Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Keadaan Grace


__ADS_3

Dokter memberikan resep obat, dia masih terlihat menahan tawanya, membuat Thomas harus menegurnya.


"Dia agak bermasalah sejak di kampus, maklum saja dok," celetuk Thomas.


"Haha ... maaf Tuan, saya tertawa saat membahas teman anda. Dia memang sangat lucu dengan lawakannya, saat dia kehilangan sang kekasih juga tidak terlalu bersedih. Padahal hubungan mereka juga sudah terjalin lama ya? aku tidak bisa membayangkan jika menjadi Dokter Aldo," ungkap sang dokter yang beberapa kali mendapatkan curahan hati dari dokter lawak itu.


"Iya, dia memang jomblo tiga dimensi yang tak terkalahkan. Aldo akan menjadi apapun yang dia diinginkan, pria itu adalah definisi masa bodoh yang gagal. Dia mengatakan baik-baik saja tetapi setiap malam dia menangis. Aldo sering melakukannya setiap malam," tandas Thomas.


Kedua pria berbeda usia itu justru bergosip, membuat si kecil tidak nyaman.


"Ayah, aku ingin bersama ayah, tetapi kenapa membicarakan orang lain, aku tidak suka."


Def ngambek, sang dokter langsung membujuk Defril.


"Wah Def cemburu ya? paman dokter memiliki permen lolipop untukmu," ucap sang dokter sambil memberikan permen itu.


Def awalnya tidak mau karena menganggap itu adalah suap, akan tetapi saat sang ayah mengatakan bahwa itu adalah pemberian orang dan harus diterima dengan baik, Defril baru menuruti apa yang dikatakan oleh Thomas.


Tangan mungilnya, menerima dengan ikhlas pemberian sang dokter kemudian membuka bungkus permen lolipop itu, dengan malu-malu dia memasukkan ke dalam mulut.


Defril senang karena rasa permen lolipop itu adalah rasa yang sangat ia sukai, yaitu strawberry.

__ADS_1


"Ini enak, terima kasih paman dokter," tandas Defril dengan muka yang lucu.


Dokter dan Thomas berbicara lebih intim, sedangkan Def sedang asik menonton kartun di acara televisi yang tersedia di ruang inap VVIP rumah sakit itu.


"Dok, apakah benar Grace baik-baik saja?" tanya Thomas berbisik, dia tidak ingin membuat Grace mendengar apa yang ia katakan bersama sang dokter.


"Sebenarnya, Nyonya Grace dalam keadaan yang kritis. Dia dalam keadaan yang tidak bisa dikatakan lagi, penyakitnya sudah menggerogoti tubuh rapuhnya, kau harus bersiap-siap."


Sang dokter mengatakan seolah-olah Grace akan tiada dalam waktu cepat.


"Tapi dok? dia bisa diselamatkan?"


Thomas merasakan cemas yang luar biasa, dia memikirkan Defril.


Thomas merasakan pusing yang teramat.


Kepalanya terasa berat, dia tidak bisa berpikir lagi. Grace adalah kekuatan utama dari Defril, dan sebaliknya.


"Aku akan berusaha membuatnya sembuh dok, aku yakin pasti bisa melakukannya!" ungkap Thomas sangat yakin karena dia tidak ingin kehilangan Grace.


Grace adalah ibu terbaik untuk Defril tidak ada yang lain.

__ADS_1


Jika dia tiada, entah apa yang akan terjadi pada si kecil.


....


Saat pembicaraan intim berlangsung, Defril ketika menghampiri Thomas dan duduk di pangkuannya.


"Ibuku kenapa?" tanya Def tiba-tiba.


Dokter dan Thomas saling pandang sambil memberikan alasan yang tepat untuk pertanyaan si kecil.


"Ibumu baik-baik saja," sahut sang dokter.


"Benar nak, ibumu baik. Dia akan pergi ke Jerman setelah ini, apa kau akan ikut?"


Thomas langsung menutup pembicaraan tentang keadaan sang ibu.


Dia mengalihkan ke tema lain yang lebih aman daripada melanjutkan pembicaraan yang sebelumnya.


"Mau ayah."


Senyum berseri, nampak dari wajah polos Def.

__ADS_1


Sang ayah merasa senang karena si kecil tidak terlalu terbebani oleh penyakit sang ibu.


******


__ADS_2