
Zeno keget mendengar pintu terbuka dan suara itu lantas langsung mendorong tubuh salsa sampai terjatuh dari pangkuannya “awssstt” lirih salsa
“sayang” lanjutnya dengan berteriak kepada zeno.
“maaf, aku reflek kaget dan tidak sengaja” ucapnya lalu membantu salsa berdiri.
“wahhh, sorry-sorry gue ganggu kegiatan kalian” ucap seseorang itu yaitu nico, yang berjalan menuju kearah zeno dan salsa.
Salsa mendengus kesal mendengar ucapan nico “baguslah kalau lo nyadar” ucapnya sinis
Zeno heran kenapa nico bisa ada dikantornya pagi-pagi seperti ini.
“tumben-tumebenan lo kekantor gue, ada apa?” tanya zeno
“lo udah gak anggep gue temen lagi?” tanya nico.
Zeno menyatukan alisnya “ maksud lo?” tanya zeno yang berjalan menuju sofa diruangan kerjanya, yang diikuti salsa disampingnya dan juga nico yang mengekor dibelakang.
“semalem gue ke Club sama agam, dan katanya lo udah nikah tapi kok lo gak ngundang gue?”
“padahal kita ini ada dikota yang sama, tapi agam yang ada di luar negri tau kalau lo nikah, sedangkan gue, gak tau apa-apa” lanjut nico, yang sudah duduk didepan zeno dan juga salsa yang dibatasi oleh meja saja.
“ciihh, kayak gitu aja lo ribet, iya sorry emang gue udah nikah, dan pernikahan gue juga Cuma keluarga doang ya tau”ucap zeno.
“sama salsa?” tanya nico
“Bukan!!” ucap salsa cuek.
“Whattt!!” nico kaget.
__ADS_1
“lo gak nikah sama salsa tapi..” ucapan nico berhenti, ia berfikir jika salsa yang bukan dinikahi oleh zeno, berarti salsa selingkuh sama zeno dengan diperkuatnya dugaan bahwa mereka tadi berciuman.
“iya kenapa, lagian juga zeno gak cinta juga sama istrinya” ucap salsa, ia tau apa yang dipikirkan nico saat ini.
“iya kan sayang” lanjut salsa.
Zeno ragu untuk mengatakan IYA, pasalnya ia saat ini sangat takut kehilangan fani, ia nyaman berada didekan istri kecilnya itu dan bahkan ingin selalu berada didekatnya.
“sayang” panggil ulang salsa, pasalnya ia belum mendapat jawaban dari zeno atas ucapannya tadi.
“Hemmm” hanya itu yang bisa diucapkan oleh zeno, dan salsa pun tersenyum puas atas jawaban zeno
“sinting gue rasa lo, kasian lah istri lo zen!!” ucap nico.
“dan lo sal, gue tau lo sama zeno itu udah pacaran dari dulu, tapi lo kan juga tau kalau zeno udah nikah, dan lo masih berhubungan sama dia, dan jadi selingkuhan dia?” ucap nico.
“dan lo mau aja gitu jadi yang kedua?” lanjut nico
“gak abis pikir gue sama kalian berdua, niat gue dateng kesini mau ngucapin selamat buat kalian, malah ujung-ujungnya kayak gini”
“ dan lo zen, inget KARMA masih berlaku dan masih ada, mending lo pilih salah satu dari pada ntar akhirnya lo nyesel” ucap nico.
“lo gak usah sok ngajarin dan nasehatin zeno nic, lo aja diselingkuhin!!” ucap salsa sinis.
“cihh, gue ini sahabat nya zeno, pantes lah gue nasehatin dia” ujar nico sinis, pasalnya memang dari dulu nico kurang suka dengan salsa, akan tetapi sahabatnya itu kekeh untuk menjalin hubungan dengan salsa.
Sedangkan, zeno lelaki itu hanya diam dan memperhatikan perdebatan dua manusia yang berada disampingnya dan didepannya ini.
Pikiran zeno hanya tertuju kepada fani, entahlah sekarang yang ada diotak zeno hanyalah fani, fani dan fani.
__ADS_1
Sampai akhirnya suara ketukan pintu menghentikan semuanya TOK…TOK..TOKK
“masuk” Ucap zeno kepada orang yang berada di balik pintu ruangannya.
Seseorang itupun membuka pintu dan berjalan melewati pintu itu dan mendekat kearah 3 orang yang sedang duduk di sofa ruangan zeno. “maaf mengganggu, 15 menit lagi meeting akan segera dimulai pak” ucap sekertaris zeno.
“Hmm, baiklah, persiapkan berkas-berkas yang diperlukan dan saya akan segera keruang meeting” ucap zeno kepada sekretarisnya
“baik pak, kalau begitu saya permisi” ucap sekertaris itu yang sedikit membungkukkan badannya dan berlalu meninggalkan ruangan zeno.
“yaudah gue cabut dulu” ucap nico yang sudah berdiri dari duduknya
“gue masih butuh penjelasan lebih jelasnya dari mulut lo zen” lanjutnya kepada zeno, yang dibalas anggukan oleh zeno.
Selepas nico pergi dari kantor zeno, salsa masih tetap berada diruangan zeno.
“aku akan miting sebentar, kamu tunggu disini” ucap zeno kepada salsa.
“iya sayang” jawab salsa yang menempelkan badannya dengan badan zeno dan meraba-raba dada zeno yang masih terhalang oleh pakaian zeno, lalu mengecup bibir zeno sekilas.
Zeno melangkahkan kakinya keluar ruangan dan memasuki lift untuk menuju ke ruang rapat yang berada lantai bawah.
Didalam lift, zeno meraba bibirnya yang tadi bekas bercumbu dengan salsa, “aneh, kenapa ini berbeda” ucap zeno lirih.
Pasalnya zeno merasa aneh, kenapa disaat salsa mencium bibirnya ia tidak merasakan apa-apa padahal dulu hanya bibir salsalah yang ia dambakan dan puja tapi sekarang kenapa saat berciuman dengan salsa semua nya terasa hambar dan biasa saja , sedangkan jika ia mencium fani ada perasaan aneh yang muncul, perasaan yang ia sendiri punsulit untuk mengungkapkannya.
TING
Pintu linf terbuka dan zeno pun melangkahkan kakinya keruang miting.
__ADS_1
TBC