Heart Choice

Heart Choice
Episode 58


__ADS_3

Pagi menyapa, zeno terbangun dan meraba-raba tempat sampingnya dan untuk beberapa menit baru ia tersadar bahwa fani sudah tidak ada disana dan ia juga baru menyadari bahwa ia semalam tidur di kamar fani, bukan, ini bukan kamar bisa dibilang ini adalah gudang, ya kata yang cocok untuk mendeskripsikan ruangan ini adalah gudang.


Zeno bangkit lalu terduduk diatas ranjang, “dimana fani” gumam zeno


“Assww”ringis zeno, sekujur tubuh zeno terasa pegal, seperti habis dipukuli orang,


“cukup sekali, aku tidur dikasur seperti ini”ujar zeno, gara-gara tidur diranjang fani seluruh badannya pegal-pegal.


Akan tetapi jika ia mengeluh kepada fani, pasti gadis itu akan bilang “aku tidak menyuruh kaka untuk mengikutiku dan tidur dikamarku” itulah yang ada dipikiran zeno jika ia mengeluh kepada istrinya.


Zeno turun dari ranjang dan keluar kamar fani, disaat sudah sampai dapur ia tidak melihat fani disana dan matanya pun menelusuri segala ruangan untuk mencari keberadaan fani, akan tetapi hasilnya nihil, lalu zeno melihat dimeja makan sudah terdapat roti dan juga susu, ia pun berjalan kearah meja makan itu dan mendapatkan sebuah note disamping piring, zeno pun mengambil note itu dan terdapat tulisan disana “sudah aku siapkan sarapan untuk kaka, dan selamat pagi” itulah yang tertulis dinote itu.


Zeno meletakan kertas note itu dimeja makan, lalu duduk dikursi utama dan memakan sarapan yang sudah disiapkan oleh fani, selesai sarapan zeno berjalan kearah kamarnya untuk bersiap-siap pergi kekantornya.


Selesai dengan semua itu, zeno melangkahkan kakinya keluar appartemen untuk menuju ke basement dimana mobilnya berada.


Didalam mobil zeno meraih ponselnya dibelakang saku jasnya, lalu mencari nama fani disana dan mendeal untuk memanggilnya, akan tetapi lagi-lagi panggilannya tidak diangkat oleh fani.


Zenopun menyerah untuk kembali menelpon istri kecilnya itu, dan melihat jam yang terpasang dilengan kanannya dan disana sudah menunjukkan jam 8 lebih, yang tentunya sekolah pasti sudah masuk dan memulai pelajarannya.


Sesampainya dikantor, zeno memanggil sekertarisnya melalu panggilan icom untuk menyuruh datang keruangannya.


Selang beberapa menit, sang sekretaris pun mengetuk pintu ruangan zeno dan zenopun mennyuruh sang sekretaris masuk.


“apa jadwal ku hari ini” tanya zeno saat sang sekretaris sudah berdiri dihadapan zeno hanya terbatas meja, sang sekretarispun menyebutkan satu persatu apa saja jadwal zeno hari ini yang diangguki oleh zeno.


“kamu boleh keluar”ujar zeno yang sudah mengetahui apa saja jadwalnya hari ini


Sang sekretarispun membungkungkan badannya dan berlalu meninggalkan ruangan zeno.


****


Ditempat fani berada, jam istrirahatpun tiba,


Fani dan fitri keluar kelas untuk mengisi perutnya dikantin sekolah


“gimana keadaan lu fan” tanya fitri


“baik ko fit” ujar fani, sambil berjalan bersejajar dengan fitri kearah kantin

__ADS_1


Sesampainya diambang pintu kantin fitri bertanya kepada fani “ lo mau pesen apa fan,”tanya fitri


“samaiin lo aja fit”


“oke, lo cari bangku gue pesenin makanan kita” ujar fitri meninggalkan fani, lalu fani pun berjalan kemeja yang masih kosong.


Sesampainya ditempat duduknya fani mengeluarkan ponselnya sambil menunggu fitri datang, saat baru membuka kunci ponselnya fani kaget ada panggilan tak terjawab dari suaminya dan pesan masuk.


Saat sedang membaca pesan zeno, tanpa diduga zeno pun menelfonnya, langsung saja fani menggeser tombol hijau dan menempelkan ponselnya ditelingannya “ hallo” ucap fani.


“syukurlah kamu menjawab telfonku” ujar zeno disebrang sana


“maaf ka, tadi aku masih ada kelas dan akupun tidak mendengar kaka menelfon” ujar fani.


“iya tidak apa-apa aku mengerti, aku hanya menghkawatirkanmu” ujar zeno


“kenapa kamu tadi pergi sekolah sepagi itu” tanya zeno


“tadi aku ada ujian, jadi aku berangkat pagi sekali” ujar fani.


“oh yasudah, sedang apa kamu?” tanya zeno disebrang


“aku sedang berada dikantin, menunggu makanan datang” ujar fani.


“iya”


“aku merindukanmu, bolehkan aku melakukan panggilan video?” tanya zeno.


Fani tampak ragu ia takut akan ketahuan oleh orang-orang, akan tetapi ia menolehkan kepalanya kekanan dan kiri dan merasa siswa-siswi dikantin itu sibuk dengan urusan dan makanan masing-masing lagipula bangku kantin yang ditempatin fani dipojok dan sedikit jauh dari orang yang berlalu lalang, dirasa aman fani pun mengiyakan ucapan zeno, zeno pun tersenyum disebrang sana, dan mengalihkan panggilannya dengan panggilan video, tanpa menunggu lama fani pun mengangkatnya


Zeno tersenyum melihat wajah fani yang natural dengan rambut dikuncir kuda dan mennyisakan anak rambutnya dipinggiran telinga kanan dan kiri.


Untuk sesaat mereka diam dan hanya saling menatap di layar ponselnya masing-masing “aku merindukanmu, sangat” ujar zeno disebrang


Fani menganggapinya hanya seulas senyum, hingga akhirnya fitri datang.


“faniiiiii” teriak fitri


Reflek fani langsung mematikan panggilannya.

__ADS_1


“kamu menelfon siapa?” tanya fitri yang sudah duduk disebrang depan fani dan meletakkan nampan yang dibawanya diatas meja mereka


“tante seli” ujar fani,


“oh, ni makan” ujar fitri meletakkan semangkuk mie ayam dihadapan fani


“makasih fit,” ujar fani,


“iya sama-sama”


Disaat meraka makan sebenarnya pikiran fani lebih terfokus kepada zeno, ia mematikan panggilan sepihaknya tadi, ia merasa tak enak kepada suaminya itu.


“fann” panggil fitri


“hee, iya kenapa” tanya fani.


“ngelamun aja lo” ujar fitri


“hehehe, enggak ko,”


“yaudah lo makan tu mienya jangan lo aduk-aduk doang, ntar ngembang gak enak lagi buat dimakan” ujar fitri


“iya bawel” ujar fani


Fitri mendengus sebal, dan melanjutkan makannya, sampai aldo tiba-tiba datang ditengah-tengah mereka.


“hayyyy” sapa aldo, lalu duduk disebalah fani


“lo kayak setan aja, ngaggetin” ujar fitri


“bodo” ujar aldo cuek, lalu menatap fani.


“fan, nanti pulang bareng yuk, ada yang pengen gue omongin” ujar aldo


“tentang apa” tanya fani.


“ada deh pokoknya, ntar gue tunggu di parkiran ya, Byee” ujar aldo dan berlalu meninggalkan mereka, tanpa menunggu jawaban dari fani apakah ia mau atau tidak pulang bersama aldo.


“kenapa tu orang” tanya fitri heran

__ADS_1


Fani hanya mengedikkan bahunya acuh pertanda ia juga tidak tau, hingga notif pun masuk ke ponsel fani, lalu gadis itu membukanya dan mendapatkan pesan dari zeno “jangan lupa, pulang aku jemput”


TBC


__ADS_2