Heart Choice

Heart Choice
Episode 31


__ADS_3

Sesampainya di depan pintu masuk kantor zeno, Fani turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan zeno, tak lupa gadis itu mengucapkan terima kasih kepada supir kantor zeno, yang dibalas dengan ucapan terima kasih kembali oleh sang supir.


Fani memasuki Lift dan menekan nomer angka yang menghubungkan langsung ke ruangan khusus zeno itu, sampai didepan pintu masuk ruangan zeno fani mengetuk pintu terlebih dahulu, ia takut bahwa zeno sedang menerima tamu, sesudah fani mengetuh pintu ruangan zeno dan dibalas oleh zeno dengan mengatakan kata MASUK, fani pun mendorong knop pintu itu dan memunculkan kepalanya terlebih dahulu, melihat zeno yang masih fokus dengan dokumen-dokumen dimejanya, fani berjalan pelan untuk menuju ke samping zeno.


sesampainya disamping zeno, lelaki itu belum juga menyadari bahwa sang istri sudah berada tepat disampingnya, hingga zeno menyadari bahwa ia mencium bau parfum fani, lalu zeno menolehkan kepalanya kesamping dan mendapati sang istri kecilnya itu sudah berada disampingnya.


"sejak kapan kamu berada disampingku" tanya zeno


"mungkin 2 menit, aku melihat kaka sibuk dengan pekerjaan kaka" ujar fani dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan sang suami.


zeno pun mengulurkan tangannya yang langsung digapai fani, fani lalu mencium punggung tangan zeno


seusai fani mencium tangan zeno, lelaki itu berkata kepada fani " tunggulah disofa, aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku, lalu kita langsung pulang menuju kerumah mama"


"Baiklah" balas fani


fani lalu berjalan menuju sofa itu dan mendudukkan badannya disana, sedangakan zeno, lelaki itu melanjutkan pekerjaanya yang tertunda sejak pagi tadi.


Fani yang hanya duduk disofa dengan tidak melakukan apa-apa itupun merasa jenuh dan bosan, lalu ia pun mengambil ponsel nya yang ada disaku baju seragamnya dan membuka ponselnya, disaat ia sudah membuka ponselnya begitu banyak notif yang masuk ternyata dari group kelasnya.


group kelasnya memang langsung ramai jika tiba-tiba guru killer botak memberikan tugas yang begitu banyak.


SINTA


guys, gimana nih tugas dari bapak lu pada


ARMAN


bodo ah, gue tinggal ng-game


TOMY

__ADS_1


bodo (2) juga, gue tinggal pacaran aja


BELA


Tau nih, tu guru ngasih tugas gak ngotak banget, ya kali satu LKS, bukannya makin pinter gue malah makin gila, gara-gara tugas dia.


RESTY


eh guys, gue punya rencana, gimana kalau tu guru botak kita kerjaian aja,


ARA


kerjain gimna, maksud lo rest


SELA


kalian pada jangan macem-macem deh, nanti kita kena masalah gimna, ogah ah gue berurusan sama tu guru


FITRI


ARA


Yahhhh,, gak asik lo fit,,, lo sama fani enak pinter,


dan chat group kelas fani masih banyak dengan membahas tentang guru killernya itu, fani yang merasa sedikit lucu dengan kata-kata teman-temannya itupun tersenyum sendiri.


zeno yang sesekali melihat kearah fani itupun dibuat curiga, "kenapa dia tersenyum sambil melihat ponselnya"batin zeno


merasa penasaran, zeno berdiri dari kursi kebesarannya dan melangkahkan kakinya menuju dimana fani berada.


"EHMM" dehem zeno "sedang apa kamu"

__ADS_1


fani kaget yang melihat zeno sudah ada dihadapannya sambil berdiri "ini aku sedang membaca chat dari teman"


zeno hatinya mulai panas mendengar kata teman " teman?"


"Iya ka teman, ini" lalu fani dengan polosnya menunjukkan ponselnya kepada zeno, zenopun melihat bahwa fani ternyata sedang membaca chat dari group kelasnya,


salah tingkah, ya zeno merasa ia telah cemburu yang tidak semestinya,


lalu zenopun duduk disamping fani, dan mennyenderkan kepalanya di sofa itu sambil memejamkan matanya.


"kenapa" tanya fani heran, yang melihat raut lelah diwajah suaminya.


"tidak apa-apa, hanya sedikit pusing dengan begitu banyaknya pekerjaan" ujar zeno


fani yang merasa kasihan dengan zeno itupun berinisiatif.


"bolehkah aku memijit kepala kaka, untuk meredakan pusingnya" tanya fani


Zeno membuka matanya dan melihat kearah fani, lalu detik berikutnya kepala zeno, ia rebahkan di paha fani.


"mulailah memijit kepalaku" ujar zeno yang sudah memejamkan matanya sambil kepalanya ia letakkan dipaha fani


gadis itupun mulai memijit kepala suaminya itu dengan pelan, fani tersenyum melihat zeno sepertinya menikmati sentukan yang diberikan fani dikepalanya.


beberapa menit berlalu, fani terus memijit kepala zeno. sampai akhirnya zeno berkata "Berhenti"


"kenapa" tanya fani


"aku sudah tidak lagi pusing, aku ingin tidur sebentar " lalu zeno pun memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya keperut fani, sampai bibir zeno sudah merasa mencium perut fani yang terhalang oleh baju seragamnya.


fani yang diperlakukan seperti itu, merasa geli dan seperti ada kupu-kupu berterbangan diperutnya saat bibir zeno menyentuh perutnya. fani pun mulai memberanikan diri untuk menyentuh rambut zeno dan mulai membelainya secara perlahan.

__ADS_1


zeno tersenyum dengan perlakukan yang diberikan oleh fani itu.


TBC


__ADS_2