Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Tiga bulan kemudian ....


__ADS_3

Pagi yang indah di rumah baru Thomas...


Dalam kesendiriannya, dia memangku seorang bocah. Dia adalah Defril. Si kecil yang Grace titipkan kepadanya karena sang wanita harus menjalani operasi kanker leher rahim.


Tiga bulan lamanya Grace dalam perlindungan Thomas, si anak dokter yang juga sepupu Grace telah merelakan Thomas.


Dia sama sekali tidak ingin menghancurkan hidup terakhir Grace.


"Ayah? ibu Grace kapan kembali?" tanya si kecil penasaran.


Dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Defril hanya mengetahui jika ibunya pergi bekerja.


"Tiga hari lagi pulang sayang," ungkap Thomas.


Thomas mencium kening Def, lalu memeluknya dengan erat.


Rasanya damai saat berada di dalam dekapan sang ayah, Thomas memang tidak menikahi Grace, namun dia mengatakan ingin membantu mantan kekasihnya untuk merawat Defril.


Tiga bulan lalu, dia juga sudah berjanji akan pergi dari rumah yang menyesakkan dadanya itu.


Satu atap dengan gadis yang di cintai sangatlah menyebalkan.


Melihat kedua orang itu bahagia, sangat menyesakkan hati Thomas.


Dia memilih untuk pergi ke luar kota dengan alasan hidup bersama Grace dan Defril.


Pagi ini, saat semuanya baik-baik saja, tiba-tiba seorang wanita cantik datang kepadanya.


Dia berdiri tepat satu meter dari tempat duduknya.


Si wanita menangis, dia tidak bisa lagi membendungnya.

__ADS_1


"Thomas, dia menyakitiku!" Sang gadis bersimpuh di hadapan Thomas.


Rasanya sangat sakit melihat gadis bernama Cat terluka dan meneteskan air mata.


"Kau duduklah kita bicara," pinta sang pria.


Namun, si kecil Defril tidak menyukai hal ini.


"Kakak jangan dekati ayahku!"


Si kecil tidak rela, Thomas adalah miliknya.


Thomas yang memahami hal ini, memberikan nasehat kepada Defril.


"Dia adalah bibi mu Def, salam yang benar," tukas Thomas.


Awalnya si kecil tidak mau, saat Thomas membujuk, akhirnya Defril setuju untuk memberi salam.


Defril yang senantiasa berada di gendongan sang ayah, merasa baik-baik saja.


Dia tidak iri lagi kala sang ayah bersama teman wanitanya.


Sang gadis kini berada di dalam rumah Thomas.


Pria itu membuat secangkir teh untuk sang gadis.


"Minumlah," ucap pria itu.


"Makasih Thom."


"Sama-sama."

__ADS_1


Kedua orang itu terlihat saling pandang, si kecil merasa lucu.


"Kakak suka dengan ayah ya?" goda si kecil Defril.


Thomas langsung memeluk si kecil," Dia saudara ayah, mana mungkin suka?"


Sang pria meminta Thomas untuk bermain, karena dia dan bibi nya sedang ada urusan.


....


Setelah sang bocah berada di tempat bermainnya, Thomas menanyakan banyak hal.


Si bibi kemudian menceritakan banyak hal kepadanya.


"Suamiku, dia berselingkuh, dia bilang aku tidak mencintainya."


Dia menangis, tak mampu berkata apapun, rasanya sangat sesak.


Sang pria merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada sang gadis.


Rasanya aneh, namun dia mampu meredakan kesedihan sang wanita.


"Cat, kau jangan datang padaku, suamimu akan menuduh kita melakukan hal itu, kau harus jauh dariku," ungkap Thomas.


"Ayah dan ibu sedang pergi ke luar negeri, aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku datang kemari karena saran mereka juga."


Thomas tak menyangka, kedua orang tua gadis itu memintanya untuk membantu.


"Astaga! oke lah, aku harus bicara dengan mereka, agar tidak ada salah paham," ungkap sang pria sambil menelepon Tuan Fabio.


*******

__ADS_1


__ADS_2