Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Merelakan gadis kesayangan


__ADS_3

Thomas merasa jika sang adik tidak menyukainya, meskipun begitu, dia tetap bersikap wajar.


"Cat adalah teman satu kampus kakak?" tanya Rama sok polos.


"Iya, tapi dia hanya musuh bagiku, tidak lebih," jelas Thomas mencoba menepiskan egonya yang memiliki cinta mendalam terhadap calon adik iparnya.


"Iya kah? syukurlah! aku takut kau jatuh cinta dengannya, aku akan membunuhmu dengan segera jika perasaan terlarang itu kau pupuk, hahaha ...." Candaan berbalut misteri coba Rama sampaikan dengan kiasan.


Thomas bukan orang bodoh, dia juga bisa menerka maksud hati sang adik ipar.


"Apa kau akan benar-benar membunuhku jika ada rasa cinta untuk calon adik iparku?" tegas Thomas.


Kedua mata itu saling bertatap, Thomas hanya ingin mengetahui sifat asli sang adik yang selama ini, baik tanpa cela.


Siapa tahu sang adik tiri menunjukkan sisi lainnya jika ada kata yang mampu memancing Rama berkata jujur.


Namun harapannya tidak sesuai ekspektasi.


Sang adik tiri justru tersenyum manis, dan menganggapnya hanya bercanda.


"Selera humormu boleh juga," jelas Rama sok polos lagi, dia akan seperti itu.


Sang adik tiri tidak akan membiarkan penyelidikannya terendus oleh Thomas, dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Jika itu bukan humor, apakah kau akan marah?" tanya Thomas sekali lagi.


"Aku merasa, kakak bukan orang yang akan merebut calon istri adik kesayangannya, kakak adalah orang baik," pungkasnya sok baik.

__ADS_1


Lagi-lagi dia melakukan kamuflase.


"Oke, kau orang yang selalu berpositif thinking," tandasnya.


....


Obrolan keduanya lumayan panas, masing-masing hati ingin memiliki orang yang sama, perdebatan yang elegan antara kakak beradik tiri.


"Cukup Rama, fix esok hari," cakap Thomas membuat kepuasan akhirnya.


"Ya, aku akan datang ke butik dan fitting baju dengan Cat," jawab Rama.


"Semua agenda kegiatan satu hari menjelang pernikahanmu sudah aku tulis, semua akan berjalan dengan baik dan lancar."


Thomas mencoba membuat acara pernikahan terbaik untuk calon adik iparnya yang sangat ia cintai.


Dia sudah memutuskan untuk berhenti mencintai Cat, walaupun itu sangatlah sulit.


Thomas masih berada di kursi roda, entah kapan akan sembuh.


....


"Aku masuk ke dalam dulu, jangan lupa nanti malam bawa Cat ke rumah, aku ingin bicara dengan kalian berdua," jelas Thomas.


Rasanya sakit mengatakan hal ini, namun sudah kewajibannya mengurus acara pernikahan sang adik.


"Ya," jawab sang adik tiri.

__ADS_1


Selepas Thomas pergi, dia langsung meminum jus yang sedari tadi ada di atas meja.


Jika dia mau, gelasnya juga ingin ia makan.


Dia kesal, bagaimana bisa Thomas menjadi orang yang bertanggung jawab atas acara pernikahannya.


Ini tidak mungkin.


"Siall!" ucap ang adik tiri.


Sang adik tiri kesal, dia tidak mau melakukan ini semua dengan Thomas, bantuan Thomas akan menghalangi dirinya untuk balas dendam.


.....


Saat kalut melanda, sang pria mendapat panggilan telepon dari sang detektif.


"Ada apa?" tanya Rama.


Dia duduk di kursi taman, menatap hamparan bunga mawar yang ada di depannya.


"Thomas adalah rival Cat, mereka tidak ada hubungan," jelas sang detektif.


"Bisa aku percaya kata-katamu?" ungkap Rama.


"Bisa, ada banyak bukti, nanti aku akan mengirim kan beberapa file penyelidikan lewat email," tandasnya.


"Oke! aku tunggu!"

__ADS_1


********


__ADS_2