Heart Choice

Heart Choice
Episode 56


__ADS_3

Selepas salsa pergi dari appartemen zeno, fani pun pergi dari hadapan zeno untuk menuju kekamarnya. Sedangkan zeno, lelaki itu juga kembali kekamarnya.


Zeno berada dipinggir ranjangnya “ARRGGGTTT” teriak zeno, akan tetapi teriakan zeno tidak bisa terdengar sampai keluar kamar karena kamar zeno memiliki kedap suara, oleh karna itu tadi disaat zeno dan salsa ribut didalam kamar, fani tidak mendengarnya.


Zeno menggusar rambutnya kebelakang dengan kedua tangannya dengan Mata zeno yang memerah, lalu ia merebahkan tubuhnya keranjang dengan kedua kakinya menggantung dilantai dan tanpa terasa ia pun tertidur.


***


Pukul 19:03


Zeno membuka matanya, lalu ia bangkit untuk duduk, ia lalu mengambil ponselnya yang berada dinakas samping ranjang untuk melihat jam berapa sekarang, karna ia melihat dibalik tirai jendela kamarnya awan sudah menggelap tentunya sudah malam, akan tetapi ia tidak tau jam berapa sekarang.


“jam tujuh” ujarnya lalu berdiri dan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, selesai mencuci muka ia megeringkan mukanya dengan handuk yang sudah tersedia disamping wastafel kamar mandinya.


Selesai mencuci muka, zeno pun keluar kamar dan melangkahkan kakinya menuju ke dapur untuk makan makan karna perutnya sudah berbunyi sedari tadi, saat ia akan tiba dimeja makan, ia melihat fani keluar dari kamarnya dengan pipi yang masih sedikit memerah dan mata yang sebab “menangis” itulah yang dipikiran zeno


Fani yang baru keluar kamarnya untuk mengambil air minum itu mendapati zeno berjalan menuju kearah meja makan, pikir fani mungkin zeno akan makan makan.


Sesampainya zeno dimeja makan ia melihat sudah ada nasi, sayur dan juga ayam goreng akan tetapi sudah dingin. Fani yang melihat zeno masih berdiri dimeja makan dan belum duduk itu pun paham.


“aku akan menghangatkan sayurnya” ujar fani lalu mengambil sayur dan ayam goreng untuk ia hangatkan dan digoreng kembali.


Zeno diam dan tidak berkomentar apapun, lalu ia duduk dikursi utama meja makan sambil menunggu fani menghangatkan lauknya.


Zeno masih mengamati fani yang hanya memperlihatkan punggungnya saja.


2 menit kemudian, fani kembali kemeja makan dengan membawa sayur dan juga ayam goreng di kedua tangannya yang sudah hangat, lalu ia letakkan dimeja, setelah itu fani mengambil satu piring untuk ia tuangkan nasi dan juga lauk pauknya, lalu ia serahkan dihadapan zeno dan tak lupa fani menuangkan satu gelas air putih yang ia taruh disamping piring zeno. Sedangkan lelaki itu hanya menikmati dan melihat kepiawaian fani dalam mengurusnya dan menyiakan makanannya itu.


Diarasa sudah semua fani pun membalikkan badanya untuk kembali kekamar akan tetapi zeno menggapai tangan kanan fani “mau kemana” tanya zeno lembut.


“kamar” jawab fani singkat


“kamu tidak makan?” tanya zeno

__ADS_1


“masih kenyang” jawab fani singkat lagi.


Zeno yang mendapati jawaban singkat dari fani pun melepaskan tangan fani, merasa tangannya sudah dilepakan oleh zeno, fani pun melanjutkan langkahnya untuk menuju kekamar.


Baru beberapa langkah fani berjalan, suara zeno menghentikan langkahnya “kalau kamu tidak makan aku juga tidak akan makan, biar saja aku mati kelaparan” ujarnya.


Beberapa detik fani masih berdiam diri ditempat dan masih memunggungi zeno, lalu ia pun membalikkan badannya dan kembali kemeja makan untuk duduk disamping kanan zeno.


Zeno tersenyum senang mendapati fani perhatian kepadanya.


Fani diam sambil duduk disamping zeno yang menikmati makanannya.


“kenapa kamu tidak makan?” tanya zeno disela-sela makannya


“masih kenyang” jawabnya singkat.


Zeno berfikir wajar jika fani marah dan butuh penjelasan darinya atas semua kejadian tadi sore bersama salsa.


“aaaaa” ujar zeno dan mennyodorkan satu sendok nasi beserta sayur didepan mulutnya.


“buka mulutmu, tangan ku sudah mulai kesemutan dengan posisi seperti ini” ujarnya yang masih mempertahankan tangan kanannya mengambang dan memegang satu sendok nasi didepan mulut fani.


“aku tidak menyuruh kaka” ujar fani


Zeno yang mulai gemas itupun, langsung tangan kirinya memegang dagu fani untuk membuka mulutnya, merasa mulut fani sudah terbuka, zeno pun langsung menyuapkan nasi itu kemulut fani.


Fani mendengus kesal,


“nah pintar” ujar zeno tersenyum kepada fani, akan tetapi gadis itu membuang mukanya kearah lain sambil mengunyah nasi dimulutnya.


Nasi dipiring zeno belum habis akan tetapi ia sudah tidak menghabiskannya, lalu matanya ia fokuskan kepada fani yang masih diam didepannya itu.


Zeno menggeser kursinya agar lebih dekat kefani, lalu tangan kanan zeno memegang pipi yang bekas ditampar oleh salsa tadi, fani pun kaget dan langsung memundurkan wajahnya.

__ADS_1


Zeno tidak protes karna fani menolak ia menyentuh pipinya dan ia pun berkata “ maaf kan aku” ujarnya


Mendengar zeno mengatakan itu mata fani lalu fokus menatap wajah zeno.


“maaf kan aku karna aku menjadi lelaki bodoh yang tidak bisa melakukan apa-apa” lanjutnya


Mata fani mulai memerah dan mengeluarkan air matanya “aku bukan gadis sialan ka” ujarnya


Fani merasa sesak didadanya atas ucapan salsa tadi, ucapan salsa tadi masih terngiang-ngiang diingat fani sampai detik ini.


“iya aku tau” ujarnya


“kenapa ka salsa bicara seperti itu kepada ku” ujar fani yang masih menangis


Melihat fani menangis seperti itu membuat zeno marah dan sesak didada, ia tidak mau melihat fani menangis seperti ini hanya karna ucapan salsa yang begitu menyakitkan baginya.


Zeno lalu berdiri dan mendekat kearah fani dan mensejajarkan tubuhnya dengan fani yang masih duduk dikursi lalu memeluk fani.


“maaf kan aku, aku menjadi pria pengecut dan tidak membelamu” ujarnya dengar suara serak menahan tangis


Fani menggeleng kan kepala “kalau kaka memilik ka salsa, aku iklas, karna disini memang aku yang salah karna menjadi orang ketiga dihubungan kalian” ujarnya


Zeno lalu melepaskan pelukannya dari fani dan menatap wajah fani dengan kedua tangannya ia taroh di sisi kanan dan kiri wajah fani untuk menangkup wajah fani dengan kedua tangannya.


Zeno menggeleng “ gak aku gak akan pernah ninggalin kamu, dan aku gak akan pernah ceraikan kamu, tolong, tolong jangan tinggalin aku, aku mohon fan” ujar zeno yang menempelkan keningnya ke kening fani.


“tolong untuk saat ini jangan menyuruhku untuk memilih, antara kamu atau salsa, aku bingung fan, karna ada sesuatu yang membuatku tidak bisa lepas dan terikat dengan salsa, tapi aku janji akan menyelesaikannya secepatnya”


“tolong kamu tetap berada disamping aku, aku mohon” isak zeno, pria itu sudah tidak bisa menahan air matanya.


Fani diam tidak menjawab apapun, yang menyebabkan keterdiaman fani meyakinkan zeno bahwa fani akan selalu berada disampingnya.


Lalu zeno mencium kening fani dan turun ke bagian pipi yang ditampar salsa tadi.

__ADS_1


Fani berfikir apa sebenarnya yang membuat suaminya itu begitu tidak bisa lepas dari salsa dan apa katanya tadi TERIKAT apa yang dimaksud. Akan tetapi fani belum berani bertanya perihal itu kepada zeno.


TBC


__ADS_2