
Saat Thomas akan naik ke dalam mobil, dia melihat orang yang selama dua tahun ini berada di hatinya. Dia adalah Catlyn.
“Ibu, siapa dia?” tanya Thomas berpura-pura.
“Dia itu calon istri adik tirimu,” jawab sang ibu.
Deg!
Jantung Thomas seperti berhenti berdetak kala mengetahui kenyataan pahit ini. Meskipun begitu, dia mencoba menutupinya agar sang ibu tidak mengetahui jika dia mengenal Cat.
Cukup lama Thomas memperhatikan Cat yang berjalan masuk ke dalam rumahnya, membuat sang ibu heran.
“Thom? Mengenalnya?” tanya sang ibu.
“Tidak, aku tidak mengenalnya. Hanya saja dia mirip dengan temanku, wajahnya sangatlah mirip,” ujar Thomas yang ingin menyudahi pembahasan mengenai Catlyn.
“Oh, lebih baik kita segera ke dokter Berta saja, nanti kau juga akan berkenalan dengannya,” pungkas sang ibu.
“Oke,” jawab Thomas.
Dia merasa lega karena sang ibu tidak menanyakan perihal siapa Cat.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dengan Thomas yang lebih dulu berada di jok belakang setelah itu sang ibu memasukkan kursi roda milik Thomas ke dalam bagasi mobil.
Ibu telah selesai membereskan kursi roda Thom kemudian, dia duduk di samping sang putra.
__ADS_1
“Kita akan kemana Nyonya?” tanya sang sopir sambil menoleh ke arah Nyonya Dimas.
“Pergi ke tempat praktek dokter Berta,” jawab sang ibu.
“Oke,” pungkasnya.
Setelah itu, sang sopir langsung tancap gas.
.....
Sepanjang perjalanan menuju tempat dokter Berta, Thomas mendapatkan pertanyaan menohok mengenai jodoh, karena selama dua tahun ini, sang ibu telah menunggu Thomas mengungkapkan jati diri sang kekasih yang selama ini ia sembunyikan.
"Dimana dia?" tanya sang ibu.
"Dia siapa bu?" jawab Thomas tidak memahami maksud dari sang ibu.
"Oh, dia masih ada diluar negeri," pungkas Thomas.
"Suruh dia datang ke rumah. Aku ingin bertemu dengannya," pinta sang ibu.
Nyonya Dimas terus saja mendesak, dia ingin mengetahui siapa kekasih Thomas yang selama ini sang putra sembunyikan..
"Haha ... ibu masih saja mengingat tentang hal itu," ungkap sang pitra mencoba menutupi segalanya.
"Kau sudah beranjak dewasa, dia pasti juga sangat mencintaimu, ibu diam-diam membaca barisan chat-mu dengannya."
__ADS_1
Sang ibu mengingat waktu itu, saat pertama kali Thomas mengatakan memiliki seorang gadis yang ia sukai namun gadis itu masih berada di luar negeri. Nyonya Dimas penasaran dengan sosok sang gadis yang telah menghuni hati sang putra.
Dia diam-diam mengambil ponsel milik Thomas cara membaca isi dari chat-nya.
Sang ibu hanya mengetahui inisial dari sang gadis, sang putra hanya memanggil gadis pujaannya dengan sebutan C.
Nyonya Dimas itu hanya senyum-senyum sendiri mendapati kedua orang yang sedang kasmaran mengungkapkan perasaannya lewat tulisan.
"Kau seperti kucing dan tikus saat berbalas pesan dengannya," tegur sang ibu.
"Haha ... aku dan dia memang seperti itu, kami tidak pernah akur dari awal bertemu," jelasnya.
Thomas masih berhubungan dengan kata lewat sambungan telepon tetapi tidak mengetahui bahwa Gadis itu memiliki hubungan dengan sang adik tiri yang tidak pernah ia lihat selama ini.
"Bagus itu, biasanya kalau pasangan banyak canda dan saling mengejek akan menjadi pasangan yang sempurna," ujar sang ibu.
"Btw siapa nama gadis itu?" imbuh Nyonya Dimas sangat penasaran.
"Rahasia!" jawab Thomas masih memberikan teka-teki kepada sang ibu yang saat ingin mengetahui pasangan rahasianya.
Pria itu tidak ingin sang Ibu mengetahui bahwa dirinya memiliki hubungan dengan calon adik tirinya.
Dia akan membiarkan rasa cintanya terkubur dalam-dalam dan memberikan kebahagiaan kepada sang adik meskipun sangat sakit.
'Cat, kalau kita tidak berjodoh semoga kau bahagia dengan adikku. Aku tidak akan menuntut apapun darimu semoga kita bisa menjadi anggota keluarga yang bahagia selamanya,' batin Thomas mencoba mengikhlaskan sesuatu yang tidak bisa ia terima.
__ADS_1
********