Heart Choice

Heart Choice
Episode 17


__ADS_3

Fani hanyalah seorang gadis yang berusia 18 tahun, diusianya yang masih terbilang belia, ia harus rela menjadi yatim piatu atas meninggalnya kedua orang tuanya, di saat ia merasa sendiri dan berfikir tidak mempunyai siapapun didunia ini, ternyata tuhan mempertemukan fani dengan teman dari sang ibu,


Ia ditakdirkan untuk menikah dengan anak dari sahabat ibunya, dan itu juga salah satu amanah dari sang ibu sebelum, sang ibu menutup mata untuk selama-lamanya


Fani berfikir pernikahan yang didasari tanpa adanya cinta diantara keduannya adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi takdir sudah ditentukan oleh tuhan, kita tidak pernah tau bukan akan berakhir seperti apa, bahagia atau malah sebaliknya yaitu mimpi buruk.


Saat ini yang fani bisa lakukan adalah mengikuti alur yang sudah tuhan berikan untuknya.


***


Fani berjalan keluar dari kamar zeno dengan membawa koper, yang diikuti oleh zeno dibelakangnya, sedangkan salsa wanita itu hanya duduk di ruang tamu hotel sambil memainkan ponselnya.


Disaat fani dan juga zeno sudah berada di depan salsa dan ingin keluar dari kamar hotel itu, zeno berkata “aku akan mengantar fani kekamarnya,”ucap zeno kepada salsa.


Yang dibalas anggukan kepala oleh salsa.


Lalu zeno dan fani keluar dari kamar hotel itu dan menuju kamar samping yang sudah dipesan oleh zeno.


Sesampainya di depan pintu kamar hotel fani, zeno membukakan pintu itu untuk mereka berdua masuk.


“maafkan aku”ucap zeno, yang seketika memberhentikan langkah mereka untuk menuju kekamar fani.


“untuk?” Tanya fani


“untuk salsa, aku tidak tau kenapa salsa bisa datang tiba-tiba keparis” ujar zeno jujur


“tidak apa-apa, harusnya aku sadar, dimana posisiku saat ini, aku hanya seorang istri yang tidak pernah kaka inginkan bukan?”ujar fani


“fani, bukan seperti itu.. aku--"ucapan zeno terhenti, tak kala fani berkata kembali


"udah.. lebik baik kaka kembali kekamar kaka saja, aku tidak apa-apa"ucap fani


"tap--"ujar zeno kembali, dan fani hanya menampilkan senyum nya, yang menurut zeno itu adalah senyum keterpaksaan.

__ADS_1


"baiklah, aku akan kembali kekamar"ucap zeno, lalu zeno lebih mendekatkan badannya kefani dan


Cupp.


zeno mengecup bibir fani dengan singkat, lalu berbalik badan dan melangkahkan kakinya menuju keluar pintu untuk kembali kekamar sebelah.


kembalinya zeno ke kamarnya, fani masih berdiri diambang pintu masuk itu, fani lagi-lagi tersenyum getir sambil matanya fokus ke pintu masuk "aku tidak boleh egois, sebelum adanya aku dikehidupan ka zeno, ada ka salsa yang selalu ada untuk ka zeno" ucap fani lirih.


***


"bagaimana sayang, ucap salsa" setelah salsa melihat zeno kembali kekamar itu.


"ya,..aku sudah mengantarkan dia ke kamarnya" ujar zeno


"baguslah kalau begitu"


lalu salsa yang melihat zeno berbaring disampingnya, perlahan mendekati zeno dan mulai meraba dari perut bawah zeno hingga sampai ke d**a atas zeno, zeno yang sudah paham dengan apa yang akan dilakukan salsa, tiba-tiba saja zeno memegang tangan salsa lalu menaruhnya pelan ke samping badannya.


salsa mengangkat sebelah alisnya tidak biasa-biasanya zeno menolak jika salsa ingin berc****ta dengannya. "kenapa" tanya salsa heran.


salsa yang untuk pertama kalinya dipelakukan zeno seperti itu, diam-diam mengepalkan tangannya dibawah selimut.


****


beberapa menit berlalu, zeno yang sedari tadi tidak bisa tidur entah kenapa, yang ada diotaknya saat ini hanyalah fani..fani dan fani.


lalu zeno mengambil ponselnya yang ada dinakas sebelah, dengan cara pelan-pelan ia takut membangunkan salsa. lalu zeno mencari nomer fani, dan mengetikkan sesuatu disana.


"sudah tidur" send to fani


fani yang memang sedari tidak bisa tidur, dan hanya membolak-balik kan badannya saja itupun, mendengar ponselnya berdering, lalu fani mengambilnya dan membuka isi pesan itu lalu membalasnya.


"belum"send to zeno

__ADS_1


zeno tersenyum karna ternyata fani belum tidur dan mau membalas pesan darinya


"kenapa, belum tidur" send to fani


"entahlah, belum ngantuk mungkin" send to zeno


zeno kembali tersenyum, entahlah padahal hanya kata-kata seperti itu tapi entah kenapa membuat zeno bahagia.


"aku ingin melihatmu, aku ingin kesana" send to fani


"ka tidak perlu, aku disini baik, lagipula ada ka salsa disana" send to zeno


"salsa sudah tidur"send to fani


"tidak perlu ka, bukankan besok kita akan bertemu juga"send to zeno


"baiklah-baiklah kalau begitu kirimkan aku wajah mu sebelum aku tidur"ucap zeno


fani yang membaca pesan terakhir dari zeno itupun, nampak malu dan mau tidak mau ia memfoto dirinya sendiri yang lagi tiduran diatas ranjang,



send to zeno


zeno yang melihat foto fani yang baru saja di kirimkan oleh fani, tersenyum kembali, dan jari jempol zeno mengelus-elus layar ponselnya itu,zeno mengelus-elus layar ponselnya yang ada gambar fani, lalu berkata pelan "cantik"


zeno membalas pesan dari fani "Good night " send to fani


"good night to" send to zeno


lalu merekapun mengembalikan ponselnya masing-masing ke samping nakas dan mulai memejamkan matanya.


TBC

__ADS_1


(Maaf ya episode ini agak garing)


__ADS_2