Heart Choice

Heart Choice
Episode 42


__ADS_3

Bel Pulang sekolah berbunyi, membubarkan para murid-murid untuk keluar kelas, dan menuju ke tempat parkir dan gerbang sekolah untuk pulang kerumah masih-masing. Termasuk Fani dan Juga fitri kedua gadis itu, keluar kelas untuk menuju gerbang sekolah


“Fan, jadi kan lo terakhtir gue?” tanya fitri tanpa malu


“jadi dong,” ujar fani


“kita naik mobil gue aja fan,”


“ngapain naik mobil sih, orang deket, jalan kaki aja itung-itung olahraga” ujar fani lagi


“olahraga apanya si, panas gini ntar kulit gue item” ujar fitri, dengan bibir dibuat cemberut


“udah gakpapa, ayo”


Merekapun berjalan keluar gerbang untuk menuju ke tukang bakso langganan mereka, yang kalau ditempuh dengan berjalan kaki Cuma 15 menit.


Tukang bakso langganan mereka itu sudah terlihat, disebrang jalan sana, lalu fani dan fitri bergandengan tangan untuk menyebrangi jalan.tangan fani menStop setiap mobil dan motor yang melaju untuk berhenti atau melambatkan lajunya agar mereka dapat menyebari jalan, akan tetapi motor beat matic tiba-tiba saja melaju dengan kecepatan yang lumayan kencang dan tidak melihat bahwa ada dua orang gadis didepannya yang akan menyebarangi jalan, pemuda yang membawa motor beat itupun kaget dan reflek menyerempet tangan Fani, fani yang kaget itu tangannya terkena motor dan terjatuh, yang menyebabkan luka di kaki dan juga tangannya. Sedangkan pria yang menabrak fani itupun memilih melarikan diri.


BRUKKKK


“AAAAAAAAAAAAAA”Fani berteriak dan terjatuh


“Ya ampun Fani” teriak fitri,


Fitri lalu mendekat ke fani dan melihat luka yang ada dikaki fani, “ya ampun, fan lo gak papa” ujar fitri memegang luka fani.


“aww..awww,, sakit fit” seru fani kesakitan


Orang-orang yang ada disekitar jalan itupun mengerumuni fani dan juga fitri, yang menyebabkan kemacetan. Tak terkecuali Mobil dan motor itupun mendadak berhenti dan ingin melihat apa yang terjadi, hingga sesosok pria dengan setelah jaz perwarna hitam dengan kemeja putih itupun menerobos kerumunan itu


“ Ya Tuhan, Fani” ujar seseorang itu.


“fani dan fitri menolehkan kepalanya kesumber suara “Ka Agam” seru fani, tentunya fani masih mengingat betul wajah agam, mereka bertemu saat mereka sama-sama berada diparis bulan lalu.


“kamu kenapa?” tanya agam


“tadi keserempet motor” itu bukan suara fani, melainkan suara fitri yang menjawab.


“mas..mas bawa adeknya kerumah sakit saja, sepertinya luka di tangannya cukup parah, sampek biru begitu” ujar ibu2 bertubuh tambun.


“iya bu terima kasih” ujar agam kepada ibu itu “ ayo kita kerumah sakit” ujar agam kembali kepada fani, yang diangguki oleh fani.


Agam memapah fani untuk menuju mobilnya, sedangkan fitri membawa tas sekolah fani dan mengekor dibelakang fani dan juga agam, agam membuka pintu mobil belakangnya dan mendudukan fani disana “ ayo masuk” ujar agam kepada fitri, lalu fitri ikut masuk kedalam mobil agam dan duduk disamping fani.

__ADS_1


Agam lalu menjalankan mobilnya menuju kerumah sakit terdekat untuk memeriksakan kondisi fani.


Hingga sekitar 20 menit mobil agam sampai dirumah sakit terdekat, agam lalu membuka pintu mobil sopir untuk ia turun, dan berjalan kerarah tempat duduk belakang untuk memapah fani menuju kedalam rumah sakit.


“sus, tolong”ujar agam


Lalu suster mengambil kursi roda, dan mendudukkan fani disana, fani dibawa keruang IGD, sesampainnya di IGD dokter lalu memeriksa luka dan membersihkan luka fani.


Agam dan fitri masih setia berada disamping fani.


“sudah selesai” ujar dokter yang selesai menangani fani.


“gimana dok?” tanya agam


“tidak apa-apa tangannya hanya keseleo, dan untuk kakinya tergores sedikit karna terbentur aspal jalanan” ujar dokter


“ bisa pulang sekarang kan dok” tanya fitri


Dokter itu tersenyum “ bisa kok, tolong tebus salep dan juga obat penghilang nyerinya ya dibagian farmasi” ujar dokter wanita yang sudah setengah baya itu


“baik dok terima kasih” ujar agam dan juga fitri


“duh fan, lo gak papa” tanya fitri yang sudah berada dibrankar fani


“oh, iya ka agam makasih ya udah bawa fani, kesini” ujar fani


“sama-sama fan, emangnya kamu mau kemana, emang zeno gak jemput kamu?,” tanya agam


“gimana sit tu orang, jadi sua..”


“ehh ayo pulang fit” ujar fani


Fani tau kalimat apa yang selanjutnya akan diucapkan oleh agam, oleh karna itu sebelum kalimat itu diucapkan fani lebih dulu menghalanginya.


sedangkan, agam lelaki itu bingung dengan fani yang memotong ucapannya, seolah-olah agam tidak boleh melanjutkan kalimatnya, agam pun tidak mau ambil pusing, lalu ia pun memperhatikan interaksi antara kedua gadis didepannya ini.


“emang lo, bisa jalan” tanya fitri


“ya ampun, Cuma luka kecil gini, bisalah”


“biar aku antar fan,” ujar agam


“emang gakpapa ka?” tanya fani, pasalnya ia takut agam akan menunda kegiatannya, ya walapun fani juga tidak tau kegiatan apa yang akan dilakukan oleh agam

__ADS_1


“gakpapa, ayo” ajak agam


“oh, iya ka, kenalin ini temen fani, fitri namanya”


“oh hai, saya agam” ujar agam sambil mengulurkan tangannya.


Fitri dengan senang hati menerima uluran tangan dari agam “ fitri” ujarnya sambil senyum-senyum memandangi wajah agam


“ehem..ehem. udah fit” ujar fani yang melihat jabatan tangan fitri dan agam belum terlepas, fani sudah hafal betul bagaimana sifat dan tingkah fitri jika melihat pria tampan.


“ehh, heheh” lalu fitri melepaskan jabatan tangan mereka, sedangkan agam pria itu memaklumi, namanya juga masih Bocah, pikirnya sambil tersenyum.


Mereka bertiga berjalan beriringan menuju mobil agam sambil memapah fani.


“kalian tunggu sini, saya akan menebus obatnya” ujar agam, sambil menyuruh fani dan fitri duduk.


“gakapap ka biar fani aja” ujar fani tidak enak


“udah fan gakpapa, kamu tunggu disini” agam berlalu meninggalkan kedua gadis itu.


“enak ya lo fan, hidup dikelilingi orang ganteng semua” canda fitri


“orang ganteng gimana “


“ya orang ganteng, itu tuh kayak ka agam, terus ka zeno sama ka niko, lah sedangkan gue dikelilingi sama kaka gue sama aldo doang, eh bukan, bukan aldo gak ganteng deh” ujar fitri.


“Eh fan, ka agam ganteng juga ya, tapi kayaknya dia udah tua deh, penampilannya aja gitu, beda sama cowok yang gue liat dicafe kemarin, modis dan gaul gitu” ujar fitri


“mulai deh, mulai” ujar fani dengan memutar bola matanya malas, fani heran apakah yang ada diotak sahabatnya ini hanya lelaki tampan saja.


“HEHEHH” fitri


“ayo” ujar agam yang tiba-tiba datang dengan membawa satu bungkus plastik obat untuk fani


Lalu merekapun melanjutkan jalannya menuju mobil agam.


POV AGAM


Setelah keluar dari restoran tempatku menjalankan miting dan sekalian makan siang dengan beberapa client, aku melajukan mobilku untuk kembali menuju kekantorku, disaat dalam perjalanan menuju kekantor, aku melihat banyak orang yang berkerumun dan menyebabkan kecametan, aku menunggu hingga beberapa detik akan tetapi kerumunan itu belum juga membubarkan diri, merasa penasaran dengan apa yang terjadi, aku pun memilih keluar dari mobil dan mendekati kerumunan itu, aku membelah kerumunan itu dan ingin melihat apa yang terjadi, ternyata ada seorang gadis yang terduduk diaspal jalan dengan masih mengenakan seragam sekolah, pikirku mungkin itu tabrak lagi, disaat aku ingin memutar badanku dan kembali menuju mobil aku mendengar suara gadis itu yang cukup familiar, sepertinya pernah kudengan sebelumnya, aku pun lebih mendekatkan diri kepada gadis itu yang terhalang oleh badan ibu-ibu bertubuh tambun.


Disaat aku sudah melihat wajah gadis yang terduduk diaspal itu, aku memelototkan mataku, itu kan fani istri dari temanku zeno, lalu aku pun menanggil namanya dan menolongnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2