Heart Choice

Heart Choice
Episode 44


__ADS_3

Agam sudah lebih dulu mengantarkan Fitri ke café niko, sekarang giliran agam mengantarkan fani keappartemen suaminya zeno, didalam mobil cukup ada keheningan sampai akhirnya agam memecahkan keheningan itu “kenapa teman kamu tadi, tidak mengetahui jika kamu sudah menikah?”


Fani menolehkan kepalanya kesamping untuk menatap agam, “aku hanya tidak ingin ada yang mengetahui jika aku sudah menikah”


“apa zen, yang menyuruhmu untuk merahasiakan pernikahan kalian?” tanya agam lagi,


“tidak, ka zeno tidak menyuruhku, aku hanya belum siap cerita saja ke fitri mungkin menunggu waktu yang pas ” Bohong fani, sebenarnya memang zeno yang menyuruhnya agar merahasiakan pernikahan mereka, akan tetapi fani menutupi nya, urusan rumah tangganya cukup ia dan juga zeno yang tahu baik dan buruk.


Baik dan buruknya suatu rumah tangga tidak perlu kita umbar dan ceritakan kepada orang lain ataupun orang tua sendiri, karna bagaimana pun zeno tetap suaminya, oleh karna itu kejelekan zeno cukup fani yang tau.


“oh, aku kira zeno terpaksa menikah denganmu” ujar agam


Akan tetapi kali ini tanggapan fani atas ucapan yang dilontarkan oleh agam barusan, hanya dibalas dengan senyuman tipis, yang sampai akhirnya mobil yang ditumpangi fani sudah berhenti di depan gedung appartemen.


Agam membuka pintu mobilnya lalu turun dan berjalan kesamping untuk membantu fani keluar dari mobil, “terima kasih ka” Ujar fani, yang mendapati agam membukakan pintu mobil.

__ADS_1


Fani pun berjalan menuju kedepan pintu gedung appartemen dengan dituntun oleh agam, “sampai sini saja ka” ujar fani


“tidak sampai depan pintu appartemenmu?, kamu yakin bisa berjalan?” ujar agam khawatir


“iya, fani bisa” yakin fani


“gakpapa kaka pulang aja, makasih tadi ka agam udah mau bayarin biaya rumah sakit ,traktir makan dan anterin fani pulang, ka agam udah banyak bantu fani hari ini” ujar fani sambil tersenyum


Agam yang masih berada didekat fani itu pun mengangkat tanggannya untuk menyentuh kepala fani, lalu disaat sudah menyentuh kepala fani “iya sama-sama” seru agam sambil mengelus rambut fani naik turun.


“yasudah kalau begitu, aku pamit dulu” ujar agam lalu melangkahkan kakinya menuju mobil.


Mobil agampun sudah berlalu dari teras gedung appartemen, dirasa mobil agam sudah tidak terlihat fani pun memasuki gedung appartemen itu.


****

__ADS_1


Zeno yang baru saja menyelesaikan miting pentingnya, lelaki itu membuka ponselnya ketika mendapati notif masuk, zeno pun membuka dan mengerutkan alisanya saat nama agam tertera di notif itu “agam?,” gumam zeno, lalu merasa penasaran karna tumben sekali agam mengirimkannya pesan itupun lalu membukannya, mata zeno langsung terbelalak lebar karna ia melihat foto fani disana dengan kondisi tangan diperban dan terdapat beberapa luka dikakinya.


Tanpa pikir panjang zeno pun langsung menelfon agam, tak perlu waktu lama agam yang kondisinya saat ini masih didalam mobil untuk perjalanan menuju kekantornya itu lalu mengangkat panggilan dari zeno.


“Hallo” seru agam disebrang sana


“kenapa fani, bisa seperti itu?” tanya zeno


“tadi istri lo ketabrak saat dia dan temennya mau menyebrang jalan” ujar agam


“nah, untungnya gue lewat dan ngeliat istri lo, langsung aja deh gue bawa kerumah sakit, tapi sekarang istri lo udah di appartemen lo” seru agam kembali


“yaudah thanks karna lo, udah nolongin fani” ujar zeno, lalu mematikan panggilannya sepihak.


Sesudah mematikan panggilan sepihak itu terhadap agam, zeno berdiri dari kursi kejayaannya, dan mengambil jaz yang tersampir dikursi itu, lalu melangkahkan kakinya keluar ruangannya untuk pulang keappartemennya, saat zeno keluar ruangnnya dan ingin menuju ke parkiran kantornya zeno sejenak menghentikkan langkah kakinya hanya untuk sekedar menelfon asistennya untuk mengabari bahwa ia akan pulang lebih cepat, dirasa assistennya sudah menjawab, zeno pun langsung melanjutkan jalannya menuju keparkiran dimana mobilnya berada.

__ADS_1


Zeno melaju kan mobilnya dengan sangat cepat ia ingin buru-buru sampai appartemen dan ingin melihat langsung kondisi fani.


TBC


__ADS_2