Heart Choice

Heart Choice
Episode 52


__ADS_3

Fani duduk disofa ruang tamu, ia bingung apa yang akan ia lakukan seharian ini diappartemen dalam kondisi sendiri, dulu jika ia sakit dan tidak masuk sekolah ada sang ibu yang menemaninya dan merawatnya, namun sekarang moment seperti itu tidak akan pernah terjadi, tanpa terasa sebulir air mata jatuh dipelupuk pipi fani, ia sedih jika mengingat moment itu bersama sang ibu.


Fani menghapus air matanya dan mengambil ponselnya “ah, iya aku lupa memberi kabar fitri jika aku tidak masuk sekolah hari ini” ujarnya, lalu melihat jam dinding “jam pertama belum dimulai, jadi aku bisa menghubunginya”


Fani mulai menelfon fitri.


“Haloo” ujar fitri disebrang sana.


“halo fit, fit hari ini gue gak masuk, tolong izin.nin gue ya” ujar fani kepada fitri


“iya, nanti gue izinin sama pak botak, kondisi lu giman fan, nanti pulang sekolah gue ke rumah lo deh, eh rumah tante lo maksudnya” ujar fitri disebrang sana.


“lo mau apaan nanti sekalian gue bawaiin” lanjut fitri


“gak usah fit.. lagian gue udah mendingan kok, lusa juga gue udah masuk” ujar fani, ia takut jika fitri keappatemen zeno.


“ yakin lo?“


“iya yakin, yaudah gue tutup dulu ya, kan bentar lagi lo masuk kelas” ujar fani


“yaudah iya, bye fan”


“bye fit”


Telfon pun terputus.


Fani meletakkan ponselnya diatas meja yang berada didepannya, lalu menyenderkan tubuhnya di punggu sofa.

__ADS_1


Saat sedang melamun ponsel yang berada diatas meja bergetar, fani lalu mengambil kembali ponsel itu dan ingin mengetahui siapa yang mengirimkannya pesan


[Sedang apa kamu] Zeno


Fani tersenyum, ternyata zeno yang mengirimkannya pesan, padahal belom ada satu jam ia dan juga zeno berpisah.


[sedang duduk diruang tamu] send fani


Sudah beberapa menit akan tetapi zeno belum kembali membalas pesannya “mungkin ka zen, sedang sibuk” ujar lirih fani


Iapun meletakkan ponselnya kembali ke atas meja ruang tamu “ lebih baik aku belajar untuk persiapan ujian kelulusan nanti” ujar fani ia pun, beranjak dari sofa dan menuju kekamarnya tanpa membawa ponselnya yang masih tergeletak diatas meja.


***


Sesampainya zeno diruangan kerjanya, ia mendudukkan badannya di bangku kebesaranya yaitu bangku CEO, ia mengambil ponselnya yang berada disaku balik jas.nya dan mencari nomer fani dan mengirimkannya pesan.


Memikirkan wajah fani membuat seulas senyuman dibibir zeno.


Disaat zeno akan membalas pesan yang sudah dikirimkan oleh fani, tiba-tiba pintu ruangan zeno dibuka oleh seseorang,


“sayang, aku merindukkanmu” ucap salsa yang berjalan kearah zeno dan langsung memeluknya dan duduk dipangkuan zeno dengan tangannya ia lingkarkan dileher zeno


Zeno kaget dan menampilkan muka datarnya,


“kenapa kamu kesini” ujar zeno datar dan terkesan cuek


“kenapa? Ya aku ingin menemuimu lah, apa lagi” ujarnya lalu, mencium bibir zeno sekilas

__ADS_1


“tapi ini masih jam kerja” ujar zeno


“kamu ini kenapa sih, biasanya juga aku mau kesini jam berapa pun kamu tidak masalah, tapi kenapa sekarang jadi dipermasalahkan?” sewot salsa.


“bukan seperti itu sal, aku takut rekan bisnisku datang, tidak enak bukan jika ada kamu disini apalagi dengan posisi kita yang seperti ini” ujar zeno.


“baiklah aku akan mengalah, dan duduk disofa sana” ujar salsa dan turun dari pangkuan zeno.


Sebelum salsa menuju kearah sofa, salsa mencondongkan badannya ke zeno dan wajah meraka saling bersitatap “ apa kamu tidak merindukkan ku?” tanya salsa dengan senyum menggoda


“rindu” ujarnya singkat.


“benarkah, tapi expersimu tidak memperlihatkan itu?”


Zeno tersenyum “aku sangat merindukkanmu, akan tatapi aku sedang bekerja lagipula sebentar lagi aku akan ada miting penting”


Salsa tersenyum lalu mencium bibir zeno dan mulai me****t nya dengan nafsu, lalu perlahan salsa kembali duduk dipangkuan zeno dan kembali pula melingkarkan kedua tangannya di leher zeno. Salsa mulai mengexplor setiap mulut zeno dengan lihainya, sedangkan zeno Pria itupun membalas ciuman yang diberikan oleh salsa, akan tetapi entah kenapa tidak ada gairah yang dirasakan oleh zeno, tidak seperti biasanya, biasanya jika mencium salsa saja ia sudah bergairah akan tetapi untuk kali ini, tidak ada gairah sedikitpun.


Malah saat ini yang dibayangkan oleh zeno, yang berada dipangkuannya adalah fani bukan salsa.


Disaat dua manusia beda jenis kelamin itu masih berciuman, tiba-tiba saja pintu ruangan zeno dibuka lebar oleh seseorang.


“Selamat Pa…., Upss sorry ganggu” ujar seseorang itu.


TBC


__ADS_1


__ADS_2