
Sang bocah kemudian memeluk Cat dengan kebahagiaan yang luar biasa, tidak menganggap wanita itu sebagai ibunya yang selama ini telah tiada.
Cat yang tidak keberatan untuk mengurus bocah sangat welcome dengan kehadiran Defril.
Defril saat menempel dengan wanita kesayangan Thomas, hingga pria itu merasa cemburu dengan posisi ini.
"Def, dia adalah wanita ku mengapa kau selalu mu merebut apa yang aku inginkan?"
"Dia ibuku yah, Ayah tidak bisa melakukan ini kepadaku!"
Kedua pria itu berebut ingin bersama Cat, rasanya sangat menyebalkan bagi Thomas yang seharusnya menjadi bayi besar satu-satunya untuk Cat.
Defril tidak mau lepas dari gendongan wanita kesayangan Thomas, dia ingin menempel selalu tanpa ingin turun dari gendongan itu.
Thomas menggerutu dan dia mengalah sambil menjauhi Cat dan Defril.
"Defril, kau baru saja bertemu denganku? mengapa mau aku gendong?"
"Ayah mengatakan padaku akan membawa Ibu baru untukku, dia memberitahu bahwa Ibu baru itu akan datang di gedung ini. Selama Ibu baru itu belum datang bersama Ayah pasti dia bukan ibu yang dijanjikan oleh ayah, hanya itu yang ayah katakan kepadaku."
__ADS_1
Cat merasa geli dengan apa yang dikatakan oleh bocah itu, bocah yang dua bulan ini merindukan kasih sayang ibunya.
Akan tetapi dia merasa bahagia karena kehadirannya mampu membuat bocah itu merasakan kebahagiaan yang mendalam meskipun kehilangan ibunya.
"Ibu? apakah akan menyayangiku seperti anak ibu sendiri?"
"Tentu saja, kau juga anakku."
Kedua orang itu berpelukan sangat erat sambil bercanda ria, ketika Thomas datang kembali hanya menjadi nyamuk pengganggu.
"Ayah tidak dianggap olehmu."
"Haha ... apalah kau ini Thomas, dia kan masih kecil mana tahu perasaan orang dewasa. Dia masih kecil dan tidak memikirkan hal itu yang penting dia nyaman denganku kau juga sangat bahagia kan?"
"Iya, aku tahu, hanya saja kau akan menggantikan posisiku sebagai bayi besar."
Seketika tawa Cat tumpah, dia tidak habis pikir dengan Thomas yang ternyata masih terbayang-bayang adegan di dalam mobil itu.
"Kau baru pertama melakukannya dan terngiang-ngiang di kepala?"
__ADS_1
"Iya, rasanya sangat nyaman aku memilih tidak menjadi orang dewasa, ingin menjadi bayi saja."
Thomas semakin nakal dengan candaannya yang sudah menjurus ke hal-hal yang iya-iya.
Defril tidak memahami pembicaraan kedua orang yang lebih dewasa darinya, untuk dia memilih untuk pergi dan meninggalkan orang yang sedang kasmaran itu.
Defril terlihat happy karena kedua orang yang akan menjadi orang tuanya terlihat akur dan tidak terlihat sebagai orang tua yang jahat kepada anak-anak.
Defril berlari ke arah sang pengasuh, dia lebih memilih menjauhi kedua orang itu daripada banyak alasan.
Sedangkan, Thomas dan Cat langsung pergi ke tempat yang lebih bagus lagi, yaitu panggung pernikahan dengan dekorasi yang sangat memukau.
"Thomas, terima kasih atas apa yang kau lakukan untukku, rasanya sangat luar biasa. Ini pernikahan keduaku yang akan menjadi pernikahan terakhir."
Thomas kembali memeluk istrinya yang merasa terharu dengan semua pengorbanan yang dilakukan oleh Thomas.
"Ini adalah saatnya untuk kau bahagia bersamaku, jangan menoleh kebelakang karena hanya akan membuat luka. Tetaplah bersamaku dan kita akan bersama bahagia selamanya."
Cat tersenyum manis, rona bahagia terpancar di wajahnya.
__ADS_1
******