
Setelah panggilan telepon dari Rama, sang gadis memilih untuk beristirahat.
Rasanya lelah, ada banyak pekerjaan hari ini, Cat tidak bisa menyelesaikannya dengan segera, jadi dia meminta bantuan dua temannya yang juga bersama mengelola pusat pendidikan mandiri itu.
Dalam benaknya, Cat merasa ada yang aneh.
Dia tidak terbiasa dengan perasaan ini, meskipun mimpi tentang Thomas selalu membayanginya, Cat belum pernah merasakan gelisah seperti saat ini.
“Dunia sempit sekali, aku bertemu dengan Thomas yang notabene adalah adik dari tembok, aku juga malas saat Rama terlalu posesif, membuatku merasa dibatasi. Aku khawatir, saat kami bersama nanti, akan banyak hal yang terjadi. Apalagi Nyonya Dimas, sangat ingin aku berada di rumah itu,” cakap Cat.
Dia merasa bersalah jika tidak mampu memenuhi permintaan dari calon ibu mertuanya. Sebagai gadis yang sangat merindukan sosok ibu macam nyonya Dimas, dia tidak bisa menolak permintaan ibu dari Thomas dan Rama itu.
“Aku pusing, terjebak diantara dua pria yang memiliki hubungan keluarga, padahal aku dan Thomas dulu sangat dekat. Kami selalu melalui hari bersama sejak ibu tiada, namun semuanya harus aku perhitungkan lagi.
Salah paham akan memporak-porandakan kehidupan Thomas dan rumah tanggaku kelak bersama Rama. Argggggg!! rasanya sangat kesal, bagaimana bisa menjadi gadis yang berdiri di bara api macam ini? rasanya sangat sesak, panas dan kalut, aku memang membutuhkan banyak istirahat, sejak kembali ke kota ini, kenangan masa lalu membuat hidupku kembali rapuh!” ujar sang gadis yang tetap menjadi kuat.
Dia memilih untuk merebahkan tubuhnya, mengistirahatkan otak dan hati, dari rasa lelah tak tertahan.
.....
Esok harinya ...
__ADS_1
Pukul 05.00 pagi ...
Sang gadis baru saja beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi, dia ingin mencuci mukanya agar mengurangi rasa malasnya.
Tok ... tok ... tok ....
Saat Cat membuka pintu kamar mandi, terdengar bunyi ketukan pintu yang otomatis membuatnya langsung berbalik arah menuju bunyi itu berasal.
KLEK!
“Sayang?” ucap seorang pria gagah dengan tangan yang bersembunyi di balik punggung.
“Astaga, baby! kau mengagetkanku, mana belum cuci muka lagi!” jawab gadis itu.
“Tidak perlu malu, nanti juga aku akan melihat muka bantalmu, sudah, turunkan kedua tanganmu. Kau tetap cantik kok, ayolah baby! nanti aku cium lho?” goda Rama.
Pria itu merasa sangat gemas dengan tingkah laku calon istrinya itu.
“Ini untukmu,” cakap Rama sambil memberikan bucket bunga kepada sang kekasih.
Cat yang sedari tadi menutup wajah dengan kedua tangannya, perlahan menurunkan dua tangan itu dan benar-benar terkejut dengan apa yang ada didepannya.
__ADS_1
“Bunga mawar? terimakasih sayang,” tandas sang gadis sambil memeluk tubuh kekar pria tampan itu.
“Kau bau sekali,” ledek Rama.
“Haha ... sialan!”
....
Sang gadis membawa bunga bersamanya kemudian meminta Rama menunggu di ruang tamu karena dia ingin membersihkan tubuhnya sebelum pergi bersamanya.
Namun, pria itu tertarik melihat isi ruangan kekasihnya.
Merasa tidak ada yang mencurigakan, sang gadis memberikan izin Rama masuk ke dalam kamarnya.
Akan tetapi Cat lupa jika ada bingkai foto bersama Thomas ada di atas nakas, dan ini bisa menimbulkan permasalahan lain.
“Kamarnya rapi, dia gadis cantik yang sangat berkelas.”
Rama menatap sesuatu yang menarik perhatiannya.
'Foto apa ini?'
__ADS_1
******