Heart Choice

Heart Choice
Episode 54


__ADS_3

Didalam mobil, nico masih dibuat kesal atas tingkah zeno


“bentar-bentar, semalem gue itu halu gak sih ngeliat salsa diClub sama cowok”


“apa itu si zen ya?, tapi kalau si zen, mana mau dia joget-joget kayak gitu” ujar nico kepada diri sendiri.


Nico tahu betul bagaimana teman satunya itu, zeno memang suka pergi ke Club malam, tapi jika di lagi ada masalah saja, dan jika keclub malam juga zeno hanya minum-minum tidak sampai joget-joget seperti itu


“apa jangan-jangan, gak,, gue gak boleh berasumsi sendiri gue harus cari tau dulu, semalem itu gue bener liat salsa atau bukan” ujar nico


Lalu ia pun mengambil ponselnya yang berada didasbor mobil untuk menelfon agam, akan tetapi dua kali nico menelfon agam tidak ada jawaban sama sekali darinya.


“kemana sih ni bocah”ujar nico kesal, lalu meletakkan kembali ponselnya kedasbor dan kembali fokus menyetir mobilnya menuju cafe.


***


Zeno menyelesaikan meeting bertepatan dengan jam makan siang, ia pun masuk kedalam ruang kerjanya dan masih mendapati salsa yang duduk disofa sambil memainkan ponselnya


“sayang tumben kamu meeting lama banget” tanya salsa, yang melihat zeno berjalan kearahnya dan duduk disampingnya


“iya, ada proyek baru yang harus dibahas” jawabnya sambil menyederkan badannya di punggung sofa


“oh” jawab salsa, lalu wanita itu melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan angka 11:30


“kita makan keluar yuk, aku laper” lanjut salsa


“kenapa keluar kita makan disini aja, aku akan menyuruh sarah memesankan makanan untuk kita” ujar zeno


Salsa cemberut mendengar itu “sayang ayolah, lagian kan kita udah lama juga gak keluar bareng”


“ayoo” ajak salsa lagi


Zeno menghembuskan nafasnya perlahan, “baiklah”

__ADS_1


Salsa tersenyum, ternyata zeno masih sama seperti sebelumnya dan selalu menuruti ajakan maupun kemauannya, pikir salsa


Zeno dan salsa keluar kantor, dengan salsa yang mengapit tangan kiri zeno untuk menuju kerestoran favorit mereka.


Sesampainya direstoran itu, sang pelayan pun mendatangi meja mereka dan menuliskan pesanan yang telah disebutkan oleh zeno dan juga salsa.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, salsa terus saja berbicara yang ditanggapi oleh zeno dengan senyuman dan juga anggukan ataupun jawaban sekenanya.


Karna saat ini lagi, dan lagi pikiran zeno dipenuhi dengan fani, sedang apa gadis itu sekarang apakah sudah makan siang atau belum.


Tadi selesai meeting zeno sempat mengirimkan pesan kepada fani, saat pria itu berada didalam Lift untuk menuju keruanganya, akan tetapi pesan zeno belum juga dibalas sampai sekarang yang menyebabkan ia khawatir kepada fani, takut gadis itu kenapa-kenapa, pasalnya saat ini fani sedang terluka akibat kecelakaan kemarin.


“sayang kamu dengerin aku gak sih” tanya salsa, yang dibuat kesal oleh zeno, pria itu melamun sedari tadi, memang tubuhnya bersama salsa, akan tetapi pikiran nya entah kemana


Zeno kaget dan langsung menatap salsa dan tersenyum “ dengerin sayang” ucapnya berbohong


“kamu itu lagi mikirin apa sih, aku dari tadi ngomong gak kamu dengerin” ucapnya masih kesal


Zeno menggapai tangan kanan salsa yang berada diatas meja lalu menggenggamnya “aku lagi gak mikirin apa-apa” ucapnya sambil tersenyum


“iya” ujar zeno


“yaudah, bentar sayang aku mau ketoilet dulu” ujar salsa dan langsung berdiri untuk menuju ketoilet restoran


Disaat salsa pergi ketoilet, zeno mengambil ponselnya yang berada dibalik jas,nya dan benar saja dugaannya sampai sekarang pesan yang dikirimkan tadi belum juga dijawab oleh fani, merasa khwatir zeno langsung menelfon fani, akan tetapi hasilnya tetap nihil fani tidak mengangkan telfonnya sama sekali “ Kemana sih kamu fan,” ujar zeno khawatir yang masih saja mencoba menelfon fani


“sayang, sedang menelfon siapa kamu?” tanya salsa yang sudah duduk dihadapnnya.


“Hmm, tadi agam telfon, membicarakan masalah bisnis” ujarnya berbohong


“oh”salsa hanya menjawab singkat dan padat.


Mereka pun makan siang dengan khitmat, selesai makan siang zeno dan salsa kembali kekantor zeno.

__ADS_1


***


Jam menunjukkan angka 15:00, zeno dan salsa bergegas menuju ke appartemenya


Sebenarnya ini belum jam pulang kantor akan tetapi zeno sudah bersiap-siap untuk pulang, ia khawtir kepada fani, oleh karna itu ia ingin segera cepat sampai keappartemennya.


“tumben sayang kamu pulang jam segini”tanya salsa heran saat mereka sudah didalam mobil menuju keappartemen


“iya, aku kangen sama kamu makanya aku pengen segera sampek rumah dan berduaan sama kamu” ucapnya dusta


Salsa yang mendengar itupun tersenyum dan tersipu malu, dan berfikir ternyata zeno masih sangat mencintainya, buktinya saja zeno sudah tidak sabar untuk berduaanya dengannya diatas ranjang


Sedangkan diappartemen.


“Ya tuhan, ini udah jam berapa” ujar fani, ia baru terbangun dari tidurnya setelah sejak pagi tadi bergelut dengan buku-buku tebal dan juga berbagai jenis mata kuliah, ya fani sedari pagi tadi memang belajar didalam kamarnya, mungkin karna faktor lelah dan ngantuk juga, akhirnya ia tertidur dimeja belajar sekaligus meja riasnya itu dengan posisi tidur terduduk yang kepalanya iya letakkan diatas meja dengan bantalnya kedua tangannya yang ia libat.


Fani mencari ponselnya, ia mengangkat bukunya satu persatu yang berada diatas meja untuk mencari ponselnya, tapi ia tidak menemukan nya


Fani mengingat kembali dimana terahir ia meletakkan ponselnya “oh, apa mungkin diruang tamu ya” ujar fani lalu bangkit dan berjalan menuju ruang tamu


Dan ternyata benar ponselnya ada dimeja ruang tamu, fani lalu mengecek dan ingin tahu apakah ada pesan masuk diponselnya dan tiba-tiba mata fani terbelalak ketika pesan dan juga panggilan tak terjawab dari zeno ada diponselnya “ya tuhan, pasti ka zen marah sama aku karna gak angkat telfonya”ujar fani kepada diri sendiri


“aku akan menelfon ka zen,” ujarnya,


Disaat ia akan menelfon zeno, pintu appartemen terbuka dan menampilkan dua orang yang masuk lewat pintu itu


Fani pun lantas mengurungkan niatnya untuk menelfon zeno, tak kala melihat zeno sudah ada dihadapannya akan tetapi zeno tidak sendiri melainkan bersama salsa yang menggandeng tangan kanan zeno


“Hayyy”sapa salsa,


Fani membalas sapaan salsa dengan senyuman dan detik berikutnya mata fani ia fokuskan kepada zeno, akan tetapi zeno langsung membuang muka dan berkata “aku akan membersihkan badanku” Ujarnya lalu berjalan menuju kamarnya


“aku ikut”ujar salsa, lalu ia menyusul zeno yang sudah berjalan menuju kekamarnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2