
Usai mobil mogok yang penuh drama berakhir, Rama berterimakasih kepada sang teman yang mau mau membantunya meskipun keadaan bengkel sedang ramai konsumen.
Dia tidak keberatan karena sebagai teman, Rama dulu juga sangat baik kepadanya.
"Terimakasih Juna, aku akan mengenang jasamu ini," goda Rama.
"Haha ... jasa apa? memangnya aku seorang pahlawan? sudahlah, biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini, jika kamu membutuhkan bantuan ku panggil saja ya? jangan sampai kalau merupakan pembayaran dimuka seperti sebelumnya," ungkap Juna yang juga ikut menggoda.
"Siap, akan mengirimkan sejumlah uang ke rekeningmu, dua kali lipat lebih banyak ya? cuaca sebagai balas budi ku karena kau telah membantuku."
Sang pria yang tidak serius dalam kata-katanya, mencoba untuk mengklarifikasi apa yang dia katakan.
Juna merasa tidak perlu mendapatkan uang dari Rama, yang meminta sang sahabat untuk menyimpan uang itu.
Rama tidak mau, dia segera mengirim uang itu ke rekening temannya.
Sang teman tidak mampu menolak pemberian dari Rama karena mendapat ancaman, jika tidak mau menerima uang itu, Juna akan mendapatkan masalah besar.
Pria tampan akan menghukumnya dengan memutus tali pertemanan.
Juna ketawa terbahak-bahak mendengar apa yang dikatakan oleh Rama.
"Kau mau putus denganku setelah memiliki istri? kau memang jahat!" ucap Juna dengan nada bercanda nya yang khas.
__ADS_1
Ketiga orang kembali tertawa karena kata-kata yang dilontarkan Juna sangat lucu apalagi tubuhnya yang tidak kita melambai, model Juna adalah pria yang tampan dan gagah.
....
Pertemuan Juna dan Rama berakhir dengan Juna yang mendapatkan telepon dari sang bos agar segera kembali ke bengkel.
Rama dan Cat masuk ke dalam mobil, dan tancap gas menuju gedung pernikahan.
Sepanjang perjalanan, keduanya merasa bahagia.
Tidak ada halangan lagi untuk keduanya membina rumah tangga yang bahagia.
Rasanya dunia hanya milik berdua.
Tanpa Rama sadari, sang kakak juga mencintai Cat.
Mobil Rama telah terparkir di depan gedung megah yang ada di sebelah kampus Cat dulu.
Dia menatap gedung itu penuh dengan rasa takjub.
"Dulu tidak seperti ini, semuanya telah berubah," ucap Catlyn.
"Iya, aku juga tidak menyangka, Thomas sangat baik padaku."
__ADS_1
Saat sang calon suami menarik lengannya, seorang pria yang Cat kenal memanggilnya.
Rama tidak terlalu mempermasalahkan seorang calon istri meminta izin untuk bertemu dengan pria itu.
Setelah Rama memberikan izin kepada calon istrinya, Cat berjalan mendekati pria tersebut sedangkan Rama masuk ke dalam gedung.
"Bagaimana kabarmu? baik?" tanya Verdin, teman satu kelasnya dulu yang sangat usil.
"Baik, kau? apa yang kau lakukan disini?" tanya Cat merasa aneh dengan kehadiran Verdin.
"Setelah lulus 2 tahun lalu, aku menjadi asisten dosen menggantikan Thomas yang kecelakaan."
Kata-kata ini, memicu Cat untuk bertanya lebih jauh mengenai Thomas.
"Oh ya, aku penasaran, sebenarnya apa yang terjadi dengan Thomas?"
Catlyn jawabannya tidak mengetahui apapun mengenai peristiwa ini, dia juga jarang bertanya karena sudah memiliki hubungan dengan Rama.
"Dia kecelakaan setelah mengantarmu dari bandara, dia juga mengatakan ini kepadaku, harusnya Thomas tidak pernah bohong selama ini, namun setelah kau pergi, dia ingin kembali datang ke bandara dan mengatakan cinta kepadamu!"
Deg!
Rasa aneh kembali menjalar.
__ADS_1
Selama ini, dia hanya menganggap pria itu sebagai musuh tetapi sang pria justru menganggap Cat seorang gadis yang lebih dari segalanya.
*****