
Fani pun bangkit dari pangkuan zeno, zeno yang mendengar ponselnya berdering berdecak sebal, karna merasa mengganggu aktifitasnya.
Zeno akan memarahi siapa saja yang mengganggu aktifitasnya. Akan tetapi niat yang akan memarahi orang yang mengganggu aktifitasnya ia urungkan disaat tertera nama sang mama yang menelfonnya.
Zeno segera menekan tombol hijau lalu menggesernya.
“Hallo mah” Zeno
“sedang apa kau disana zen, mengapa lama sekali hanya sekedar mengangkat telfon dari mama”
“mama itu sedang mengganggu aktifitasku, cepat katakan ada apa mama malam-malam seperti ini menelfonku”ucap zeno dengan nada datarnya.
Mama seli yang mendengar anaknya berbicara seperti itu disebrang sana tersenyum senang.
“oh apa kah kamu sedang proses pembuatan anak zen, wahh sebentar lagi mama akan mempunyai cucu”ucap seli menggoda sang anak
“mama” ujar zeno sebal
“baiklah-baiklah.. mama hanya ingin mengatakan bahwa papa diundang oleh rekan bisnisnya yang di paris”
“lalu” ujar zeno dengan mengangkat sebelah alisnya
“karna.. papa kamu berhalangan untuk datang, maka papa meminta kamu yang mewakilinya”
“memangnya kenapa mama dan papa tidak bisa datang” Tanya zeno
“kamu taukan bahwa kita baru saja membuka perusahaan baru dibali, nah perusahaan kita yang dibali sedang terkena sedikit masalah, makanya mama minta tolong kekamu untuk mewakili kita.. ya hitung-hitung kamu bulan madulah.. bukankah kalian belum bulan madu ?"
“Tapi mah ak—“
“Tidak ada tapi-tapian zen, mama sudah memesankan tiket untuk kalian berdua berangkat keparis besok pagi dan mama rasa satu minggu cukup untuk kalian berbulan madu "
__ADS_1
Seli langsung mematikan panggilannya sepihak, tanpa mau mendengarkan protes dari sang anak.
Zeno berdecak sebal, apa-apaan mamanya ini.
Raut muka zeno kembali datar dan dingin, lalu mendongak menatap fani “kemasi pakaianmu”
“ma-mau kemana aku”
“kita akan menghadiri acara rekan bisnis papa diparis, karna papa berhalangan untuk hadir maka akulah yang akan menggantikan papa untuk menghadiri acara itu"
Fani yang mendengar itu, hanya mengatakan oh saja lalu “aku akan kembali kekamarku untuk berkemas”ujar fani
Zeno mengangguk singkat.
Setelah fani keluar zeno kembali merutuki kebodohannya yang sudah kelewat batas, seharusnya ia tidak melakukan itu kepada fani, tapi berada didekat fani, itu yang selama ini ia inginkan, ia ingin selalu dekat dengan fani.
Dan entah sejak kapan ia menggunakan kata AKU-KAMU ke fani.
Ia juga selalu memikirkan hal-hal yang tidak boleh terjadi antara ia dan fani.
sedangkan fani yang sudah kembali, ia bersandar dibelakang pintu kamar dan berdiri disana sambil terdiam tangannya memegang d**a kanan, jantung fani berdetak lebih cepat. Lalu fani berjalan kearah kaca yang tertempel di lemari sambil melihat leher yang merah ke unguan, fani dibuat bingung oleh tingkah zeno tadi.
****
Pagi kembali datang.
Sepasang suami itu sudah berada didalam pesawat untuk menuju keparis, ini pengalaman pertama fani dalam menaiki pesawatdan ia juga merasa takut, fani memejamkan matanya sambil mulutnya komat-kamit membaca doa, sedangkan zeno ia menyenderkan kepalanya kebelakang dan memejamkan mata.
Sudah hamper 3 jam mereka ada dipesawat, tiba-tiba fani merasa mual, fani yang ingin muntah merasa kepalanya pusing.
fani yang ingin muntah, sambil menutup mulut dengan tangannya itu “uwek-uwek”
__ADS_1
zeno yang medengar itupun sontak membuka mata dan menoleh kesamping, ia dapat melihat fani yang ingin muntah.
“pasti ini pertama kali dia menaiki pesawat, dasar kampungan”gumam zeno pelan yang tidak bisa didengar oleh fani
“kenapa” Tanya zeno cuek
“aku mual dan ingin muntah” jawab fani
Zeno bingung apa yang harus ia lakukan, pasalnya ia belum pernah melihat orang mual dan ingin muntah seperti ini.
“ apakah kamu bisa membantuku” ujar fani lirih
“Hmmm”
"Tolong ambilkan minyak telon di tas kecilku, lalu oleskan di leher belakangku” ujar fani pelan, sesungguhnya ia malu mengucapkan itu, tapi mau bagaimana lagi.
sebelumnya fani memang selalu membawa minyak telon kemana-mana, karna akhir-akhir ini dia merasa gampang lelah dan perut terasa perih dan mual, mungkin karna fani sibuk sekolah dan bekerja, pola makanya jadi terganggu, oleh karna itu disaat perutnya merasa perih dan juga mual ia selalu mengoleskan minyak telon itu keperutnya.
Zeno pun menyanggupi perkataan fani, ia membuka tas fani lalu mengambil minyak telon dan mengoleskannya dileher belakang fani, tangan zeno mengelus leher belakang fani dengan pelan, “lembut” batin zeno, leher fani terasa lembut.
“Bagaimana apa mendingan”Tanya zeno
Fani menganggu dan bersandar kepalanya di kursi pesawat.
Fani yang merasa lebih baik dan tidak mual lagipun memejamkan matanya dan mulai tertidur, zeno yang memandangi wajah fani dari samping, tersenyum lalu menciup pipi kanan fani.
Zeno mengarahkan kepala fani kesamping kanan dan agar bersandar dibahunya.
Lalu merekapun tertidur.
__ADS_1
( ini model mereka tidur, kurang lebih seperti ini ya, dan anggap aja ini didalam dipesawat )🤗
TBC