
Zeno hendak bangkit dari duduknya dan ingin berjalan menghampiri fani, Namun niatnya ia urungkan disaat ia merasa ada sebuah lengan yang melingkar dilehernya dari arah belakang.
Zeno bisa menebak siapa orang yang sedang melingkarkkan tangannya dilehernya dari aroma parfum yang sudah sangat ia kenali.
“salsa” ujar zeno dengan menolehkan kepalanya kebelakang.
“ya” jawab salsa dengan menciumi celuk leher zeno.
Zeno yang merasa risih dan malu jika ada orang yang melihatnya itu pun melepaskan tangan salsa dari lehernya.
“sedang apa kamu disini?” tanya zeno saat salsa sudah berhadapan dengannya dan duduk di bangku samping zeno.
“aku tadi selesai makan bersama teman-temanku, saat aku ingin berjalan keluar restoran aku melihatmu disini”
“sedang apa kamu disini sendirian?” lanjut salsa.
“ak—aku ingin makan siang, tadi tidak sempat makan” ujar zeno
“sendiri?” tanya salsa
“hmm” jawab zeno sekenannya.
“zen” panggil salsa dan meraih kedua tangan zeno untuk ia genggam.
Zeno yang tadinya fokus memperhatikan fani dan nico yang saat ini sedang menikmati makannya itupun teralihkan saat salsa memanggilnya.
“Hmmm” jawab zeno.
“maaf kan aku atas kejadian tempo hari, aku salah, seharusnya aku tidak memberikanmu pilihan untuk memilih antara aku atau gadis itu”
“dan aku harusnya sudah tahu, bahwa tentu kamu memilih aku bukan?” lanjut salsa.
Zeno melepaskan genggaman tangannya, saat mendengar penuturan salsa barusan “tidak” ujar zeno
“maksud kamu?” tanya salsa yang kurang paham dengan maksud ucapan zeno.
“aku tidak bisa, dan aku memilih fani, aku sangat mencintainya” ujar zeno
“dan lagipula kemarin aku melihatmu direstoran dengan seorang pria, bukankan itu selingkuhkan kamu?” lanjut zeno bertanya.
“haha, kamu itu salah liat zen, itu clien dari bos aku, bos aku tidak bisa datang karna ada rapat yang lebih penting, makanya aku mewakilinya” ujar salsa menjelaskan.
Zeno tersenyum mengejek mendengar ucapan salsa “apakah seorang clien, berjalan bergandengan tangan lalu memeluk pinggang?”
“aku tidak sebodoh yang kamu fikir sal,” lanjutnya
“terserah jika kamu tidak percaya dengan ucapanku, tapi asal kamu inget akan janji kamu kepadaku zen, dan yang menyebabkan janin aku meninggal itu kamu!!” ucap salsa dengan suara yang cukup keras.
__ADS_1
“dan inget jika kamu masih tetep kekeh memilih gadis sialan itu, akan ku pastikan kedua orang tua kamu tau akan kelakukan kamu selama ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi mama kamu jika tau bahwa kamu masih berhubungan denganku dan bahkan sampai pernah mengandung cucunya, dan aku bisa pastikan mama kamu akan memisahkan kamu dan juga gadis sialan itu” lanjut sasla.
“kamu mengancamku?” tanya zeno sambil memegang tangan kiri salsa dengan sangat kuat.
“aw, sakit zen” ucap salsa kesakitan.
Sedangkan dimeja fani.
“eh-eh fan, itu bukannya anaknya tante lo ya?” tanya fitri saat melihat zeno
“sama siapa tu, ceweknya?” lanjut fitri bertanya.
Fani dan juga nico yang tadinya asyik makan itupun menolehkan kepalanya kesumber yang tadi ditunjuk oleh fitri.
Fani yang tadinya sedang memegang sendok ditangan kanannya itupun kini seketika melepaskan sendok itu dan merasa sekujur tubuhnya melemas, saat melihat zeno memegang tangan salsa dengan sangat erat. Sedangkan nico yang juga melihat zeno bersama salsa itupun melihat kearah fani yang sudah ingin mengeluarkan air matanya.
Tanpa disadari tangan nico mengepal
“itu ceweknya ya fan?” tanya fitri lagi.
Fani menghembuskan nafasnya berlahan dan kembali menghadap fitri dan tersenyum lembut “iya itu ceweknya, namanya salsa” ujar fani setenang mungkin.
“wih cantik ya kayak model badannya, mereka udah mau nikah?” tanya fitri lagi, yang langsung mengelus jidatnya saat sang kaka menjitaknya.
“aww, sakit tau” ujar fitri kepada nico
“lagian tanya terus, itu privasi orang, KEPO banget” ujar nico.
“iya kan fan” lanjut fitri ,Fani tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Fani sedikit lega, bahwa ternyata nico belum menceritakan perihal dirinya sudah menikah kepada fitri adiknya, fani fikir nico sudah memberi tahu ke fitri. Berarti masih ada peluang besar bagi fani untuk menceritakan langsung perihal dirinya kepada fitri. Dan mungkin saat ini waktunya masih belum tepat.
“aku ketoilet dulu ya” ujar fani kepada mereka.
“mau gue temenin gak?” ujar fitri.
“gak usah lo lanjut makan aja” ujar fani yang diangguki oleh fitri.
Fani berjalan menuju ketoilet.
Zeno saat ini masih berdebat dengan salsa, namun saat ia melihat kearah meja fani ia sudah tidak menemukan fani duduk disana.
Zeno menelusuri matanya untuk melihat apakah masih ada fani disana. Namun ia tetap tidak menemukan fani. Zeno kembali memfokuskan matanya ke meja duduk fani, dan ia menemukan tas fani masih disana yang artinya fani belum pergi.
“toilet”batin zeno
Zeno berdiri dari duduknya “mau kemana kamu?” tanya salsa saat melihat zeno sudah berdiri dan sepertinya ingin pergi dari hadapanya
__ADS_1
“toilet” jawab zeno cuek dan pergi meninggalkan salsa disana sendiri.
Saat ini zeno sudah berdiri disamping pintu masuk toilet wanita untuk menunggu fani keluar. Hampir lima menit zeno menunggu disana, sampai-sampai beberapa wanita yang keluar masuk toilet heran melihat zeno yang berdiri disamping pintu.
Fani keluar dari toilet dan saat ia berjalan ia merasa tangan kanannya ada yang memegang dari arah belakang. Fani memberhentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya kearah belakang “ka zen” ucap fani saat melihat zeno memegang tangannya
Zeno menggeret tangan fani untuk kembali masuk kedalam toilet wanita dan masuk disalah satu bilik toilet.
“lepas ka” ucap fani yang berusaha melepaskan tangannya dari cengkaraman tangan zeno.
“ustt”ucap zeno yang menaruh jari telunjuknya didepan bibir fani.
“jika kamu tidak diam, maka orang-orang akan tau bahwa kamu membawa seorang pria ketoilet ini” ucap zeno.
Fani diam dan berfikir jika orang-orang tau, apa yang akan mereka fikirkan terhadap ia dan zeno yang berada disatu tempat toilet seperti ini.
“kenapa matamu sembab apa kamu habis menangis?” tanya zeno yang melihat mata fani sembab.
“tidak, minggir aku mau keluar” ucap fani yang berusaha menggeser badan zeno kesamping agar membuka jalan keluar untuknya.
“tidak, aku tidak akan membiarkanmu kembali kesana dan bermesra-mesraan bersama nico” ujar zeno
“maksud kaka apa?, aku kesini bersama fitri juga” bela fani.
“memang kalian bertiga datang kemari, tapi aku melihat kamu lebih menikmati mengobrol dan bahwa bermesra-mesraan bersama nico” ujar zeno
“terserah apa kata kaka” ucap fani cuek.
Zeno merasa fani sangat mengacukkannya dengan bersikap biasa dan tanpa bersalah itu. Ia pun langsung mencium dan ******* bibir fani dengan sangat rakus. Sedangkan fani yang diperlakukan seperti itu berusaha untuk melepaskan ciuman zeno.
Fani mengumpulkan tenagannya untuk berusaha mendorong tubuh zeno mundur. Disaat fani berhasil mendorong tubuh zeno menjauh dari dirinya, seketika. “PLAKKK” Fani menampar pipi zeno.
“mau kaka apa?” tanya fani sambil menangis.
“aku itu bukan boneka yang bisa kaka permainkan sesuka hati kaka, jika kaka bosan dengan salsa kaka datang kepadaku”
“aku capek dengan semua ini, aku juga masih punya hati, hati aku sakit melihat suami aku sendiri bermesra-mesraan dengan perempuan lain didepan mataku, selama ini aku selalu menuruti kemauan kaka, tapi apa yang aku dapat?, HAHH, APA?”
“dan sampai kapan aku harus menunggu kaka?” aku capek” ujar fani sambil mendudukkan badannya diatas diCloset yang telah tertutup dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
“Fan” ujar zeno, namun fani bangkit yang tadi sempat duduk diatas closet dan menatap zeno tajam.
“lebih baik kita pisah” ujar fani dan berjalan keluar bilik toilet meninggalkan zeno yang masih diam mematung ditempat.
Saat fani sudah keluar dari bilik toilet, ia melihat kanan dan kiri, untungnya suasana toilet sepi jadi ia bisa bernafas lega. Ia pun berjalan keluar toilet untuk kembali kemejanya.
Sedangkan zeno duduk diatas closet dan mencoba mencerna kata yang terakhir diucapkan oleh fani “apa pisah?” gumam zeno
__ADS_1
“tidak aku tidak mau pisah darinya, aku tidak mau” ucap zeno dengan suaranya bergetar sambil mengeluarkan air matanya.
TBC