Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Def ngambek


__ADS_3

Grace tak memungkiri pesona Thomas yang tidak ada bandingannya, pria tampan banyak tapi yang bertanggung jawab hanyalah Thomas.


Wanita itu telah terpana oleh pria lajang yang entah kapan ingin mengakhiri masa kesendiriannya itu.


Beberapa menit kemudian ...


Sang wanita telah berada di samping mobil dengan posisi berada di gendongan Thomas.


Si kecil berdiri di samping keduanya dan melipat kedua tangannya.


"Membuat cemburu," cetus si bocah.


Dua orang dewasa itu memahami isi hati sang putra, perlahan Thomas menurunkan tubuh Grace.


"Ibu tidak ada di gendongan ayah lagi, kau jangan cemburut," pinta sang ibu.


"Hm."


Dehem si bocah, pria kecil itu merasa kesal. Dia duduk di pojokan.


Thomas menghampiri si bocah.


Saat berada dekat dengan si kecil, dia segera menggendong tubuh itu.


"Astaga, anak ayah ngambek ya?" tanya Thomas.


"Aku malas bicara dengan ayah!" jawab sang bocah sambil memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Thomas tersenyum, dia seperti bercermin pada dirinya sendiri saat melihat tingkah lucu si kecil.


Biasanya Thomas juga akan marah saat sang ayah mengabaikan dirinya.


Thomas tidak terlalu memperhatikan amarah sang putra, dia lebih berfokus pada perjalanan ke Jerman hari ini.


Saat berjalan menuju mobilnya, ponsel miliknya berdering.


Dia meraih ponsel itu, setelahnya menatap nomor ponsel baru yang menghubunginya.


Thomas menjawab panggilan telepon itu.


"Halo? siapa ini?" sapa Thomas.


"Thomas, aku Cat, temui aku di Bar xxx, sekarang. Kita perlu bicara."


Thomas terkejut saat wanita yang masih ada di hatinya selama ini mengajaknya bertemu, namun, rasanya sangat aneh kala menatap Grace dan Defril.


"Bukannya dia sudah bersama suaminya?" ucap Thomas bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Saat Thomas masih bingung dengan sikap Cat, Defril menegur sang ayah.


"Ayah, siapa yang menelpon ayah tadi?"


"Teman ayah, tapi nanti saja setelah kita pulang dari Jerman. Dia masih bisa menunggu ayah untuk beberapa hari," jelas Thomas.


Dia memilih untuk mengabaikan Cat, tidak bisa egois dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


Thomas sudah berjanji kepada anak itu untuk pergi bersama ke Jerman.


Setelah itu, ketiga orang tersebut masuk ke dalam mobil dengan Defril berada di jok belakang bersama sang ibu.


Thomas menatap Grace dari balik spion tengah mobil, dia mantap untuk pergi ke Jerman dan tidak mengindahkan Cat.


...


Beberapa kemudian mereka bertiga pergi dari rumah sakit itu, sepanjang perjalanan menuju rumah, Def hanya diam saja, biasanya dia akan banyak bicara.


Thomas kemudian bertanya," Sayang? apa kau benar-benar marah pada ayah? jika kau memang marah, maafkan ayah. Ayah menggendong ibumu karena ibu sedang sakit, Defril tidak boleh egois karena Ibu juga butuh ayah," ujar Thomas hiburan kepada Def.


Def ngambek, hanya menatap ke arah luar jendela.


"Sayang, apa yang dikatakan ayahmu itu benar sekali, Ibu juga tidak akan meminta bantuan ayah jika ibu ini sehat," jelas Grace.


Dia berusaha mengatakan hal lembut kepada putranya, selama ini dia memang sering marah karena pengaruh dari sang suami yang senantiasa memaki dirinya, akan memukul dan menghukumnya sampai tubuhnya membiru.


Kini, bersama Thomas membuat hidupnya lebih baik dan terarah.


"Mau gula kapuk?" ucap Thomas memberikan tawaran kepada si kecil.


"Tidak," sahut Def.


Putra tampannya menolak mentah-mentah tawaran yang ia ajukan.


Akan tetapi, Thomas tetap ingin membeli gula kapuk untuk putranya.

__ADS_1


******


__ADS_2