Hasrat Terlarang Musuh

Hasrat Terlarang Musuh
Cinta datang terlambat


__ADS_3

"Aku kalau senyum manis kan?" Sang pria bukannya menuruti apa yang dikatakan oleh Cat, tapi justru kembali menggoda sang rival.


"Hadeh ... kau ini seperti pria badboy yang sangat mengenaskan, kau bisa menggoda aku tetapi gadismu tergoda oleh gaya lain, ckckck ... maksudmu sangat buruk," pungkasnya.


Sang gadis melibatkan kedua tangan di dada kemudian menggelengkan kepalanya, pria didepannya ini penampakannya memang gagah dan tampan tetapi sama sekali tidak pandai untuk mempertahankan hubungan.


Setidaknya, itu yang dirasakan oleh Catlyn.


"Biarkan image badboy mengenaskan berada di dalam hatiku, tetapi pada kenyataannya aku adalah pria yang setia. Aku mencintai Grace saja, rasa sakit itu masih tetap ada. Namun, berbeda dengan kaum wanita yang sering galau atau pun menangis tanpa henti selama beberapa hari. Kami kaum pria lebih cuek meskipun dada terasa ditusuk-tusuk karena kepercayaan telah dinodai dengan penghianatan," ungkap sang pria.


Dia ternyata memiliki sisi lain yang lebih mengagumkan, Cat tidak terlalu memikirkan hal ini hanya saja Thom tidak terlalu menyebalkan seperti yang ia kira selama ini.


Pria yang sehari-hari hanya menggodanya, mengganggunya bahkan ingin mencelakai nya, kini berubah 180 derajat menjadi pria yang mengenaskan.


"Sudahlah, itu menjadi urusanmu. Urusanku adalah, bantu aku membawa barang-barang ini ke bawah kemudian masukkan ke dalam mobil. Barang-barang banyak ini tidak mungkin aku lempar dari atas dan masuk ke dalam mobil kan?" Sang gadis masih saja bercanda di saat seperti ini.


"Haha ... dari dulu sampai sekarang kau masih sama sok lucu padahal tidak lucu sama sekali," ujar sang pria.


Meskipun tidak lucu, tapi tertawa terbahak-bahak, ini seperti sebuah penghinaan atas dasar lelucon yang sama sekali tidak menghibur.


"Kau bilang tidak lucu tetapi kau tertawa sampai tak berhenti? orang yang aneh, ayo ikut aku ke bawah." Sang gadis lebih dulu membawa satu kotak buku yang lain, kemudian sang pria membawa koper segala perlengkapan yang dibutuhkan oleh sang gadis. Catlyn membawa dua koper sekaligus.


Keduanya berjalan beriringan untuk turun melewati tangga sampai lantai bawah kemudian menuju garasi tempat mobil sang ayah terparkir.


Sesampainya di garasi, Thom membuka bagasi dan memasukkan satu persatu koper, 2 kardus berisi buku, dan satu kotak entah apa itu isinya yang dibawa oleh Cat.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Thom sambil menutup bagasi mobil.


"Ini adalah sebuah kenangan luar biasa dari cinta pertamaku, seragam basket yang dikenakan oleh Kak Rama saat dia bertanding dan menang untuk pertama kalinya saat turnamen SMA tahun itu." Sang gadis meluk kotak tersebut dengan sangat bangga, senyumnya tiada henti terpancar dari bibir manisnya.


Thomas tidak terlalu menggubris apa yang dilakukan oleh gadis di depannya, intinya dia merasa aneh dengan perasaannya sendiri.


Dia tidak rela saat sang gadis membicarakan pria lain. Thom hanya ingin sang gadis hanya membicarakan dan mengganggunya bukan pria lain.


Akan tetapi, itu tidak akan terwujud karena Cat terlalu mencintai cinta pertamanya.


Thomas sebagai rival tidak bisa melakukan apapun selain menghempaskan perasaan aneh yang ia sebut cinta kasih.


"Berangkat jam berapa?" tanya Thomas sambil bersender di badan mobil.


Beberapa menit kemudian, dia berbicara dengan saya melalui panggilan telepon.


Sang ayah mengatakan bahwa dirinya sudah ada di bandara.


"Astaga! ayahku sudah ada di bandara ayo kita pergi sekarang saja!" pinta sang gadis.


"Oke!"


.....


Di sepanjang perjalanan ...

__ADS_1


Keduanya berbincang sangat akrab, tidak ada jarak lagi di antara keduanya.


Thomas merasa nyaman dengan apa yang saat ini ia rasakan, bersama gadis cerewet disampingnya, merasa sangat nyaman.


Celoteh sang gadis, akan membuatnya rindu berat meskipun setiap kata-kata yang terucap dari mulut keduanya selalu berupa ejekan ataupun hinaan yang sangat menyakitkan seperti sebelumnya.


Thomas tetap menjadi dirinya sendiri yang selalu tanggal dan dan suka menggoda Cat.


Cat pun sama, dia akan selalu ngeyel dan memberikan banyak perjuangan kepada rivalnya agar tidak terlalu sombong ataupun sok tampan seperti orang-orang yang kaya dengan derajat yang tinggi.


Meskipun Cat mengetahui bahwa pria yang ada di sampingnya ini adalah anak walikota, namun dia tidak peduli.


"Kau pasti anak pungut ya?" celetuk sang gadis tanpa memikirkan apapun.


"Anak ingusan, aku dulu suka ingusan sekarang juga masih ingusan, memangnya aku sampah?dipungut?" Sang pria tidak ingin mengatakan permasalahan yang ada di dalam keluarganya, cukup dia dan orang-orang terdekat yang mengetahui bahwa dia memang sedang bermasalah.


"Kkwkwk ... astaga! itu anak ingusan tetapi sangat bangga atas status yang tidak membanggakan itu?" ungkap sang gadis.


"Harus bangga dengan apapun yang ada di dalam diri kita, memangnya kau? tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan! wajah burik, jelek lagi."


Keduanya saling menatap, momen seperti ini akan hilang ditelan masa.


Mereka adalah sepasang rival yang memahami bahwa sedetik saja, tidak akan ada waktu untuk akur. Semua hal pasti berakhir saling mengejek.


********

__ADS_1


__ADS_2