Heart Choice

Heart Choice
Episode 14


__ADS_3

Zeno dan Fani berjalan beriringan dan bergandengan tangan, layaknya suami istri yang harmonis menuju kepintu masuk gedung yang mewah dan megah itu, fani tak henti-hentinya berdecak kagum dengan desain yang dipilih oleh sang pembuat acara.


lalu disaat zeno dan fani sudah sampai dipintu masuk, mereka disambut hangat oleh para penjaga dipintu utama itu, dan para penjaga itu membungkukkan badan tanda memberi hormat kepada tamu, yang akan menghadiri pesta acara tersebut, dan disambut anggukan dan senyum oleh zeno dan juga fani.


disaat zeno dan fani sudah memasuki pintu, masuk tersebut, zeno menolehkan kepalanya kekiri dan kanan untuk mencari sang pembuat pesta itu, dan disaat zeno sudah menemukan yang ia cari, ia mengajak fani berjalan menuju keseseorang itu.



"Selamat malam Om," sapa zeno sambil tersenyum


"oh hay, apakah ini zeno wicaksono putra sulung dari alex wicaksono"sapa kembali seseorang itu, dan ikut tersenyum


"iya, saya zeno om,"


"Ya, tuhan kamu sudah besar sekarang, dan tampan"balas seseorang itu, yang bernama Irion Hatmaja.


zeno tersenyum hangat untuk membalas pujian yang diberikan oleh irion.


"oh iya kenalin ini istri om,"ujar irion sambil mengarahkan pandangannya terhadap istrinya yang bernama amel.


"Hallo tante," sapa zeno,


"Hallo juga, senang bisa berkenalan dengan kamu zeno, pengusaha terkaya nomer dua Se-Asia,"Puji amel.


"lalu, siapa yang ada disampingmu itu zen," tanya amel.

__ADS_1


"Oh, kenalin om tante ini alfani putri, istri saya" ujar zeno sambil memegang pinggang fani untuk maju dan menyapa irion dan juga amel


"hallo tante om, saya fani"jawab fani


"Wowww, kamu tidak salah memilih istri zen, dia cantik dan masih muda" ujar amel yang disetujui oleh irion dengan menganggukkan kepalanya.


zeno hanya tersenyum manis sedangkan fani malu dan pipinya bersemu merah.


lalu mereka berempat pun mengobrol dengan cukup lama, sebenernya yang mengobrol itu hanya om irion dan juga zeno yang membahas tentang bisnis, sedangkan sang istri-istri itu hanya menemani sang suami dan sesekali ikut tersenyum.


***


merasa cukup dengan obrolan yang mereka bicarakan, irion dan juga amel ingin berpamitan kepada zeno dan juga fani untuk menyambut tamu yang lain.


yang diangguki kembali oleh zeno "Silahkan om"


lalu irion dan juga amel berjalan menjauh dari zeno dan fani untuk menyambut tamu undangan yang lainnya


setelah irion dan amel berlalu dari hadapan zeno dan juga fani. lalu zeno menggandeng tangan fani begitu saja dan membawanya ke meja makan yang menghidangkan berbagai jenis makanan ringan dan berat serta tak lupa berbagai macam minuman.


lalu zeno mengambil beberapa potong cake dan juga segelas minuman, untuk ia berikan kepada fani. "makanlah"ujar zeno sambil menyodorkan makanan itu kepada fani


fani tersenyum hangat kepada zeno sambil mengambil makanan itu dan mengucapkan terima kasih yang dibalas oleh zeno dengan senyuman.


"kamu tunggu disini sebentar, aku akan ke toilet"ucap zeno, dan kembali diangguki oleh fani.

__ADS_1


disaat zeno sudah berlalu dari hadapan fani dan menuju ke arah toilet itu berada. fani memfokuskan matanya untuk melihat kanan dan kiri, ia mencari kursi yang masih kosong untuk ia duduki, karna tidak mungkin bukan ,ia makan sambil berdiri.


lalu fani tersenyum saat ia merasa menemukan bangku yang masih kosong itu, dan perlahan fani berjalan menuju tempat yang akan ia tuju, disaat fani fokus berjalan, tanpa sengaja ia menabrak seseorang, yang mengakibatkan cake yang berada ditangan fani jatuh berhamburan dilantai.


"maaf, maafkan aku"ucap fani mulai berjongkok dan mengambil cake itu dilantai.


"tidak nona, harusnya saya yang minta maaf karna tidak sengaja menabrak anda" ujar seseorang itu dan membantu fani untuk memunguti cake yang jatuh.


fani menggelengkan kepalanya dan mulai mendongakkan kepalanya keatas saat dirasa sudah tidak ada lagi cake yang terjatuh dilantai.


saat fani mendongakkan kepalanya dan disaat bersamaan pula seseorang itu yang menabrak fani ikut mendongakkan kepala, dan untuk beberapa detik pandangan mata mereka bertemu, untuk beberapa saat seseorang itu, diam tidak bereakasi, sedangkan fani mulai membuang muka dan berkata "sekali lagi maafkan aku"ujar fani.


"tidak..tidak nona, harusnya aku yang minta maaf"ujar seseorang itu kembali, yang masih saja fokus menatap wajah fani.


fani yang ditatap seperti itu merasa terintimidasi, dan akan berjalan melewati lelaki yang ada didepan.nya itu.


akan tetapi niat fani untuk melewati lelaki itu terhenti tak kala ia mendengar lelaki itu bertanya kepadanya "siapa namamu"tanya lelaki itu.


lalu fani menjawab "fani.. namaku fani"ujarnya


"aku agam"sapa agam sambil mengulurkan tangan kananya dihadapan fani.


fani yang akan membalas jabatan tangan dari agam itupun terhenti, tak kala suara bariton memanggilnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2