Heart Choice

Heart Choice
Episode 50


__ADS_3

Agam yang melihat nico sudah mabuk berat memapah tubuhnya “Sialan, lo ngerepotin gue aja” ujar agam.


“ayolah bro, kau sungguh tampan” racau nico, sambil memegang dada agam yang saat ini sedang memapahnya untuk keluar dari club itu dan menuju ke mobilnya.


“tangan lo bisa diem gak, jangan sampek gue patahin?” ujar agam.


Disaat mereka sudah hampir sampai dipintu masuk dan keluar club malam, nico berkata “Berhenti” ucap nico kencang, lalu agam pun menghentikan langkahnya “ ada apa?” tanya agam,


“Hp gue ketinggalan disana” unjuk nico ketempat mereka duduk tadi.


Agam berdecak “Bener-bener ya lo,” ujarnya.


“Lo tunggu sini, biar gue ambil Hp lo” ujar agam meninggalkan nico diambang pintu untuk mengambil ponsel nico yang tertinggal ditempat mereka duduk tadi.


Nico memangguk dan menyenderkan tubuhnya di tembok sisi pintu masuk, kepalanya sangat pening sekali, mungkin karna terlalu banyak minum.


Disaat nico sedang memegang keningnya yang pusing dan mendongakkan kepalanya, ia melihat salsa sedang berjoget-joget ria bersama seorang pria.

__ADS_1


Lampu yang remang-remang dengan banyak orang yang berlalu lalang itu membuat nico semakin pusing akan tetapi matanya tidak salah lihat, ia melihat salsa, nico menyipitkan kedua matanya agar lebih fokus dan jelas melihat apakah itu salsa atau tidak, akan tetapi seperti memang itu salsa.


“salsa” panggil nico sambil berjalan menghampiri salsa.


Akan tetapi disaat nico sudah akan sampai di salsa, agam menarik nico lalu memukul kepalanya pelan “ kan gue bilang, lo jangan kemana-mana” ujar agam lalu menggeret nico kasar untuk keluar dari club itu.


Sesampainya di mobil agam, agam menyalakan mobilnya untuk mengantar nico kerumahnya, masalah mobil nico yang masih berada di club itu, biarlah urusan nico, sudah untung agam mau mengantarnya pulang, kalau bukan karna sahabat, kemungkinana besar agam tidak akan sudi dan repot-repot membantu nico.


Nico yang menyandarkan badanya dikursi penumpang samping agam dan memejamkan mata, beberapa menit kemudia ia membuka matanya dan melihat samping yang terdapat agam sedang fokus mengemudikan mobilnya.


“aduh kepala gue pusing banget” ujar nico sambil memegang kepalanya.


Nico yang melihat sebotol air mineral didasbord mobil agam, itu tanpa meminta izin mengambilnya lalu meminumnya untuk menghilangkan sedikit sakit dikepalanya.


Nico yang sudah meminum air mineral itu, kembali menyandarkan badannya ke punggung bangku penumpang dan memejamkan matanya.


“cih, dikira gue supir lo apa” ujar agam, yang melihat nico kembali tertidur.

__ADS_1


****


Matahari sudah mulai muncul, dan jam dinding menunjukkan arah angka 6, zeno bangun lebih dulu pemandangan pertama yang ia lihat adalah fani yang masih tertidur, zeno menyingkirkan anak rambut fani yang menghalangi zeno untuk melihat wajah fani, disaat anak rambut fani sudah tidak ada di area wajah fani, zeno mengecup kening fani “good morning” ucap zeno yang tentunya tidak didengar oleh fani.


zeno yang melihat fani tidak merespon ataupun tidak bangun itupun mencium bibir fani sekilas, akan tetapi bibir fani yang lembur itupun membuat zeno melampaui niatnya, zeno me****t dan men****t kecil bibir fani. Zeno merasakan bibir fani sangat lembut dan kenyal yang membuatnya candu. Tangan zeno menangkup pipi fani dan semakin memperdalam ciumannya. Zeno yang awalnya memejamkan matanya karna menikmati ciuman yang ia berikan kefani, sontak membuka kedua matanya saat ia mendengar fani mengerang. Lalu Ia melihat fani, akan tetapi ternyata mata fani masih terpejam, zeno terkekeh kecil “ pasti ia bermimpi dan menikmati ciumanku”


zeno mengusap bibir bawah fani yang terdapat sedikit air liurnya, lalu mengusap pipi fani dan beranjak dari ranjang untuk mandi dan berangkat ke kantornya.


Disaat zeno masih berada didalam kamar mandi, fani terbangun, ia mulai membuka matanya dan melihat kerah samping yang dimana sudah tidak ada zeno disana.


Fani mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi “mungkin ka zen sedang mandi” ujarnya.


Saat fani berkata seperti itu, bibirnya berasa kebas dan perih, sontak saja fani memegang bibir bawahnya yang sepertinya bengkak. “kenapa dengan bibirku” ujarnya kepada diri sendiri.


TBC


salam dari fani, yang baru bangun tidur😊 dengan wajah yang natural

__ADS_1



__ADS_2