Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Terjebak dua pria


__ADS_3

Meninggalkan rasa sesaknya, dia segera masuk ke dalam kamar mandi, dia berusaha untuk bangkit dari kursi rodanya. Saran dokter mengatakan bahwa dirinya harus sering berlatih untuk berjalan.


Di dalam kamar mandi, ayah Thomas sudah melengkapi dengan beberapa fasilitas yang mendukung sang putra untuk tetap mandiri meski hanya mampu duduk di kursi roda.


Sudah dua bulan ini Thomas berlatih, dia kembali mengulanginya setelah dua hari absen karena malas.


"Aku harus bisa berjalan, setidaknya terlihat keren saat hari H Cat tiba," tandasnya dengan senyum penuh arti.


Thomas mulai beranjak dari kursi rodanya, dua tangan bertumpu kepada pegangan besi yang ada di depannya.


Perlahan dia bangkit meskipun harus jatuh berulang kali.


Hingga pada detik selanjutnya, dia mampu untuk berdiri meskipun dengan bantuan dua besi yang berada di antara tubuhnya.


Dia berjalan bolak-balik untuk menstabilkan tubuhnya.


Setelah tiga puluh menit berlalu, dia beristirahat sejenak.


Posisinya sudah kembali ke pangkuan kursi rodanya.


"Cukup melelahkan, semoga aku bisa melakukannya dengan baik," ucap Thomas dengan percaya diri.


.....


Sementara itu, di rumah Cat ...


Sang gadis galau tidak ketulungan, pasalnya saat dia pergi ke Slovakia dua tahun lalu, isi dalam mimpinya hanya Thomas, dia tidak memungkiri jika ada rasa aneh dalam dadanya selama ini.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyangka akan memiliki perasaan aneh juga padanya, rasa yang muncul setiap aku bangun tidur," cakap sang gadis sambil duduk di atas ranjangnya.


Netranya menatap foto saat bersama dengan Thomas dan beberapa temannya. Foto dimana pertama kalinya dua orang yang selalu bersaing itu mendapatkan juara satu double karena tidak ada selisih jarak saat lari maraton.


"Cih, foto macam apa ini? rival berdiri di satu podium juara 1 dan teman-teman berada di samping kami sambil menyemburkan botol minuman bersoda," imbuh sang gadis kembali mengenang masa-masa indah itu.


Sebenarnya dia merasa senang bisa kembali pada kenangan masa lalunya yang penuh warna serta canda, dua tahun lalu keduanya telah berpisah. Lulus pun tak bersama, ini menimbulkan rasa rindu yang tak pernah bisa dimaknai.


Cat langsung menepis rasa, dia harus menyadari jika ada Rama di sampingnya.


"Jangan sampai aku menimbulkan perpecahan diantara kakak beradik itu, aku sudah memilih Rama. Ya, dia adalah cinta pertamaku."


Sang gadis melepaskan pandangan ke arah lain, dia tidak mau terpaku hanya kepada satu titik.


Saat dia ingin beranjak dari ranjang dan mengambil buku psikologinya, ponsel miliknya kembali berdering.


Cat meraih ponselnya kembali.


Di layar ponsel, dia melihat nomor ponsel Rama.


Rasanya biasa saja, tidak seperti dulu.


'Sebenarnya aku malas menjawab teleponnya, akan tetapi, aku tidak mau dia mencurigaiku,' gumam Cat.


Tanpa basa-basi, dia segera menjawab panggilan itu.


"Halo kak? ada apa?" tanya Cat.

__ADS_1


"Aku rindu sayang," jawab sang calon suami yang makin manja saja.


"Aku juga rindu kakak, tidak terasa pernikahan kita akan segera terlaksana, apa kakak bahagia?" tandasnya.


"Sangat baby, aku sudah mempercepat pernikahan kita, aku tidak ingin kau diambil orang," cakap sang pria dengan kejujurannya.


"Kenapa memutuskan dengan sepihak? bukannya aku juga berhak memberikan pendapat?" protes sang gadis dengan suara lembutnya.


"Maaf baby, aku kira kau akan bahagia," jelas sang pria, dia sebenarnya ingin sekali memberikan kabar ini secara langsung, namun sang gadis pasti akan bereaksi seperti ini.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk kita baby," pungkas sang pria.


"Aku juga mencintaimu kakak, tapi harusnya kita bicarakan bersama, apa menurut kakak aku tidak penting?" Sang gadis merasa bahwa dirinya juga harus terlibat dalam segala hal tentang pernikahannya.


Ini bukan masalah waktu pernikahan yang dipercepat atau lambat.


Namun, lebih kepada saling membagi permasalahan yang ada.


"Maaf baby, kau sangatlah penting. Bukan maksudku mengabaikanmu, aku hanya ingin memberikanmu kejutan," jelas sang pria.


Dia memohon, suara Rama seperti takut kehilangan Cat.


"Tidak perlu meminta maaf, aku senang kakak memberikan yang terbaik untuk pernikahan kita, untuk kedepannya, kita harus membahas apapun bersama ya?" pinta Cat.


"Oke baby."


******

__ADS_1


__ADS_2