Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Apakah ini cinta?


__ADS_3

"Kita tidak akan bertemu lagi setelah ini, apa kau tidak akan merindukan saat kita bermusuhan?" tanya sang pria.


Dia sangat berharap bahwa hanya dia yang menjadi musuh pertama yang paling usil dan jahil.


"Cih, tidak ada hal seperti itu kampret, yang ada kau akan menagih hukuman yang belum aku selesaikan," gerutu sang gadis.


Catlyn sudah memahami isi hati Thomas yang hanya ada kelicikan, namun apa yang dirasakan oleh sang pria, bukan itu. Perasaan lain yang tak bisa dijelaskan olehnya.


"Haha ... kau memang dukun Cat, apa yang ada dipikiran ku, mau bisa mengetahuinya," sahut sang pria.


Thomas memang pandai menutupi apa yang ia rasakan, semua yang belum pasti, tidak akan Thomas cari kebenarannya. Dia hanya malas jika harus kecewa lagi.


Apalagi sang gadis sangat mencintai first love-nya, semakin jauh jarak yang akan ia tempuh untuk menjangkau perasaan aneh, debaran aneh yang ia rasakan saat bersama Cat.


Tidak terasa, mobil sang gadis sudah berhenti di depan bandara, Thom dan Cat turun dari mobil secara bersamaan.


Thomas membantu rivalnya mengambil koper dan perlengkapan lain yang harus dibawa.


Saat mereka berdua sedang sibuk meneliti apa yang kurang, Tuan Fabio datang dari arah yang tidak terduga kemudian merangkul Thomas.


"Ikut kami yuk?" pinta Tuan Fabio.


Tuan Fabio terlihat lebih muda dengan stelan kemeja dan celana jeans, serta sepatu kets pria yang sangat fashionable.


"Tidak Tuan, ada banyak urusan yang harus aku selesaikan karena tidak bisa ditunda lagi," sahut Thomas.


Sang pria membiarkan Tuan Fabio merangkulnya sampai tiba saatnya kedua pria berbeda zaman itu berpisah.


Cat yang merasa dianaktirikan langsung memprotes tindakan Tuan Fabio.

__ADS_1


"Dia orang tidak jelas, sedangkan aku adalah orang yang lebih dulu bertemu dengan ayah," protes sang anak.


Sang gadis memang seorang yang pencemburu meskipun ayahnya lebih akrab dengan pria yang 20 tahun lebih muda darinya.


"Haha ... jangan menggodanya lagi Tuan, anakmu pasti akan segera mengeluarkan cakaran mautnya," jelas sang pria.


"Sejak kapan dia menjadi singa betina yang suka mencakar?" seloroh sang ayah.


Sang ayah bekerjasama dengan Thomas untuk mengerjai Cat.


"Aku tidak dengar ayah bicara apa, tidak dengar," ucap sang gadis dengan nada mengejek.


"Terserah kau saja, pada intinya, kau harus bertanggung jawab jika Thomas jatuh cinta kepadamu," ujar sang ayah.


"Apa?" ucap Thomas dan Cat secara bersamaan.


"Hahaha ... memangnya kapan aku pernah mengatakan hal itu? kau berhalusinasi, tidak ada rasa seperti itu. Stop bermimpi, oke?" sahut Thomas makin julid.


"Masa bodoh dengan apa yang katakan, pada intinya, aku akan ke Slovakia bertemu Kak Rama, Bye!" jelas sang gadis.


Thomas yang mengetahui posisinya, langsung pergi mengendarai mobil milik Tuan Fabio.


Sang gadis heran, mengapa sang ayah tidak mencegah kepergian Thomas.


"Ayah, dia telah mencuri mobilmu," ujar sang gadis.


Cat bertanya-tanya tentang apa yang telah di lakukan oleh sang ayah, akhir-akhir ini, menjadi sangat dermawan untuk beberapa hari ini. Sang ayah juga sangat senang saat memberi mobil itu.


"Tidak, ayah lupa membayar pajak mobil itu. Aku pernah mengatakan padanya bahwa mobil itu, apa akan ayah berikan kepadanya," pungkasnya.

__ADS_1


Alasan ayah yang sangat logis, beberapa hari ini memang dia mengeluarkan banyak uang sehingga lupa membayar pajak mobil. Daripada harus mengeluarkan banyak uang, saya berpikir untuk memberikan waktu itu kepada Thomas.


Awalnya, dia merasa sangat sayang jika mobil tersebut ia berikan kepada orang lain secara cuma-cuma. Namun, Thomas berjanji akan membayar pajak dan menjaga anaknya.


Suatu hal konyol yang ingin sang ayah lakukan di sisa hidupnya. Dia merasa hidupnya terlalu serius, sejak sang istri pergi meninggalkannya, rasa sepi langsung menyeruak di hati terdalam.


Ini membuat mentalnya terguncang, oleh sebab itu, dia mencoba hal tak biasa untuk menutupi kesepiannya yang sudah mendarah daging itu.


Tak masalah untuk Kehilangan satu mobil, toh masih ada lagi yang lain.


Sang ayah menatap wajah sang putri yang tiada henti menertawakannya.


"Diam, ayo kita cussss, nanti ketinggalan pesawat," pinta sang ayah sambil membantu sang putri membawa barang-barang.


"Hahaha ... baik ayah," pungkasnya.


....


Di tempat lain, ada pria yang sedang gundah gulana meratapi sepinya.


Dia tidak menyangka akan merasakan kehilangan yang mendalam, Thomas selalu menepis perasaan aneh itu.


Dia melajukan mobilnya dengan perlahan dan memikirkan perasaannya yang tidak karuan, saat Thomas harus pergi karena ingin menghindar.


"Apa mungkin aku suka gadis burik itu? tidak mungkin, sadar Thomas, sadar!" tandasnya.


Thomas terus menyangkal, sulit baginya mengakui perasaan yang sebenarnya.


********

__ADS_1


__ADS_2