkan dari sang ibu sambung.


"Oke, jika itu semua bisa membahagiakan ibu, pasti aku akan melakukannya!" cakap Defril yang kiri seperti pria dewasa saja saat berbicara.


Cat makin mempererat tubuh sang putra. Dia sangat menyayangi Defril.


*****

__ADS_1


__ADS_2