Heart Choice

Heart Choice
Episode 07


__ADS_3

Saat ini fani sedang berada diruangan niko, setelah kejadian tadi niko membawa fani keruangannya untuk mengompres luka yang berada di sudut bibir fani yang berdarah.


"Ka niko maaf, atas kejadian tadi" ucap fani


"Udah fan, gak masalah, gak usah dipikirin juga" balas niko sambil tersenyum kearahnya


Fani membalas senyuman yang diberikan niko untuknya


" aww"Ringis fani


"Sory-sory" ucap niko yang merasa bersalah karna terlalu menekan luka itu, yang mengakibatkan perih.


" maafin temen aku juga ya fan,"


"Temen?"


"Iya. Itu tadi temen aku zeno sama salsa, mereka udah lama pacaran"


"Oh" jawab fani singkat.


***


Zeno dan salsa saat ini berada diappartemen, setelah kejadian tadi zeno lebih memilih pulang ke appart dibandingkan kembali kekantor.


Zeno terdiam diatas kasur king size.nya, ia tadi melihat bibir fani berdarah sehabis zeno menamparnya.


Zeno tidak bermaksud untuk menamparnya tadi, tapi entah mengapa melihat niko dan fani dekat seolah-olah ia tidak terima.


Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan seorang wanita dengan rambut basah dan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuh bagian dada sampai paha atas saja.


Lalu wanita itupun mendekat ke arah sang pria yang sedang berbaring diatas tempat tidur. Wanita itu salsa


Dengan perlahan salsa m****a d**a zeno dengan sensual.


Zeno yang diperlakukan seperti itu, pun bangkit lalu mengangkat badan salsa agar berada tepat diatas.nya.


Zeno itu lelaki normal, pantas bukan jika dia langsung t******n atas perlakuan salsa tadi terhadapnya.


Zeno m*****t b***r salsa dengan rakus, salsa pun membalas l*****n yang diberikan zeno terhadapnya.

__ADS_1


Selanjutnya mereka pun melakukan kegiatan panas itu dengan terus menerus.


***


Pukul 09.00 di kafe Arione Kafe


fani mengganti baju karyawan kafenya dengan seragam sekolah, sudah waktunya ia pulang, sebenarnya kafe itu tutup jam 12 malam, akan tetapi niko menyuruh fani pulang jam 9, karna esok hari pasti ia akan sekolah. terkecuali dihari sabtu dan minggu itu jadwal fani full seharian dari jam 10 pagi sampai dengan jam 12 malam.


fani berpamitan kepada semua karyawan yang berada dikafe itu, niko yang berada di bagian kasir yang sedang mengecek keuangan disana, melihat fani menuju pintu keluar kafe.


"fani" panggil niko sambil mengejar fani


mendengar namanya dipanggil fani memberhentikan langkah kakinya dan menengok kebelakang.


"eh-- ada apa ka"


"yuk, aku anter pulang"


"gak usah ka, fani naik angkot aja,"


"angkot malam-malam begini kadang suka bahaya fan, apalagi kamu masih mengenakan seragam sekolah seperti itu"


"Hmmm, gak ngerepotin ka"


"Enggak, udah ayo"


mereka berjalan menuju mobil niko dan melajukkan mobilnya, didalam perjalanan hanya ada keheningan didalam mobil itu, lalu tiba-tiba suara niko memecahkan keheningan itu "Fan kamu udah ada pacar?"tanya niko sambil melihat sekilas wajah fani yang ada disampingnya lalu kembali fokus kedepan


"belum ka"jawab fani, fani harus berbohong lagi kali ini. zeno bilang pernikahan ini jangan sampai ada yang tau oleh karna itu fani mengatakan kepada niko bahwa ia belum menikah


niko tersenyum menanggapi jawaban fani.


keheningan menyelimuti mereka kembali, sampai akirnya mobil niko berhenti di depan gedung appartemen elit.


"kamu tinggal disini fan"


"iya ka, aku tinggal sama anak sahabat ibu aku" jawab fani


"oh gitu, ini juga tempat tinggal temen aku yang tadi dikafe"ucap niko, memang benar seingat niko, ini apppartemen tempat tinggal zeno.

__ADS_1


fani bingung harus menjawab apa, yang fani jawab hanya kata oh saja. pikir fani lagipula niko juga pasti tidak mungkin mengetahui bahwa fani dan zeno tinggal satu atap sebagai sepasang suami istri bukan?


"yaudah fani turun dulu ya, BTW makasih ka udah mau anterin aku"


"iya sama-sama fan"


"hati-hati ka niko"


"Oke, aku duluan ya,"


fani mengangguk lalu berjalan menuju loby apartemen


sesampainya di depan pintu kamar apartemen zeno, fani menekan angka untuk dapat masuk keruangan tersebut.kode appartemenpun berhasil dibuka, fani masuk keappartemen itu. fani langsung saja menuju kamarnya, saat ia akan menuju kamarnya tentu saja ia melewati ruang tamu, disana sudah ada sepasang kekasih yang sedang asyik menonton tv sambil berpelukan, fani yang melihat itu tidak memperdulikannya, ia langsung berjalan menuju kamarnya sesampai didepan pintu kamarnya fani membukanya dan langsung menutup pintu itu kembali.


fani bukannya sok kuat atau bagaimana, tentu saja hati fani sakit sesakit-sakitnya melihat suaminya lebih membela kekasih dibandingkan istrinya


tapi fani bisa apa, ia ingat pesan sang ibu harus berbakti kepada suaminya, fani sudah pernah ingin berbahti kepada zeno, tapi apa yang fani dapatkan hanya penolakan bukan, yang ia dapatkan dari zeno. oleh sebab itu, fani akan mempertahankan rumah tangganya semampu fani, tapi fani hanya lah manusia yang mempunyai batas kesabaran. entahlah, untuk saat ini fani masih kuat untuk menjalani rumah tangga ini dan untuk kedepannya ia hanya mengikuti alur yang akan diberikan tuhan kepadanya.


memikirkan itu semua membuat fani lelah, dan tanpa sadar fani tertidur dan belum mengganti seragam sekolahnya dengan baju tidur.


"sayang aku ngantuk" ucap salsa


"yasudah kamu tidur saja dulu, aku akan melanjutkan pekerjaanku yang tertunda tadi" jawab zeno


"baiklah, aku kekamar dulu" sebelum fani berdiri dan menuju kamarnya, fani mengecup sekilas bibir zeno, lalu berjalan menuju kamar.


dirasa sudah aman "zeno berdiri dan berjalan menuju kamar fani, zeno berbohong kepada salsa tadi ia mengatakan bahwa ia ingin melanjutkan pekerjaan nya, itu hanya alibi, sesungguhnya saat ini yang ada diotak zeno hanya fani.


zeno terus berjalan menuju kamar fani dan sampai akhirnya berdiri didepan pintu kamar fani, ia menekan gagang pintu itu kebawah dan berhasil terbuka "ternyata tidak dikunci" Gumam zeno


zeno masuk kekamar fani, dan mendapati gadis itu tertidur dengan kaki yang masih menggantung diantara tempat tidur dan lantai.


entah mengapa sakit dihati zeno muncul melihat kamar yang ditempati fani, memang selama ia tinggal di appart ini sekalipun zeno tidak pernah masuk kekamar ini, ini kamar pembantu untuk apa ia kesini pikir zeno


zeno berjalan menuju fani dan berhenti tepat didepan fani yang tertidur, lalu zeno berjongkok didepan fani. zeno terdiam cukup lama dengan hanya menatap wajah lelah fani yang tertidur


"gue gak tau selama ini lo ngapain aja, sampek lo harus kerja dikafe, gue marah gue kesel, ngeliat lo deket dengan orang lain, tapi gue juga gak bisa nerima pernikahan ini, gue bingung sebenernya apa yang gue rasain terhadap lo" ujar zeno didepan wajah fani


zeno melihat luka disudut bibir fani, zeno memajukkan wajahnya lalu mengecup tepat diluka yang zeno buat tadi, tidak puas hanya mengecup disatu bagian wajah fani, zeno lalu mengecup seluruh wajah fani. fani sama sekali tidak terusik, mungkin faktor lelah.

__ADS_1


"gue gak bisa nerima pernikahan ini, tapi kenapa saat ini yang ada diotak gue hanya lo" ujar zeno kembali.


__ADS_2