Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Bertemu kawan lama


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 jam, akhirnya mobil milik Thomas sampai juga di parkiran rumah sakit.


Dia membantu si kecil membuka sabuk pengamannya, kemudian dia turun dari mobil terlebih dahulu setelahnya membuka pintu yang berada dekat dengan si kecil dan menggendong tubuh itu dalam dekapannya.


"Wah ... rumah sakitnya besar sekali ayah!" ucap Defril kagum. Si kecil sangatlah senang saat mendapati dirinya akan bertemu dengan ibunya tercinta.


Def sangat excited.


Thomas merasa sangat bahagia melihat senyum manis mengambang di bibir mungil putranya.


Thomas merasa bersalah jika harus meninggalkan si kecil dan ibunya yang sedang menjalani pengobatan.


Sang pria tidak ingin egois untuk saat ini, dia lebih mementingkan kehidupan yang udah iya jalani daripada kehidupan yang belum tentu masa depannya.


Thomas berjalan menuju pintu utama rumah sakit itu, tanpa sengaja ia menabrak seorang dokter yang kebetulan adalah teman satu kampus yang sering mengejeknya.


"Aldo? astaga kau jadi dokter? pasti pasienmu tewas dengan sekejap!" ledek Thomas sambil meninju lengan si kawan yang selalu usil itu.


"Haha ... tinjuanmu masih kuat juga! tidak hanya tewas tapi akan aku buang ke laut, kurang ajar sekali kau, baru pertama bertemu sudah mengejekku!" pungkas Aldo sambil menatap bocah yang ada di dekapan Thomas.

__ADS_1


"Jangan melihat anakku seperti itu, dia masih kecil dan seorang laki-laki bukan gadis cantik yang sering kau goda dulu," tukas Thomas yang gencar meledek temannya.


Dia melakukan hal itu karena dulu dirinya yang selalu mendapatkan ejekan dan olokan dari Aldo, kini saatnya dia melakukan pembalasan dendam.


"Haha, aku tahu Thomas, mataku masih normal, tapi dia mirip dengan wanita yang sedang aku tangani. Aku tebak, kau adalah ayah dari anak ini kan? sudah menikah dengan wanita itu?"


Sang dokter mengatakan hal yang sembarangan membuat si kecil marah.


"Hey paman dokter! jangan ganggu ayahku, dia adalah yang terbaik!"


Ucapan Defril membuat Aldo mati gaya, dia tidak bisa tersenyum ataupun diam saja, akhirnya dia memberikan permen lolipop kepada si kecil.


"Bocah kecil yang manis dan lucu, paman dokter memiliki permen lolipop kesukaan anak-anak, apa kau mau?"


"Paman dokter berulang kali menghina ayah, aku tidak terima lollipop ini sebagai suap! ayah, ayo kita pergi!"


Sang bocah meminta Thomas untuk segera pergi dari hadapan Aldo.


Ini memicu Thomas untuk menambahkan ejekan yang lain.

__ADS_1


"Kau dengar kan? dia adalah hakim pembelaku, jangan mengatakan apapun di depan anakku, kau pasti akan kalah telak!"


Thomas melambaikan tangannya sembari pergi meninggalkan Aldo yang heran dengan tingkah si kecil.


"Astaga! Thomas beruntung sekali sudah menikah, anaknya tampan, istrinya juga sangat cantik. Aku kapan ya?"


Aldo merasa dirinya kurang lengkap, dia kalah start.


Wajahnya memang lebih tampan dari Thomas, tapi nasibnya kurang beruntung.


Aldo mengalami patah hati, dia di tinggal nikah oleh kekasihnya, alhasil dia trauma.


Dia harus menelan pil pahit, jika sang kekasih harus menikah dengan kakak sepupunya yang lebih tampan darinya.


"Daripada memikirkan banyak hal, lebih baik lanjut bekerja!" ucap sang dokter sambil enyah dari tempat ia berdiri.


Di tempat lain, Thomas terlihat sedang duduk di samping Grace dengan Defril duduk di pangkuannya.


"Ibu, aku sangat merindukanmu."

__ADS_1


"Sama sayang, ibu juga rindu padamu."


********


__ADS_2