Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Masih pengantin baru


__ADS_3

Cat menggunakan lengan kokoh Thomas untuk bantalan kepalanya, sedangkan wajahnya berada tepat di dada sang suami. Kedua tangannya memeluk tubuh itu dengan erat.


Sang istri seperti tidak ingin kehilangan Thomas, pria yang selama ini dia idam-idamkan untuk menjadi suaminya, kini benar-benar menjadi bagian dari hidupnya sebagai pendamping.


Wanita itu merasakan kebahagiaan yang tak terkira, dia merasa bahwa dirinya tidak akan pernah mendapatkan hal ini sebelumnya.


Cinta kasih yang diberikan oleh Thomas melebihi apa yang di berikan oleh Rama, pria yang selalu merongrong kehidupannya.


Sampai di hari pernikahan, dia juga ingin merusaknya.


"Thomas, apakah merasa khawatir dengan kehadiran Rama tadi?" tanya Cat saat mengingat apa yang terjadi.


"Tidak, di hanya beruntung bisa masuk ke dalam acara pernikahan kita. Untuk selanjutnya, aku biarkan masuk ke dalam kehidupan kita lagi. Kau adalah milikku selamanya tidak boleh pergi ataupun lari." Thomas perlihatkan budak cintanya terhadap sang istri yang pada akhirnya mendapatkan kebahagiaan yang abadi.


"Baby, apa kau tahu? rasa sakit di sekujur tubuhku ini sampai merah-merah juga karena siapa? aku belum pernah merasakan ini sebelumnya tapi aku sangat senang kau begitu aktif."


Sang istri kita sangat menyukai apa yang telah dilakukan oleh suaminya.


"Haha ... aku bisa melakukannya 5 kali sehari," ucap Thomas sambil menatap wajah sang istri yang meringkuk dibalik selimut. Dia tidak menyangka akan mendapatkan rasa cinta yang luar biasa dari Thomas.


Apalagi tenaga Thomas saat memberikan nafkah batin kepada Cat, sungguh diluar dugaan.


Pria yang resek dan sok tampan itu terlihat wajah aslinya.


Pria tampan yang selalu usil padanya, kini menjadi suami yang manja padanya.


Seharian ini, keduanya lalui dengan bergumul diatas ranjang, entah sudah berapa kali mereka saling memberi dan menerima cinta.


Sampai lupa dunia dan seisinya.


Defril yang berada di rumah kedua orang tua Thomas, membuat dua orang yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangga itu merasa bebas melakukan apapun di rumah baru yang Tuan Dimas hadiahkan untuk keduanya.


Tuan Dimas selaku ayah Thomas memberikan waktu satu minggu untuk keduanya honeymoon di rumah yang berada di daerah puncak dengan syarat harus hamil setelah honeymoon.


Sang ayah memang aneh, bagaimana bisa hamil dengan begitu cepat?


Namun, mau tidak mau kedua orang itu harus menyetujui apa yang dikatakan oleh Tuan Dimas.


....


Di dapur...


"Baby, aku ingin lagi," pinta Thomas.


Setelah digempur 4 jam lamanya, sang suami masih ingin lagi. Pria itu telah terhipnotis oleh Cat.


"Astaga ... baby aku tidak sanggup. Pinggangku rasanya pegal, kram jika lama-lama digempur terus olehmu." Sang istri memegang pinggangnya yang terasa sangat sakit.


Kalau bisa di copot, pasti dia akan meletakkannya di atas meja dan merasakan lega karena rasa sakitnya akan berkurang, tetapi apa yang ada di depannya tidak seperti itu, Thomas selalu bisa merayunya, tatapan berkabut membuyarkan fokusnya.


Sang istri akan masuk ke dalam suami yang tak mampu menahannya.


Hasrat itu terlalu mengungkung hati dan pikirannya, lekuk tubuh Catlyn sangat menggoda biraahiinya untuk on tiap jamnya.


"Baby ayo lagi," rengek Thomas.


Meskipun tubuh tubuhnya masih lemas dia akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk suaminya.


"Oke."


Tanpa aba-aba, Thomas langsung mengendong tubuh itu dan menaikkannya ke atas meja.


Sang wanita sudah mulai menggila saat Thomas memberikan sentuhan mendalam di bibir merona itu.


"Baby, jangan lakukan di sini, akh...."


Belum sempat Cat meneruskan ucapannya, sang suami sudah berada di bawah sana. Menyusup ke dalam hasrat terdalam surga dunia.


Rasanya sangat tidak nyaman kala sentuhan itu telah berada dalam satu garis lurus cinta kasih yang diberikan kepada Thomas.


....


Thomas sudah berani bermain di area yang lain, tangannya melakukan tugas dengan baik, tangan itu langsung memberikan sentuhan lembut di kedua tempat yang menonjol di dada sang istri.

__ADS_1


"Akhh ... hmpp Thomas sayang," ucap sang wanita meracau tidak karuan. Rasanya tidaklah nyaman, hanya saja bisa di rasakan oleh hatinya.


Gerakan lidah Thomas di dalam inti tubuhnya semakin menjadi, wanita itu tak mampu melakukan apapun lagi.


Hingga beberapa menit kemudian, segalanya telah tumpah tak terkira.


Kini sang suami melepaskan helai yang baru saja terpakai, kembali melakukan serangan bertubi-tubi terhadap istri yang sudah tidak tahan lagi.


Dia membalikkan tubuh Cat dan sekarang hujan intinya dengan milik sang suami.


"Hm .. baby auhgg mnmmmmhhhhp," ujar Cat saat benda tegak perkasa tubuhnya sampai rasanya tidak karuan.


Sang suami lalu melakukan hal lain, dia meletakkan kaki sang istri di atas pundaknya, setelah itu menekan kembali inti tubuh Cat dengan tekanan yang tinggi.


Suara Era...Ngan terdengar jelas.


Perjalanan cinta keduanya sangatlah unik, sampai pada akhirnya kedua orang itu menikah.


*****


Hari pertama yang panas, perasaan mereka berdua lalui dengan baik. Kini hari kedua mereka lalui dengan kebahagiaan yang nyata karena berjalan-jalan mengelilingi puncak bersama, hanya berdua saja tanpa ada pengganggu.


Dua orang ya sudah jatuh cinta mencoba untuk memberikan sentuhan lain terhadap apa yang ada di hati keduanya masing-masing.


"Thomas aku sudah lama tidak pergi ke tempat ini, sebelumnya aku sering ke sini bersama ayah dan ibuku, mereka tidak tahu jika aku bersama teman-teman sering mengadakan reuni di tempat ini. Rasanya baru kemarin aku dan teman-teman menjadi mahasiswa, tapi berapa bulan kemudian, aku sudah menikah." Sang wanita membayangkan jika teman-temannya mengetahui bahwa dirinya rivalnya saat berada di kampus dulu.


Mereka berdua akan menjadi bahan olokan.


"Hahaha, aku tidak menyangka kita akan menjadi dua orang yang saling mencintai satu sama lain, rasanya tidak mungkin, namun cinta ini tak mampu di katakan menjadi satu hal yang membahagiakan tanpa ada rasa kasih.


"Tidak usah berbicara itu, aku juga akan merasa malu karena menikahi rival terberat."


...


Kedua orang itu menikmati kebun teh yang luar biasa indah. Tidak ada yang yang bisa dikatakan selain kekaguman yang mendalam.


*****


Thomas dan Cat menikmati pemandangan yang ada di keyboard yaitu dengan rasa yang amat bahagia.


Rasanya tidak ingin pergi jauh dari sisi sang istri walaupun hanya sekejap saja karena akan membuatnya rindu berat


Rindu yang tidak akan pernah bisa diobati dengan apa pun selain kehadiran sang istri.


Thomas adalah pria yang selalu berkorban untuk kebahagiaan anggota keluarganya dan tidak egois.


Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, rasanya sangat lelah, tapi dia mampu memberikan kebahagiaan di tengah segala keterbatasan yang ada.


Thomas dulu tidak pernah memberikan kebahagiaan itu tetapi saat ini dia benar-benar ingin membahagiakan sang kekasih dengan segala hal yang bisa ia lakukan tanpa perlu menyakiti.


"Thomas, yang memiliki anak yang lebih banyak."


Pernyataan luar biasa itu terdengar sangat hebat.


Cat sepertinya tidak ingin lepas dari sang suami yang selama ini selalu membahagiakan dirinya.


Dia memberikan cinta dan kasih sayangnya.


Seorang pria yang bisa menjadi sosok suami dan teman untuk Catlyn.


Cat tidak akan pernah melupakan Thomas selama-lamanya.


"Cat, aku akan memberikan apapun yang aku bisa, itu bukan kebahagiaan, aku tidak akan memberikannya."


Thomas terlihat memeluk pinggang sang istri dengan sangat mesra.


Cat masih merasa merinding akibat tindakan yang telah dilakukan oleh sang suami kemarin.


"Kau terlalu memborbardir tubuhku hingga sekarang yang menjadi lemas tidak berdaya," ungkap sang istri dengan wajah cemberut.


"Hahaha ... aku tidak pernah menyangka jika aku bisa melakukan hal itu kepadamu, menghamilimu adalah suatu kewajiban untuk warna menjadi syarat agar kita bisa bersama selama seminggu ini." Ucapan Thomas memang ada benarnya karena sang ayah memberikan kesempatan kepada keduanya untuk kerjasama dalam melakukan aksi itu.


Aksi memunculkan Thomas **.

__ADS_1


...


Keduanya berjalan menyusuri kebun teh itu, Cat pementasan suami untuk memotret dirinya yang sedang berada di tengah-tengah kebun teh.


Sang suami menyanggupinya dengan senang hati karena dia sangat mengagumi kecantikan dan kemolekan tubuh sang istri.


Selama ini, hanya diam yang bisa ia lakukan memandang istri dari jauh. Dia ingin sekali memuji sang istri akan tetapi sangat cemas jika kaa-san akan menertawakan dirinya yang seperti orang gila itu.


Setelah mengambil foto sang istri di tengah kebun teh, Thomas meminta untuk berfoto bersama.


Keduanya Selfi.


Kenang-kenangan foto tampilkan untuk pasangan suami istri yang baru saja menikah dan mendapatkan kesempatan berjalan-jalan dan quality time bersama.


....


"Baby aku lapar," ucap Cat sambil memegangi perutnya yang keroncongan.


"Oke baby, kau duduk di kursi taman itu. Aku akan membeli beberapa makanan untuk kita."


"Oke."


Sang istri menunggu Thomas yang berlari menuju kedai.


Tempat itu berada di dekat pos penjagaan kebun teh itu.


Thomas terlihat memesan beberapa makanan di tempat yang disebut gerobak makanan.


Kedai zaman sekarang yang lebih modern.


Thomas membeli dua sosis bakar dan ayam guling yang sangat lezat.


Ayam guling dengan porsi kecil untuknya dan sang istri.


Setelah membeli dan membayar, dia kembali menemui Cat yang masih di tempat yang sama.


"Baby, ini ayam guling yang kau suka," ucap Thomas sambil menyerahkan satu kotak ayam guling telah di potong kecil-kecil.


"Wah ini pasti enak Thomas, kau selalu pandai menyenangkanku," jawab Cat.


"Aku sekarang adalah suamimu, semua bisa aku lakukan untukmu tanpa terkecuali."


Sang pria memang selalu seperti itu, tidak akan pernah melukai Catlyn, pada intinya dia ingin selalu membuat sang istri bahagia.


"Cat, aku senang kau mengerti apa yang ada dihatiku, rasanya sangat menyebalkan saat kau jauh dariku. Aku tidak menyukai hal itu."


Cat tidak ingin jauh dari Thomas.


Dia akan tetap ingin bersama sang suami sampai kapanpun, rasa cinta yang membuncah di dalam diri akan tersampaikan kala sang suami berada di sisinya.


....


Keduanya duduk di atas kursi taman itu secara bersamaan. Dia tidak ingin jauh dari sang suami.


"Thomas, bagaimana keadaan Def ya?" tanya Cat.


"Dia akan baik-baik saja, tidak perlu kau memikirkan hal itu."


....


Setelah puas berada di kebun teh itu, sang pengantin jalan keluar dari area kebun teh kemudian menuju mobil yang terparkir di dekat tempat wisata itu.


Thomas meminta Cat masuk ke dalam mobil karena dia akan membawa sang istri pergi ke rumah kedua orang tuanya untuk menemui anak lakbet yang sangat biasa yang yaitu Defril.


Cat selamat antusias dengan bocah itu yang sangat lucu.


Tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain meminta bertemu dengan Defril, si kecil yang sangat menggemaskan.


Setelah siap, orang itu pergi dari kebun teh meninggalkan kenangan indah bersama.


Tak lupa Cat mengambil gambar background keputih itu sebagai tempat yang sangat direkomendasikan di tempat itu.


Thomas dan Cat berbincang di atas mobil karena berapa bagian lalu keduanya hanya diam tanpa kata.

__ADS_1


Saat diam itu, panggilan telepon tiba-tiba terdengar dari gawai yang dibawa oleh Cat.


*****


__ADS_2