
Cat mengikuti apa yang Thomas katakan, dia berjalan perlahan menuju Defril, mata Rama tertuju kepada sang istri, dia mengira Cat akan pulang bersamanya, namun saat wanita itu mengendong tubuh Defril, kekecewaan hadir.
Rama kesal, dia hampir melukai Cat dan Defril.
Di situlah peran Thomas terlihat.
"Bung, selesaikan di luar," bisik Thomas.
Pria itu mencekal tubuh Rama dan mendorongnya keluar.
Saat berada di luar rumah, Rama sempat memukul wajah Thomas.
"Rasakan itu! kau adalah hal bodoh yang terlalu lama aku biarkan! seharusnya sudah dari dua tahun lalu, aku patahkan kakimu!" tegas sang adik tiri.
"Oh, jadi kecelakaan itu, kau yang merencanakannya?" jawab Thomas.
Dia tersenyum smirk, tubuh kekarnya beradu dengan dada bidang milik Rama.
Rasa kesalnya sudah ada di ubun-ubun.
Sang pria menarik kerah baju Rama," Ini adalah peringatan terakhir dariku, tinggalkan Cat, ceraikan dia! aku tidak rela orang yang aku cintai, kau permainkan! kau paham Rama Sadega?" pungkas Thomas.
Rama mencoba menyingkirkan kedua tangan Thomas dari kerah bajunya, namun kekuatan sang kakak masih lebih besar daripada adiknya, apalagi Rama masih terpengaruh minuman beralkohol.
__ADS_1
Bug!
Bug!
Bug!
Tanpa basa-basi, Thomas melayangkan bogem mentah ke arah sang adik tiri.
Rama juga tidak mau kalah, dia membalas dengan kekuatan seadanya yang pria itu miliki.
"Kau masih punya nyali rupanya pria lumpuh!"
Bug!
Bug!
Rama benar-benar babak belur, sang kakak kalap, hampir saja pria itu menghabisi Rama.
"Stop Thomas! lepaskan dia!" pekik Cat.
Dia berjalan ke arah dua pria yang sama-sama menginginkannya, dalam dekapannya ada Defril yang menangis ingin ayah Thomas.
"Rama, kau telah membuatku sakit hati, tapi melihatmu terluka, aku juga iba, kita selesaikan masalah ini di rumah," ucap Cat.
__ADS_1
Dia menyerahkan Defril kepada Thomas, sedangkan Cat sendiri memapah tubuh lemah Rama.
"Kau memilihku sayang? maaf! aku khilaf, aku percaya padamu, dia bukan selingkuhan mu, kembalilah padaku," ungkap Rama yang sudah berganti peran. Kini dia berakting tidak berdaya.
"Iya, kita pulang, jangan membuat keributan di rumah orang lain," pungkas Catlyn.
"Cat, apa kau benar-benar percaya padanya?" tanya Thomas.
"Aku tidak tahu, tapi akan lebih baik, aku selesaikan urusan rumah tanggaku dengan Rama, kau jaga Defril dan ibunya, mereka berdua membutuhkanmu," cakap Cat.
Dia berjalan tanpa menoleh kebelakang, rasanya sesak bagi sang wanita, namun, demi Defril, dia rela tak menghiraukan perasaan itu.
"Ayah, kakak itu baik, dia ingin ibu dan ayah bersatu," cakap Defril.
"Apa yang kau katakan kepadanya sayang?"
"Ibuku sakit, hidupnya tidak lama lagi, jika kakak itu menyukai ayah, ibuku akan sedih."
Thomas menatap wajah polos Defril," Kau anak yang baik sayang," pungkas Thomas sambil mencium kening sang bocah.
'Cat merasa iba dengan Defril, dia menjadi acuh padaku, tapi ini baik, semoga dia bisa menyelesaikan urusannya dengan baik, untuk urusan Grace, ibu Defril itu akan segera sembuh, aku akan membawanya pulang ke Jerman, aku rasa mengatakan hal yang sebenarnya akan lebih baik, kasihan Defril,' gumam Thomas sambil menatap kedua adiknya pergi dari hadapannya.
*******
__ADS_1