
Di tempat lain, Thomas dan ke tiga orang lainnya bersama seorang sopir duduk di dalam mobil. Sang sopir siap mengantar ke empat orang itu pulang ke rumah.
Defril sangatlah senang bersama Thomas, si kecil tidak akan pernah mengira akan mendapatkan teman yang lebih baik dari seorang ayah.
Dia dalam mobil, Thomas yang masih terbatas dalam bergerak, tetap saja menuruti apa yang dikatakan oleh si kecil.
Mereka berdua bermain dengan sangat gembira.
"Berangkat pak," pinta Nyonya Dimas.
"Ya Nyonya," tandas sang sopir.
Sang sopir langsung tancap gas menuju rumah yang lebih dari sekedar tempat peraduan belaka tetapi menjadi tempat akhir untuk berkumpul dengan keluarga.
Rumah yang semula Thomas pikir akan hampa setelah dirinya masuk ke dalam keluarganya kembali, namun pada akhirnya dia merasakan sesuatu yang berbeda saat adik dirinya telah pergi dari sana.
Dua tahun lebih berapa hari, dia sudah berada di dalam rumah lamanya bersama kedua orangtua menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Kehidupan yang saya kira tidak akan pernah ia dapatkan sebelumnya karena sang ayah yang lebih sering menghabiskan waktu bersama wanita simpanannya.
__ADS_1
Itu masa lalu, sekarang yang ada adalah ayahnya selalu setia bersama sang ibu, semua keluh kesah serta kegalauan tidak akan pernah ada lagi selama ketiga orang itu selalu bersama.
Namun, ada satu ganjalan karena Cat.
Ya, karena Cat yang datang ke dalam keluarganya untuk menjadi adik iparnya yang membuat sang pria kelimpungan.
Entah apa yang harus dilakukan setelah ini, saya tidak bisa menghindar ataupun bertemu dengan gadis yang ada di dalam hatinya selama ini.
Rival sejati yang tidak akan pernah pudar selamanya sampai ia tiada.
"Thomas?" tanya sang ibu saat si kecil mau meminta sesuatu kepada Thomas tapi Thomas hanya diam saja.
Sang ibu cara dengan apa yang ada di depannya, sang putra terlihat sangat menderita entah karena apa.
"Cat, dia kapan akan menikah dengan adik tiriku?" tanya Thomas tiba-tiba.
"Dua hari lagi, sepertinya ayahmu telah membicarakannya secara matang jadi dia mengenalkan kepada kita berdua kemudian langsung menikahkan keduanya," jelas sang ibu yang ternyata tidak mengetahui apapun.
"Oh, aku sampai lupa nama adik diriku itu," celetuk Thomas sambil bermain dengan si kecil.
__ADS_1
"Rama Sadega, nama adik tiri mu adalah Rama Sadega," ungkap sang ibu.
Deg!
Thomas seperti tidak mempercayai hal ini, Rama Sadega adalah cinta pertama dari Cat, hal ini, mana mungkin bisa terjadi?
Jika dia pasti akan mengetahui hal ini lebih dulu.
Sang putra tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Rama? Sadega? bagaimana bisa dia menjadi adikku?" sahut Thomas ingin sekali mengelak dan membuang nama itu dari daftar keluarganya.
"Iya, aku pernah mengatakannya kepadamu tetapi dirimu sama sekali tidak mau mendengarkan. Memangnya, ada apa dengan adik tirimu? apa dia membuat masalah?" tanya sang ibu kepo.
"Tidak, hanya saja aku tidak terlalu menyukai nama tersebut, sangat jelek dan sangat buruk. Di telinga seperti semut yang berjalan kemudian merusak gendang telingaku," ungkap Thomas menunjukkan ketidaksukaannya dengan perempuan perumpamaan yang mungkin dipahami oleh si Ibu.
"Ibu jika kau tidak terlalu menyukai adik tirimu, namun, Cat, dia sangat mencintai adikmu," cakap sang ibu.
'Tentu saja suka, dia adalah cinta pertama Cat,' batin Thomas kesal.
__ADS_1
********